Showing posts with label 뚜두뚜두. Show all posts
Showing posts with label 뚜두뚜두. Show all posts

Monday, April 13, 2020

339 ㅡ ♕ Aku tak berduri seperti mawar, tetapi mengapa rasanya hambar?

Terkadang, aku merasa bagaikan sekuntum mawar yang hanya bisa memberikan keindahan, tetapi tak seorang pun berniat memiliki.
Aku tak berduri seperti mawar, tetapi mengapa rasanya hambar ketika tak seorang pun berani menyambar?

Dihempas sekali, bukan masalah, cukup hanya menangis lirih.
Dua kali merasa terbuang, rasanya tak sanggup lagi mengulang.
Tak perlu menunggu hingga ketiga kali datang, sebab sudah berniat menghilang.

Bukan apa, aku pantas bahagia.
Aku juga pantas bahagia, bukan?

Tidak mendapatkan kasih yang sesuai porsi, terkadang memang membuat hati perih, tetapi aku katakan sekali lagi ... aku juga pantas dicintai.

Bukankah semua orang pantas dicintai?
Aku termasuk, ‘kan?

Berulang kali aku berusaha menghipnotis diri, mengatakan kepada hati, bahwa aku ingin berhenti dan mencoba mencintai siapa pun yang berminat tinggal dalam sanubari.
Namun, berulang kali pula rasanya hampa; mereka sama, hanya ingin singgah dan mencoba.

Apakah aku yang termakan perasaan sendiri yang ingin merasakan bagaimana dicintai?
Apakah aku yang tak berani melihat kenyataan bahwa sesungguhnya mereka tak ingin bergandengan tangan denganku?
Apakah aku yang selama ini bermimpi; seorang diri?

Mungkinyang pertamaberniat tinggal, tetapi kamu tahu, tak ada yang kekal, aku kehilangan akal hingga merasa dia berusaha mengenal.
Nyatanya, dia hanya mengulur waktu dan mencariku hanya ketika butuh.
Tak ingin berjalan, pun tak hendak berlari.

Jadi, maunya apa?

Di sini, aku yang bingung menempatkan diri; harus berdiri di sampingmu, atau berlari mengejarmu?
Di sana, kamu bahkan tidak peduli, hanya bermain sesuka hati.
Jika kukatakan hati ini terluka, akankah kamu berubah?

Permainanmu itu hanya membuat hati beku, sehingga lebih baik kamu biarkah berlalu.
Kamu tahu, sejak bertemu denganmu, aku mulai mengenal rindu.
Sejak kamu hadir dalam hidupku, pintu yang dulu sempat tertutup rapat, terbuka lagi dengan sendirinya.

Canda dan tawa menemani hari-hariku yang abu-abu, sebab aku tahu, kamu ada untukku berbagi rindu.
Titik air mata sedikit demi sedikit berkurang, membiarkan hati membuat ruang untukmu bertandang.
Terkadang, aku bahkan memimpikanmu dalam diam.

Hanya ini pertanyaanku;
Jika semua rindu yang kamu katakan palsu, untuk apa kamu berpura-pura ingin bertemu?
Jika semua cinta yang kamu jadikan kata hanya sebatas fana, untuk apa kamu katakan semudah kamu membalikkan telapak tangan?

Aku bukan mainan yang bisa kamu permainkan tanpa menjaga perasaan.
Aku bukan tempat berkeluh kesah yang kamu cari saat kamu ingin berlari tanpa berniat menjaga hati.
Adalah aku, mungkin, hanya aku, yang selama ini menganggapmu nomor satu.

Menarik dan mengulurkamu buat aku luluh, lalu tinggal aku sendiri berperang melawan ego yang aku miliki.
Aku sudah tidak ingin lagi, bisakah kamu berhenti?

Ini bukan cinta, melainkan derita.
Aku sudah lelah, ingin marah saja.

Aku tidak bisa memaksa untukmu menemukanku di tengah keramaian.
Aku tidak berani memintamu datang menemuiku di saat kamu benar ingin bertemu, bukan ada maksud tertentu.
Aku hanya ingin kamu tahu; aku bukan tempat persinggahan.

Bunda pernah memberi nasihat.
Kata beliau, jangan percaya kata-kata anak adam.
Bukan pendendam, hanya jangan membendung rasa yang mungkin akan dipendam.
Manis di bibir, harus tahu bagaimana cara air mengalir.
Jangan terbuai.

