Showing posts with label jinhee. Show all posts
Showing posts with label jinhee. Show all posts

Monday, April 13, 2020

339 ㅡ ♕ Aku tak berduri seperti mawar, tetapi mengapa rasanya hambar?

Terkadang, aku merasa bagaikan sekuntum mawar yang hanya bisa memberikan keindahan, tetapi tak seorang pun berniat memiliki.
Aku tak berduri seperti mawar, tetapi mengapa rasanya hambar ketika tak seorang pun berani menyambar?

Dihempas sekali, bukan masalah, cukup hanya menangis lirih.
Dua kali merasa terbuang, rasanya tak sanggup lagi mengulang.
Tak perlu menunggu hingga ketiga kali datang, sebab sudah berniat menghilang.

Bukan apa, aku pantas bahagia.
Aku juga pantas bahagia, bukan?

Tidak mendapatkan kasih yang sesuai porsi, terkadang memang membuat hati perih, tetapi aku katakan sekali lagi ... aku juga pantas dicintai.

Bukankah semua orang pantas dicintai?
Aku termasuk, ‘kan?

Berulang kali aku berusaha menghipnotis diri, mengatakan kepada hati, bahwa aku ingin berhenti dan mencoba mencintai siapa pun yang berminat tinggal dalam sanubari.
Namun, berulang kali pula rasanya hampa; mereka sama, hanya ingin singgah dan mencoba.

Apakah aku yang termakan perasaan sendiri yang ingin merasakan bagaimana dicintai?
Apakah aku yang tak berani melihat kenyataan bahwa sesungguhnya mereka tak ingin bergandengan tangan denganku?
Apakah aku yang selama ini bermimpi; seorang diri?

Mungkinyang pertamaberniat tinggal, tetapi kamu tahu, tak ada yang kekal, aku kehilangan akal hingga merasa dia berusaha mengenal.
Nyatanya, dia hanya mengulur waktu dan mencariku hanya ketika butuh.
Tak ingin berjalan, pun tak hendak berlari.

Jadi, maunya apa?

Di sini, aku yang bingung menempatkan diri; harus berdiri di sampingmu, atau berlari mengejarmu?
Di sana, kamu bahkan tidak peduli, hanya bermain sesuka hati.
Jika kukatakan hati ini terluka, akankah kamu berubah?

Permainanmu itu hanya membuat hati beku, sehingga lebih baik kamu biarkah berlalu.
Kamu tahu, sejak bertemu denganmu, aku mulai mengenal rindu.
Sejak kamu hadir dalam hidupku, pintu yang dulu sempat tertutup rapat, terbuka lagi dengan sendirinya.

Canda dan tawa menemani hari-hariku yang abu-abu, sebab aku tahu, kamu ada untukku berbagi rindu.
Titik air mata sedikit demi sedikit berkurang, membiarkan hati membuat ruang untukmu bertandang.
Terkadang, aku bahkan memimpikanmu dalam diam.

Hanya ini pertanyaanku;
Jika semua rindu yang kamu katakan palsu, untuk apa kamu berpura-pura ingin bertemu?
Jika semua cinta yang kamu jadikan kata hanya sebatas fana, untuk apa kamu katakan semudah kamu membalikkan telapak tangan?

Aku bukan mainan yang bisa kamu permainkan tanpa menjaga perasaan.
Aku bukan tempat berkeluh kesah yang kamu cari saat kamu ingin berlari tanpa berniat menjaga hati.
Adalah aku, mungkin, hanya aku, yang selama ini menganggapmu nomor satu.

Menarik dan mengulurkamu buat aku luluh, lalu tinggal aku sendiri berperang melawan ego yang aku miliki.
Aku sudah tidak ingin lagi, bisakah kamu berhenti?

Ini bukan cinta, melainkan derita.
Aku sudah lelah, ingin marah saja.

Aku tidak bisa memaksa untukmu menemukanku di tengah keramaian.
Aku tidak berani memintamu datang menemuiku di saat kamu benar ingin bertemu, bukan ada maksud tertentu.
Aku hanya ingin kamu tahu; aku bukan tempat persinggahan.