Oleh karena itu, aku menutup pintu, tak membiarkan siapa pun membuat luluh, sebab sejauh ini, mereka hanya berlalu.
Bukan karena aku enggan, hanya saja pengalaman mengajarkan diri harus mencari aman.
Pernah terluka, takut kembali luka.

Sudah lama aku tak menjalin cerita, mengatasnamakan romansa sebagai judul kisah.
Di saat aku ingin mulai membenahi diri dan keluar dari sini, aku dipertemukan dengannya, yang hanya ingin berjumpa tanpa ada rasa di setiap kata.
Sudah, aku lelah.

Untuk kamu, yang aku sebutkan di sini sebagai Yang Pertama;
Bagaimana jika kita sudahi saja karena aku sudah cukup lelah mempertanyakan perasaan yang kamu berikan secara terpaksa?
Jangan memaksa, aku hanya ingin kamu merasakan hal yang sama.

Jangan buat aku berhenti percaya cinta.
Jangan pegang aku hanya karena kamu ingin dikelilingi kaum hawa.
Jangan katakan sayang saat kamu hanya ingin terbang melayang bersama dayang-dayang.

Aku hanya gadis biasa; seseorang yang sangat perasa.

Aku lebih daripada itu.

Aku pantas untuk diperjuangkan seutuhnya.
Aku tidak akan berdiri di sampingmu lagi, untuk kesekian kalinya aku katakan.
Aku pun tak akan berlari mengejarmu lagi, untuk hari ini, terakhir kali aku katakan.

Berakhir sudah, kisah antara aku dan diayang tak pernah nyata, sebab hanya aku yang meminta dia ada untuk menjadi rumah.
Niatku akan menutup hati setelah mempersilakan dia pergi, tetapi lagi-lagi ada yang mendekati meski belum ingin memiliki.

Sekali lagi, kucoba membuka hati, melihat masa depan walaupun samar.
Namun, entah apa yang membuat hati belum siap menanti, pun tak terlalu ada rasa seperti sebelumnya.

Aku sudah membuka, tetapi belum ada.

Monday, October 1, 2018

300 ㅡ ♕ Carilah dia yang mampu membangkitkan versi terbaik dari dirimu yang selama ini terlelap.

Teruntuk, diriku; yang seringkali merindu.
Ini pesanku untukmu, diriku.

Kamu harus tahu bahwa dirimu pantas dicintai.
Kamu lebih dari apa yang kamu bayangkan.
Kamu harus bahagia walau dengan air mata.

Kamu kuat.
Kamu yang terbaik.

Kamu pernah membayangkan indahnya dicintai sepenuh hati oleh seseorang, bukan? Ah, bukannya pernah lagi, melainkan aku tahu, kamu terlampau sering membayangkan hal itu hingga ketika tangan tak sampai, maka kamu terjatuh begitu dalam. Oleh karena itu, di sini aku akan menyadarkanmu bahwa nyatanya hidup tak akan sesuai dengan harapanmu, sebab Tuhan tidak akan memberikan segalanya yang kamu inginkan, tetapi Tuhan akan memberikan segalanya yang kamu butuhkan. Kamu harus tahu itu, aku.

Lantas, untuk apa kamu mendambakan kehadiran sosok yang hanya akan menjadi pelengkap hidupmu saja di saat kamu bisa hebat dan kuat tanpa siapa pun di sampingmu? Carilah dia yang mampu membangkitkan versi terbaik dari dirimu yang selama ini terlelap.

Percayalah padaku, kamu bisa bahagia.

Girl, perfectly her, broken and hurt. Soft and asleep in the morning gray. Shake off the night and don't hide your face. The sun lights the world with a single flame. I want you to see this. Today and all of your days, I'll wear your pain, heal what I can in your troubled mind. Sometimes our bodies will hurt for some time, and the beauty in that can be hard to find. I want you to find it. So run, wake up and run, my little one. I wanna tear down these walls that can't hold you inside, rip out the cords and uncover your eyes. We'll make our escape in the dark of night. I need you to see this. Girl, you'll see the world, and you'll come to learn that falling in love is a strange work of art. All of your battles will shape who you are, and know that your scars are my favorite part. I want you to know this.

Good bye, to you.
From someone, me.

Saturday, September 29, 2018

299 ㅡ ♕ 나는 사랑받는 자격이 있어.

나 이제 그만할래. 혼자 그 마음 가지고 있어서 너무 힘들어다니까 그래서 나 이제 아무것도 안해도 돼지?