Bunda pernah memberi nasihat.
Kata beliau, jangan percaya kata-kata anak adam.
Bukan pendendam, hanya jangan membendung rasa yang mungkin akan dipendam.
Manis di bibir, harus tahu bagaimana cara air mengalir.
Jangan terbuai.

Oleh karena itu, aku menutup pintu, tak membiarkan siapa pun membuat luluh, sebab sejauh ini, mereka hanya berlalu.
Bukan karena aku enggan, hanya saja pengalaman mengajarkan diri harus mencari aman.
Pernah terluka, takut kembali luka.

Sudah lama aku tak menjalin cerita, mengatasnamakan romansa sebagai judul kisah.
Di saat aku ingin mulai membenahi diri dan keluar dari sini, aku dipertemukan dengannya, yang hanya ingin berjumpa tanpa ada rasa di setiap kata.
Sudah, aku lelah.

Untuk kamu, yang aku sebutkan di sini sebagai Yang Pertama;
Bagaimana jika kita sudahi saja karena aku sudah cukup lelah mempertanyakan perasaan yang kamu berikan secara terpaksa?
Jangan memaksa, aku hanya ingin kamu merasakan hal yang sama.

Jangan buat aku berhenti percaya cinta.
Jangan pegang aku hanya karena kamu ingin dikelilingi kaum hawa.
Jangan katakan sayang saat kamu hanya ingin terbang melayang bersama dayang-dayang.

Aku hanya gadis biasa; seseorang yang sangat perasa.

Aku lebih daripada itu.

Aku pantas untuk diperjuangkan seutuhnya.
Aku tidak akan berdiri di sampingmu lagi, untuk kesekian kalinya aku katakan.
Aku pun tak akan berlari mengejarmu lagi, untuk hari ini, terakhir kali aku katakan.

Berakhir sudah, kisah antara aku dan diayang tak pernah nyata, sebab hanya aku yang meminta dia ada untuk menjadi rumah.
Niatku akan menutup hati setelah mempersilakan dia pergi, tetapi lagi-lagi ada yang mendekati meski belum ingin memiliki.

Sekali lagi, kucoba membuka hati, melihat masa depan walaupun samar.
Namun, entah apa yang membuat hati belum siap menanti, pun tak terlalu ada rasa seperti sebelumnya.

Aku sudah membuka, tetapi belum ada.

Wednesday, January 1, 2020

312 ㅡ ♕ Biarpun aku dilupakan, dijadikan pilihan kedua, dan dipermainkan oleh semesta.

1 Januari 2020, Kim Yeonji.

Aku mengawali tahun baruku dengan merasakan kekecewaan yang luar biasa. Aku sudah belajar untuk tidak lagi menaruh harapan kepada orang lain di tahun 2019. Tetapi menjelang 2020, aku lagi-lagi terlampau bahagia hingga aku lupa untuk menjaga hatiku. Kini hatiku jatuh lagi. Aku kembali menaruh harap pada sesuatu yang tak pasti. Sesuatu yang membuat aku tertatih lagi untuk kesekian kali. Tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa aku bisa sesakit ini lagi.

Kedatangannya yang tiba-tiba membuat aku berpikir ini adalah pertanda kasih. Dia menjadikan aku seorang teman cerita. Dia membuat aku menjadi seseorang yang ceria. Dia membuat aku berpikir aku istimewa. Nyatanya semua hanya pura-pura. Ketulusan hatiku sirna begitu saja, apalagi ketika sekelilingnya bisa membuat dirinya lebih bahagia. Apalah aku ini yang hanya bisa tulus mengucap kata dan memperlakukan dia bak seseorang yang sempurna. Aku bukan siapa-siapa, maka tak pantas aku berharap lebih.