뭐 어때서? 나 혼자도 괜찮아. 원래 혼자였어. 익숙해졌어. 너 없이도 살수있어. 잘난 척 하지마. 잘난 척 좀 그만하라고. 너 별로야, 진짜 별로. 나도 널 이제 원하는 마음이 없어. 그래서 그만해 우리. 너 계속 이러면 난 너무 힘들어. 그만해 이제...

근데 이유는 뭘까? 아무리 생각해봐도 다 이해 할수 없어. 나 확실히 알았는데 나 꼭꼭 숨어서 누구도 문 열어 줄순 없어 근데 넌 들어가고 싶다고 말했어. 흔들렸어 그땐... 그래서 그 문 나도 모르게 너 한테만 열었어. 내가 시작부터 믿었었는데 너 들어가고 싶다는거 진심이야. 근데... 뭐지? 아니였나봐... 정말 지친다. 이제 너에게 못가. 나는 너 한테 그냥 좋은 친구만 생각해. 이렇게 널 위해 잠은 시간와 눈물도 너에게 줬어 지금까지 결국 너 한테는 그 모두 다 아무것도 아니지? 내 마음도 너에게 줬다는거 별로지? 그래서 네가 나빠. 더 더 나빠.

부족해서 미안해. 난 그냥 행복해지고 싶다는 여잔데 널 진심으로 좋아했었어. 날 사랑하는 사람이 없어. 아무도 없어. 항상 혼자라서 다시 시작할 생각이 없어 근데 네가 내 옆에 있잖아... 위러워하지도 않아. 그 외로움을 잊고 있어서 행복해졌어. 너 때문에 제일 예쁘게 미소를 나왔어. 아... 예뻐? 난 너 한테 그냥 친구였어 시작부터 그지? 내 말이 맞지? 그래서 네 눈에는 난 예뻐지도 않아.

날 안아 주지마. 날 잘해 주지마. 다 거짓말이야. 그만해... 제발. 처음부터 내 탓이였어. 나는 왜 널 위해서 문을 열었을까? 네가 원하는거 그냥 친구 사이잖아 근데 난 바보같이 너만 계속 바라보고 있어.

그래서... 이제 그만하라고. 그만해. 끝이야. 난 이제 더이상 상처를 살고 싶지 않아. 나는 사랑받는 자격이 있어. 이제 나는 남자들을 쉽게 믿어지지가 않아... 더 알아내야지 믿으면. 남자는... 내가 신뢰할수 없는 유일한 사람이야.

나는 너 한테 못가. 내가 못가니까... 네가 와주면 안돼? 네가 생각하는 그런 애가 아니야. 근데 널 좋아해서 미안해. 그동안 너무 감사했어. 누군가를 다시 진심으로 사랑 할수 있을까? 아... 다시는... 안해. 지친다. 함들어. 무서워.







Wednesday, September 26, 2018

298 ㅡ ♕ They don't realize that I'm thinking of you.




I know where to lay. 
I know what to say.
It's all the same.

I know how to play. 
I know this game. 
It's all the same. 





Now, if I keep my eyes closed, he looks just like you. 
But, he'll never stay, they never do. 
Now, if I keep my eyes closed, he feels just like you. 
But, you've been replaced. I'm face to face with someone new.

Would have gave it all for you, cared for you. So tell me where I went wrong.
Would have gave it all for you, cared for you. My lover, my liar.
Would have trade it all for you, there for you. So tell me how to move on.
Would have trade it all for you, cared for you. My lover, my liar.





They don't realize that I'm thinking of you. 
It's nothing new.

Tuesday, September 4, 2018

297 ㅡ ♕ Aku tak akan menjadikanmu pemilih, tetapi diriku yang akan memilih.

Di saat aku tak mengharapkan kehadiranmu,
kamu datang dengan wajah sendu,
seakan mengungkapkan rindu; 
mengisyaratkan tak ingin melepasku.

Apa-apaan kamu ini, 
berulang kali jadikan aku Yang Tersisih; 
tak pernah malu,
membuat aku ragu.


Biasanya, aku yang bertanya kepada diriku sendiri;
Apakah aku, yang harus selalu memperjuangkan dirinya?
Apakah aku, yang harus selalu menjadikannya nomor satu?
Apakah aku, yang harus selalu menghujaninya dengan kasih sayang?