Lagi, lagi. Aku terluka lagi. Menjelang akhir tahun 2019, aku mulai melemah karena satu dan dua hal yang sempat membuatku terkejut. Meski begitu, aku tetap tegar dan berusaha untuk tetap kuat. Tetapi ketika orang yang sempat membuat hatiku remuk kembali memecahkan hatiku yang sudah aku rangkai sedemikian rupa, tangisku pecah dan pertahananku runtuh. Aku yang sudah bangkit, kini berada di titik terendah lagi. Aku terluka, kecewa, dan ingin menyerah, sebab aku mulai rapuh, tidak kuat menerima kesedihan yang datang bertubi-tubi. Oleh karena itu, aku akan menutup segalanya. Lebih baik aku menutup pintu hatiku rapat-rapat hingga tak ada yang berani masuk, bahkan mengetuk sekali pun tak akan aku persilakan. Aku akan mengunci kastil kecilku dengan baik. Aku akan menjaga hatiku dan hanya akan menerima perasaan yang aman. Aku tidak akan terbuai oleh kenyamanan yang fana. Aku tidak akan lagi berusaha untuk mencari dan menerima. Aku hanya akan merangkul diriku sendiri.

Jika kamu mengenal aku lebih dalam, kamu akan tahu seberapa aku selalu memberikan yang terbaik. Aku tidak ingin menganggap diriku adalah orang yang baik, tetapi aku berani menjamin bahwa aku selalu tulus, karena aku percaya, apabila aku tulus kepada orang lain, maka orang lain pun akan memperlakukan aku dengan tulus juga. Apakah karena aku terlalu tulus, mereka yang ada di sekelilingku menganggapku mudah dan lemah? Mereka berulang kali membuat aku merasa hancur sehancur-hancurnya. Mereka yang tidak pernah aku bayangkan bisa memperlakukan aku dengan rendah, ternyata memendam perasaan ingin menghancurkan diriku. Jujur saja, inilah alasan mengapa aku tidak berniat berjalan keluar kediamanku. Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku hanya berusaha mencintai orang-orang terdekatku dengan sepenuh hati, tetapi mereka selalu melupakan aku... menganggap aku tidak pernah ada. Mereka hanya mengingat dan membutuhkan aku di saat mereka dalam kesusahan, tetapi di saat mereka bahagia, aku tidak pernah ada di sana. Bukan masalah, sebab hatiku sudah penuh, apabila mereka bahagia.

Aku tidak kecewa pada diriku dan hidupku. Aku sudah banyak belajar tentang kehidupan, sehingga aku bisa memunculkan perasaan bangga pada prinsip dan pilihan hidupku. Aku hanya kecewa pada perlakuan mereka kepadaku. Secara sengaja maupun tidak, aku tidak tahu dan tidak ingin peduli. Aku hanya khawatir, jikalau suatu hari mereka diperlakukan sama seperti bagaimana mereka memperlakukan aku, apakah mereka sanggup? Aku rasa mereka akan lebih terpuruk dariku. Mereka akan meronta-ronta, mempertanyakan kesalahan apa yang mereka perbuat kepada Tuhan. Aku tidak akan seperti itu, karena aku tahu Tuhan sayang padaku. Maka dari itu, aku diperkenalkan dengan begitu banyak perasaan yang tidak pernah bisa aku bayangkan sebelumnya bisa terjadi padaku.

Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena sudah membuat aku memulai tahun dengan kecewa. Aku jadi bisa mempersiapkan diriku lebih baik lagi untuk menjadi seseorang yang lebih kuat dari sebelumnya. Perasaan dilupakan dan dianggap tidak ada memang adalah satu hal yang sangat menyakitkan, tetapi aku tidak akan memperlakukan mereka sama seperti apa yang sudah mereka lakukan padaku. Aku akan tetap berbagi kasih kepada siapa saja yang aku temui. Aku akan berbesar hati dan tetap belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Aku tidak akan pernah berhenti untuk belajar di kehidupan ini. Setiap harinya aku akan terus berkembang karena aku tidak pernah takut dipermainkan oleh semesta, sebab aku percaya hatiku akan semakin kuat dan aku bisa mendapatkan apa yang sudah aku tanam selama hidupku. Jadi, aku hanya berharap aku tidak menyerah di tengah jalan. Tahun 2020 baru saja dimulai, biarlah kesedihan dan kekecewaan ini berakhir sampai di sini. Kuatkan aku dan bantu aku agar aku bisa tetap menjadi diriku yang tulus, bahagia apabila orang lain bahagia, dan bersyukur setiap harinya. Biarpun aku dilupakan, dianggap tidak ada, dijadikan pilihan kedua, dan dipermainkan oleh semesta, aku akan tetap bersyukur dan berjuang agar aku bisa menjadi seseorang yang lebih bahagia lagi.