Apakah aku, yang harus selalu memberikannya perhatian?
Apakah aku, yang harus selalu mewujudkan impiannya?
Apakah aku, yang harus selalu memanjakannya dengan cinta?
Apakah aku, yang harus selalu merindu dan jatuh sakit?

Apakah aku, yang harus selalu... 
... dan segala pertanyaan lainnya masih kusimpan dalam hati.


Kita sudahi sampai di sini karena sebentar lagi, tangis tak akan mampu berhenti.
Kita akhiri sampai di sini sebab aku tak ingin dia lagi.

Aku bertahan dengan senyuman.

Kubiarkan dia bepergian, tanpa tahu arah pulang.
Kubiarkan dia terjaga, tanpa tahu aku menunggunya pulang.
Kubiarkan dia berkelana, tanpa tahu aku menahan kerinduan.
Kubiarkan dia terluka, tanpa tahu aku sudah jatuh dan patah.

Kubiarkan dia pergi, tanpa tahu hatiku tersakiti.


Di saat aku sudah berhenti; menutup hati, berjuang pergi, berjanji tak akan kembali, kamu datang tanpa permisi, membuat hatiku lagi-lagi perih; pertanda aku masih di sini, setia menanti. 
Jangan tertawa, aku tak sedang bercanda.

Bagaimana, jika kita ubah sudut pandang kamu menjadi aku?
Bagaimana, jika kamu berada di posisi aku?
Bagaimana, jika kamu menjadi aku, yang senantiasa menjaga rindu, menantikan kehadiranmu, tanpa tahu, di mana kamu?
Bagaimana?

Di saat kamu membutuhkan aku, maka cari aku, tetapi kamu harus tahu, aku mungkin saja tak sedang menantikan kehadiranmu.
Di saat kamu menginginkanku, maka kejar aku, tetapi kamu harus tahu, aku bisa saja sudah tak lagi menginginkanmu.

Jangan mengira, aku akan selamanya setia, menunggumu berubah rasa di setiap langkah.
Jangan menduga, aku akan selalu ada, setiap kamu membutuhkan aku ada di sisimu selamanya.
Jangan membual karena aku tak lagi kenal, dirimu dalam khayal.


Saat menjadi aku, jangan lupakan kebiasaanku menanyakan kabarmu, meski kamu menjawab hanya di saat kamu membutuhkan aku.
Saat menjadi aku, jangan lupakan kebiasaanku menjadi pendengar, meski kamu tak sadar, aku memperlihatkan tatapan nanar, memerhatikanmu yang liar.

Ingatlah, satu hal, aku tak akan mencarimu dan berdiri di sampingmu lagi sebab aku tahu, kamu hanya berlari menemuiku saat kamu kesepian, mereka tak ada untukmu.
Ingatlah lagi, aku tak akan menjadikanmu pemilih, tetapi diriku yang akan memilih.

Monday, September 3, 2018

296 ㅡ ♕ Aku, untuk kesekian kalinya, tidak akan lagi mencoba berharap.


Aku bingung,
seharian termenung.

Katakan padaku yang sesungguhnya,
bisakah kamu duduk dan mulai bicara?

Sebenarnya, kamu ingin berpulang atau hanya mengulang?
Aku bukan jalan pintas; pun bukan sosok yang bisa membawamu terbang,
tetapi aku bisa menjadi seorang gadis yang mencintaimu tanpa batas.


Kali ini, aku kembali mengingatkan hatiku bahwa aku tidak akan mencoba berharap. Aku akan membiarkan semua berjalan sesuai dengan waktunya. Tak akan ada yang memaksa untuk bersama. Tak akan ada yang mempercepat yang seharusnya. Tak akan ada yang berusaha menuju akhir, dan hanya akan membiarkan waktu bergulir; apa adanya. Aku, untuk kesekian kalinya, tidak akan lagi mencoba berharap.

Sunday, September 2, 2018

295 ㅡ ♕ Kubiarkan kamu hanya angan, yang kini menjadi kenangan.


Memandangmu dari kejauhan, 
aku memang menjadikanmu harapan, 
tetapi detik ini kukatakan;
aku akan menyimpan, 
membuang seluruh kenangan, 
dan melepasmu dari jangkauan.



Aku tergoda, karena kamu ada di saat aku merasa hidupku hanyalah kesialan semata.
Aku terjatuhkarena kamu menemaniku menyusun kembali hati yang sempat patah hingga utuh.
Aku terbuaikarena kamu memberiku seringaian yang menggugah hati.

Aku merasa, menjadikanmu asa, tetapi kusadari kamu terpaksa.
Aku suka, anganku kamu tak memberi luka, tetapi kamu hanya menganggapku sebagai salah satu rentetan angka.
Aku di sini, menantimu kembali, meskipun sejak awal kamu tak pernah di sini.



Kamu tidak pernah satu kali pun mencariku di tengah keramaian.
Kamu tidak pernah satu kali pun berbalik dan memelukku dalam diam.
Kamu tidak pernah satu kali pun menyuarakan kata suka, yang teramat kunantikan sebagai bentuk kejujuran.

Kamu tidak pernah suka, tetapi mengapa kamu buat aku terlena.
Kamu tidak pernah cinta, tetapi mengapa kamu perlakukan aku bak punya rasa.
Kamu tidak pernah menoleh, tetapi mengapa kamu buat aku meleleh.
Kamu tidak pernah, hanya aku.

Kesalahanku, meyayangimu sepenuh hatiku, tanpa tahu, kamu mungkin saja membawa luka yang tak mampu kusembuhkan lagi.
Ketidakberuntunganku, memilihmu di tengah keramaian kotaku, membuat hatiku risau, padahal sudah pasti sekarang kamu sedang tertidur pulas.

Kubiarkan kamu hanya angan, yang kini menjadi kenangan.
Akan aku tenggelamkan di dasar samudera terdalam, dalam diam, dan berjanji tak akan kembali menyelam.
Inginku melupakanmu, mengganti presensimu dengan yang baru, meski sulit bagiku.

Aku menjadikanmu yang pertama, tetapi kamu tidak melakukan hal yang sama.
Jika suatu hari kamu menoleh ke belakang dan mendapati aku tak lagi berdiri di sana, jangan kamu berusaha mengajakku kembali, sebab aku tak akan memilihmu untuk yang kedua kali.

Saturday, September 1, 2018

294 ㅡ ♕ Tonight, I’ll send the glow of a firefly to somewhere near your window.

이 밤 그날의 반딧불을 당신의 창 가까이 보낼게요. 사랑한다는 말이에요. 나 우리의 첫 입맞춤을 떠올려. 그럼 언제든 눈을 감고 가장 먼 곳으로 가요. 난 파도가 머물던 모래 위에 적힌 글씨처럼. 그대가 멀리 사라져 버릴 것 같아 늘 그리워... 그리워... 여기 내 마음속에 모든 말을 다 꺼내어 줄 순 없지만... 사랑한다는 말이에요. 어떻게 나에게 그대란 행운이 온 걸까? 지금 우리 함께 있다면 얼마나 좋을까요? 나의 일기장 안에 모든 말을 다 꺼내어 줄 순 없지만... 사랑한다는 말. 이 밤 그날의 반딧불을 당신의 창 가까이 띄울게요. 좋은 꿈 이길 바라요...





Tonight, I’ll send the glow of a firefly to somewhere near your window. It’s that I love you. I remember our first kiss. I close my eyes whenever I can and go to the farthest place. Just like letters on the sand where waves were, I feel you’ll disappear to a far off place. I always miss you... miss you... All the words in my heart, I can’t show them all to you. But, it’s that I love you. How can I be so lucky to have met you, who is a blessing? If we’re together now, how great it’d be? In my diary, all the words, I can’t show them all to you. It’s that I love you. Tonight, I’ll send the glow of a firefly to somewhere near your window. I hope it’s a good dream...





Friday, August 31, 2018

293 ㅡ ♕ Just ignore me and pass by... before I want you more.

한번도 이런 적 없죠... 내 맘이 맘처럼 안돼요. 매일 걷던 이 거리마저도 왜 이리 꿈처럼 아름다운지? 천천히 한 걸음씩 내 심장은 그런데 너무 빨라요. 이러다 먼저 울어버릴까 봐 두려워... 혹시 알게 되어도 말하지마요... 나를 안아주지마요 이 밤이 지나가면 모든게 없어질 것만 같아요. 자꾸 그대만 보여요. 나 혼자만 가질 사랑인데 모르는 척 지나가줘요... 더 원하기 전에. 그대가 미소 질때마다 점점 더 약해지는 내 맘 아는지? 지금 뒤돌아보지말아요. 울고 있는 얼굴로 나 기억되긴 싫어. 잘가란 말 차마 하지 못해 보내고 있어. 아니... 난 보낸 적 없어요. 이미 다 알잖아요. 내가 달려갈게요... 내일이 절대 오지 않아도 견딜 수 있어요... 작은 추억만 하나라도 상관없어. 제발 나를 안아줘요. 따뜻하게 꼭 안아줘요... 원하기 전에.