Terima kasih sudah menjadi kuat. Tetap jadi dirimu yang tulus. Jangan pernah berubah hanya karena sekelilingmu meminta kamu untuk meredupkan cahayamu. Tetap pancarkan cahaya kasihmu dengan tulus. Kamu adalah seseorang yang penuh. Kamu dipenuhi cinta. Jangan lupa bahagia.











Tuesday, October 1, 2019

311 ㅡ ♕ Aku berdamai denganmu, diriku.

“Aku ingin menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup, maka aku mencoba mengenal diriku lebih dalam dan pada akhirnya, aku berdamai dengan hatiku.”

Aku terjebak di antara mereka yang bersikukuh membuatku mengambil jalan yang tak kuyakini. Kedua kaki jenjangku melangkah dengan berat setiap mentari membangunkanku dari indahnya sebuah mimpi yang nyaman kutinggali. Setiap embusan napas membawa terbang sebuah harapan akan datangnya titik terang yang menuntunku untuk bertahan. Tangis air mata seringnya menjadi hadiah bagi diri yang terjaga dalam kesepian malam saat mereka terpejam.

Aku tak berdaya, namun apa daya tak mampu bersuara.
Aku tak ingin, namun apa mungkin aku berani musnahkan seluruh harapan.
Pernah terpikirkan untuk berhenti, namun tak pandai aku menyakiti.
Pernah terbayangkan untuk berlari, namun tak mampu aku berdiri sendiri.

Banyak hal membuat titik air menetes. Banyak hal membuat isak tangis menemani malam. Banyak hal terjadi tanpa permisi. Ingin bersuara, tetapi lidah kelu. Ingin biarkan hati bicara, tetapi hanya air mata bantu ungkapkan rasa. Ingin merangkai kata, tetapi benak tak mampu genggam erat sebuah pena.

Terjebak dalam pikiran akan ketakutan hilang dari ingatan, hati kesal tunjukkan ekspresi. Terjerat dalam emosi yang begitu membuat tubuh meringkuk, kedua sudut bibir mengarah ke bawah seakan melupakan cara tersenyum.

Jika diperbolehkan bicara, ingin sekali menegur bibir yang selalu membicarakan hal yang terlalu membuat hati ciut. Tidak terluka, hanya pedih tergores. Jika diperbolehkan ungkapkan rasa, ingin rasanya meminta sebuah perhatian tanpa adanya perbandingan. Tak memaksa, hanya berusaha menenangkan hati. Jika diperbolehkan menangis, ingin membuat mereka menatap pedihnya hati yang tergores, batin yang terluka, dan senyum yang pudar tanpa pernah tertangkap pandang. Tidak meminta belas kasih, hanya ingin sepasang mata masing-masing sadar akan suara hati yang menitikkan air mata.

Ketakutan merajalela diri akibat cemas tak mampu menggapai bintang yang sama. Akankah perlakuan berbeda diberikan? Keresahan membuat sepasang netra tak siap untuk bermimpi. Akankah takdir menuntun ke jalan yang berbeda?

Terlalu lelah untuk mendengar. Terlalu sakit untuk kembali diulang. Terlalu cemas untuk menatap masa depan. Terlalu rendah menatap diri.

Bermimpi saja sudah tak berani dilakukan. Masa depan tak tentu arah. Akan ke mana, akan pergi ke mana, akan sampai di mana, dan harus bagaimana. Banyak pertanyaan terlontar tanpa harapan akan menemukan jawaban, dan hanya keheningan malam yang menemani.

Kembali, rasa perih di dada tak mampu membuat diri berpikir jernih. Ingin terdiam seribu bahasa, namun kelopak mata tak ingin berteman. Air mata mengalir, meski dalam usaha membangun pertahanan diri untuk tegar. Ingin menyimpan saja, namun kotak hati sudah terlalu penuh dengan hal yang sama setiap waktunya. Jeritan hati membuat air terus mengalir membasahi kelopak mata.

Sudah terlalu lelah membiarkan. Sudah terlalu lama memendam. Sudah terlalu kesal meratapi. Sudah terlalu sakit untuk melangkah.

Tak ada waktu untuk membicarakan kehidupan, terutama milik seseorang yang tak pernah menggapai sesuatu yang cemerlang. Tak ada tempat untuk beristirahat, terutama bagi seseorang yang tak memiliki tujuan. Tak memiliki tujuan dan mimpi, ternyata lebih letih.

Aku terdiam, mengurung diri di kamar.

Aku berpikir, mengingat seluruh suka dan duka yang telah kulewati.

Sebuah perasaan nyaman yang dulu kurasakan saat bersenda gurau, bersama dengan waktu yang bergulir pun perlahan ikut melipir. Ke mana rasa itu pergi?

Sebuah perasaan aman yang dulu kurasakan saat berkumpul, bersama dengan titik air hujan yang jatuh pun perlahan sirna. Ke mana rasa itu sekarang?

Aku merasa hancur, babak belur karena ulahku sendiri.

Aku terlalu sering merasa rendah untuk bahkan menengadah memandang langit, merasa diri tak berhak memandang ratusan bintang yang bersinar terang dengan tegar meski gelapnya malam memeluk erat.

Selalu bertanya-tanya, “Apakah aku pantas bahagia?”

Selalu mengambil kesimpulan, “Aku tidak pantas dicintai.”

Lambat laun, aku merasa begitu buruk, dan dalam keterpurukan itu, aku membuka hati untuk mencari diriku yang tenggelam seorang diri, dan ternyata … aku menemukan bahwa aku tak sendiri. Aku menemukan mereka di sana.

Ternyata, selama ini, aku yang tak pernah membuka pintu, membuang semua kebahagiaan dan tenggelam dalam pikiranku sendiri.

Kenyamanan yang selama ini kurasa telah lenyap, ternyata selalu merengkuhku dalam diam.

Kebahagiaan yang selama ini kurasa hanya hadir dalam mimpi, ternyata memiliki bentuk nyata dalam hidup.

Aku hanya harus merasa puas dengan segala hal yang kulakukan tanpa pernah sekalipun putus asa. Aku, pantang menyerah.

Aku mencoba berdamai, dengan harapan pandanganku akan hidup dapat berubah karena benar adanya, mereka ada untukku. 

Harapan mereka, adalah harapanku. 

Kebahagiaan mereka, adalah kebahagiaanku. 

Aku, hanya perlu berdamai dengan diriku.

“Berdamai dengan diri sendiri sama saja seperti mencintai diri sendiri. Ingat, kita semua pantas bahagia.”

Sunday, April 14, 2019

307 ㅡ ♕ Time Capsule: Ten Years From Now


To: Han Jinhee, 31 years old.

Dear me,

In 10 years from now, you'll be 31 years old. Hopefully you have found your soul mate and you are married. I truly hope that you have found someone you love and please be with someone who loves you just the way you are; someone who takes a good care of you; someone who really wants you in his life. Are you happy right now? I wish your answer would be a yes since today and ever since I have gone through so much struggle, I really want you to stand strong and always be happy. Don't ever let anyone bring you down, and don't ever stop smiling because you know that you're beautiful. You have such a beautiful heart and a pretty face to be proud of. You have been doing great. You have been thinking positively. You have been living a good life. Your mindset is amazing and I want you to keep being like that. Remember that you are not a disappointment. Remember that you are special. You can dance, sing, and play guitar. You can write stories; poems; songs, and you like to read good quality books. You can speak 4 languages. You are smart. No one can be like you. You are strong enough. You are enough. I want you to know that when you were 21 years old, you have gone through so much struggle that left scars and pain in your soul, but I know that in 10 years from now, you have overcome everything and you even become someone better. You are a happy woman. You are beautiful just the way you are.