I’ve never been like this before... My heart won’t listen to me. Even this street I walk on every day, why does it look so beautiful, like a dream? Slowly, step by step, I tell my heart, but it’s going too fast. At this rate, I might just cry, I’m afraid. Even if you find out, don’t tell me you know... Don’t hug me, after this night passes. It feels like everything will disappear. I keep seeing you, though it’s just me who has this love. Just ignore me and pass by... before I want you more. Every time you smile, do you know my heart gets weaker? Don’t look back right now. I don’t want you to remember my crying face. Don’t say good bye, I’m forcing myself to let you go. No... I’ve never let you go, you know this. I’ll go get you... even if tomorrow never comes, I can endure... I don’t care if it’s just a small memory. Please hold me. Warmly hold me... before I want you even more.








Thursday, August 30, 2018

292 ㅡ ♕ Again today, I wash out my memories.

내 마음을 적시는 듯이 떨어지는 빗소리마저 건조해. 네가 했던 말이 거짓말이었더라도 여전히 난 널 원해. 이런 내 마음을 모를 걸 넌 기억을 씻어 내... 나는 오늘도 조금 흐림 그리고 비. 우리 둘이 처음 만난 날 같이 약간은 변덕스럽지만 전혀 거슬릴 것 없었던 소나기. 삐끗거리며 맞추어 가던 이 추억의 조각은 미완성. 넌 떠났고 난 홀로 남아. 고집부리다가 그걸 더 망쳐놨어. 이젠 씻어내야 되는 거지. 살짝 귀찮더라도 건조한 마음은 수분 없어. 욕조에 담가 놓아도 뜨거울 정도로 내 마음을 데우던 넌 없는 거잖아. 한기 가득한 내 마음을 채우던 물도 끈 거잖아. 넌 아마 wash away. 너의 입술도 너의 이름도 끝내 지우고 씻을게. I‘m gonna wash away. 오늘 날씬 맑음 그리고 구름은 가끔 끼어. 사소한 기후 변화에도 장마 내리는 것처럼 다투던 그때에 비하면 많이 나아진 듯 보이지만 슬픔을 담은 하늘빛이 노래져. 심장 박동 같던 노래도 이젠 새삼 나를 놀래켜. 돌아가고 싶진 않아 never. 날 내버려 두길 바랬던 이 전쟁마저 이젠 끝내고 싶어 forever. 넌 soap opera. 뗄 수 없을 만큼 익숙했기에 쉽지 않았어. 미지근한 일상으로 널 씻어내는 게. 아무 생각 없이 틀어놓은 따뜻한 물이 가득 찼네 욕조에 이렇게 덤벙거리기도 가끔 깜빡하는 것도 여전해. 이런 내 마음을 모를 걸 넌 기억을 씻어 내... I‘m gonna wash away.






As if my heart is being drenched. Even the falling raindrops are dry. Even if what you told me was a lie. I still want you. You probably don’t know I feel this way. Again today, I wash out my memories. It’s a little gray and it’s raining. Just like the day we first met. It was a little unpredictable, but the rain showers were not bothersome. This statue of memories that we crookedly pieced together is unfinished. You left me and I’m all alone. I was being stubborn, which ended up ruining it more. Now I need to wash it out. Even if I’m a little lazy. There is no fountain in this dried up heart. Even if it is placed in a bathtub. You used to warm up my heart to the point where it got hot. But now you’re not here anymore. You turned off the water that used to fill up my heart. You’re probably… wash away. Your lips, your name. I erase them in the end. I’ll wash it away. I‘m gonna wash away. Today’s weather is sunny and slightly cloudy. I notice the even slightest weather changes. Compared to the days when we fought like a storm. It seems a lot better, but the sky’s light turns yellow with sadness. The songs that were like my heartbeats, now they surprised me. I don’t want to go back – never. I used to hope that you’d leave me alone. I just want to end this war forever. You’re like a soap opera. Because I’d gotten so used to you that I couldn’t take you off. It wasn’t easy washing you out with my lukewarm daily life. The warm water I turned on without even thinking has filled up the bathtub. Splashing water around, forgetting things, it stays the same. You probably don’t know I feel this way. Again today, I wash out my memories.