If you happened to marry someone who treats you bad, remember that this is not the end. Everything can change if you're willing to try. Even if you are the one who works hard trying to change your life to be happier and better, that's fine, as long as you try. You know God will always be with you. Don't ever stop trying. Everything will be better in the end. If it's not a happy ending, then it's not the end. I really want you to marry someone you love and someone who really wants you in his life. If you happened to marry The One, then Thank God, you're doing great. You'll be fine. You'll build a little family under the name of God and I believe you will teach your children the true meaning of love. But, if you didn't end up marrying anyone, or still haven't found your The One until now, it's truly fine. That means I know my family issue still there and be a burden. That's not your fault. Don't blame yourself. Don't blame your life. You are fine. You are okay. Don't be disappointed. Don't give up. You are living a good life. Focus on your career and be a happy woman. You are a special woman whom no one can get just by offering something unworthy. You are worth chasing and you are worthy to feel the best man's love. You are being really good. So, one thing that I want you to always remember, don't look back and ask why, but staring straight to the future because what matters most is the future. You have such a bright future, and you'll be just fine living your life all alone without any man beside you, because you are strong enough to make yourself happier and better. Don't ever forget that God will guide you, always. I love you, me.

I have something important to tell you. If you're married and God gives you children, you will have to remember these things I've written down here for you. This is a reminder for you to be a better mom and make your children happier than ever. You're doing great, I bet, but trust me, once in a while you need to read this; to remind you that you've gone through so much in the past, and you know that you don't want your past that you've gone through to be the future for your children. So, read slowly, and rewind all the things. Without tears, okay?

First, be a mom who thinks positively about your children. See the good things in what they they do, praise them regularly, and trust them that they can be what they want to be. Let them do what they want to do even if you think that's gonna hurt them, because that way, you'll teach them that they can try hard and fall, but you're always gonna be beside them, embracing them, showing your love through your support. I want you to be a supportive mom. If your daughter likes singing and dancing, let her be in a dance community, let her be a student of  a dance school, make her proud that she can sing by praising her whenever she sings. If your son likes sports, then let him be the best of the best by letting him learn more about playing basketball or soccer. Let him be the boy at school who has many girl fans. Let your children shine by being a supportive mom, so that your children can be opened to you about their feelings and personal lives. 

Second, you can get angry, but remember not to say harsh words that can hurt their feelings. Don't ever say something that can make they lost their confidence. Don't ever think that just by saying harsh words, they can realize and be a better person. No, it's a big no. Because of you being harsh, you're just making the gap bigger. Embrace them. Ask them why, and always try to come up with a solution instead of wanting your children to be the best children by themselves. They can't learn by themselves. You have to be their role model. You have to teach them the true meaning of love. Mother love. Maybe they can be like you, learning something by themselves, but don't let them learn everything alone because you'll lose them. You'll forget that you have to guide them and be beside them. You'll forget that you need to be by their sides even if they don't need you. You'll be erased by them. Your presence won't be strong anymore. So, I want you to stand beside them. Don't say something hurtful, but embrace them, hug them, and just say that everything's gonna be alright and they can tell you everything because you will never judge them. You'll hear their stories from A to Z and you'll be a mom who ruffles their hair and pats their head while saying that mommy gonna be there for you through ups and downs, so don't ever give up on life, because whatever it takes, mommy will be there for you, cheer you up, and love you all the way. Praise them, because they have gone through hardships, but still standing straight. Tell them that it's okay to cry, because that means they have feelings, they can feel the pain, and that what makes them stronger. There's always rainbow after the rain, so there will be better things happened in the future. Believe it or not, I trust you. I know you can be a better mom, an amazing mom, and a mom that your children adore. I believe in you, so you should try and always believe in yourself too.

Third, don't force your children to be what you want them to be. Ask them what they want. You can guide them, but let them choose their right paths. If your son wants to be a doctor, then let him be one even if you know that things would get hard for him, but trust him, let him be one. If he failed and wanted to give up, don't raise your voice, calm down, smile, and embrace him. Tell him that he has gone through so much until this time; where he stands right now, encourage him to continue by making him reminiscing the days when he really wanted to become a doctor. Instead of raising your voice or even show your anger to him, make him realize that he actually wanted to be doctor ever since he was a kid. If he really wanted to be a successful man, he would continue his studies, but if it didn't happen according to the plan, then ask him, what exactly he wants in life. Guide him so that he would be someone better; someone that matters in this world. But always remember not to raise your voice. You've gone through such dilemma, so I bet you already knew the feeling. Don't do the same mistake. You have to be a better mom. No pressure, do it with love and God will be by your side. Listen to your children's stories and be there for them. Don't say harsh words. Don't raise your voice. Be there for them, and be a mother for them. You're gonna be okay and they'll be fine. You'll build a happy and better family.

Fourth, when your daughter reached the age of falling in love, don't make her stay at home. Let her mingle with her friends, but teach her to value her body and life. Teach her to be a lady who has class. Teach her to be polite. Make her realize that she is a special woman. Let her gets to know men. Encourage her when she's afraid of being in a relationship. Don't say that "no one will love you if you're being like this" but say "you're beautiful just the way you are, so just be yourself" because you'll make her hate herself if you say harsh words. You'll make her scared of being in relationship, moreover scared of making her own little family. She will be super sad, so remember not to say something like that. She will end up hating you, and you don't want that to happen right? Believe me. She wants to find her The One, so you should teach her and guide her, instead of locking her in a room and making her lose all of her confidence to mingle with men. When she's feeling low, don't let her stay in the dark all alone, but embrace her, be there by her side even without words. Just by being there for her, you already showed your support in whatever she's going through or whatever she's doing. She might not be as strong as her classmates, but she's your daughter, that means you'll have to worry more about her mental and emotional feelings more than anyone. You have to understand her. You have to try putting yourself in her shoes because even though you're her mother, she has her own battle and it is definitely different from what you've gone through in the past when you were around her age. Everyone has their own battles, so you have to embrace her and tell her that everything is gonna be alright. Be there for her and don't ever let her feel worthless. If she wants to cry, make sure she cries in your embrace. 

Fifth, your children are your priorities, so don't compare them with any other child. Everyone has their own capacity and capability of doing things. You have to remember that. Love your children. Although they're not perfect, but they are the children of your future; the children from your womb. So if you insult them, that means you're insulting yourself. Remain calm whenever they make mistakes, and teach them with love. Be a true mother, instead of only a mother. Your children will be a better woman and man in the future if you let them fly. Safe place isn't always good, they need to grow in a dangerous environment to be a better person. It is okay to set them free, but by being there for them, you know that they will always reach out to you, and they will never want to make you disappointed. So, I believe, they will do their best to make you proud even without you knowing; without you wanting; and without you saying anything. They will respect you because they love you, not because you tell them to love and respect you. You know that is true.

I don't know what to say anymore. I just want you to be happy first, so that you can meet your The One, if you haven't met him until you're 31 years old. Love yourself, love your life. You are a special woman, and you're beautiful just the way you are. 

I love you, Jinhee. I will always love you. 

From: Han Jinhee, 21 years old.

Thursday, November 29, 2018

305 ㅡ ♕ Nothing heals the past like time, and they can't steal the love you're born to find.

To: Han Jinhee

I look up from the ground to see your sad and teary eyes. You look away from me, and I see there's something you're trying to hide. And I reach for your hand, but it's cold. You pull away again, and I wonder what's on your mind. And then you say to me you made a dumb mistake. You start to tremble, and your voice begins to break. You say the cigarettes on the counter weren't your friends. They were my mates, and I feel the color draining from my face. And my friend said, "I know you love her, but it's over, mate. It doesn't matter, put the phone away. It's never easy to walk away, let her go. It'll be alright."

So I still look back at all the messages you'd sent. And I know it wasn't right, but it was fucking with my head. And everything deleted like the past, it was gone. And when I touched your face, I could tell you're moving on. But it's not the fact that you kissed him yesterday. It's the feeling of betrayal, that I just can't seem to shake. And everything I know tells me that I should walk away. But I just want to stay. And my friend said, "I know you love her, but it's over, mate. It doesn't matter, put the phone away. It's never easy to walk away, let her go. It'll be okay. It's gonna hurt for a bit of time. So bottoms up, let's forget tonight. You'll find another and you'll be just fine. Let her go."

But nothing heals the past like time. And they can't steal the love you're born to find. It'll be alright.

From: me

Tuesday, November 13, 2018

304 ㅡ ♕ I'm a shining solo.

To: me 

Innocent and delicate. I'm tired of pretending. I'm done.

What are you up to? Where are you? Did you eat? Good night.

Baby, darling, honey, I miss you. It's all useless.

You got me like. This is not a touching love story. No romance, no sincerity. I'm sorry, but I'm not sorry. From today on I'm a shining solo. 

Used to be your girl. Now I'm used to being the GOAT. You're sitting on your feelings. I'm sitting on my throne. I ain't got no time for the troubles in your eyes. This time I'm only looking at me, myself, and I. I'm going solo. I'ma do it on my own now. Now that you're alone, got you looking for a clone now. So low. That's how I'm getting down. Destined for this and the crown. Sing it loud like, this is not a touching love story. No romance, no sincerity. I'm sorry, but I'm not sorry. From today on I'm a shining solo. 

I'm a shining solo. I'm going solo.

After the relationship, romance, emotion, there's breakup, tears, regret, longing. I like being alone, because I should be true to myself. Like the flowing wind. Like the stars above the clouds. I want to go far away, I want to shine brightly. 

Now I'm going solo. I'm a shining solo. I'm going solo. 

From: Han Jinhee

Monday, November 12, 2018

303 ㅡ ♕ You were brave yesterday, you are brave today, and you’ll be braver tomorrow.

To: Han Jinhee in 2019

Hi, hello, 안녕.

This is gonna be a quick reminder for you. Even if there’s no one standing beside you right now, remember that I will always be there for you. You’ll be okay. You’ll do well. You’ll get to do what you love. You’ll be the best version of yourself, and no one could ever bring you down. If today you don’t feel like talking to anyone, then don’t force yourself. You don’t live to please others. I’ll remind you once again that you are perfect just the way you are. You are loved, and you deserve the whole world. If there are people who make you feel uncomfortable with yourself, leave them, darling. Why? Because you have to love yourself more. You are more than you think you are. You are stronger than you think you are. You’ll survive this world. 

No one could ever drag you down because you are now walking your own path. You’re now enjoying your life to the fullest. You can stand strong alone. You were brave yesterday, you are brave today, and you’ll be braver tomorrow. You don’t need anyone to stand beside you because even if you are alone, you can do everything you like and you can be happy. Being happy is a state of mind. You are happy. You have found your happiness. It’s within you. You have loved yourself even more now and that’s what makes you stronger than ever. You won’t be crying because of small things anymore. You’ll be fine with people come and go from your life. That’s a part of learning. That’s life.

This is gonna be the most important thing that I want you to remember. Please be with someone who loves you just the way you are. Be with someone who makes you happy for no reason. Be with someone who makes you feel loved. Don’t be with someone who only makes you lose your confidence. Don’t be with someone who values you only because of your looks, your stuffs, and your outfits, but be with someone who sincerely making an effort to get to know you better. Yes, effort, not just by words, but real efforts, not excuses. Be with someone who makes you feel special, not with someone who loves making others feel the same as you. Be with someone who sincerely wants to build dreams with you, not with someone who only placing you as an option. I know you. I know what kind of person you are. When you want to be with someone, you’ll go with that person no matter what happens, but it’s extremely hard to make you fall for someone since you actually don’t really believe in what they called love. Well, especially when a man already stepped on a boundary you have built, like making you lose your confidence by saying words you don’t like to hear, making you hate yourself, or just simply doing things you don’t like by being impolite, and I know when you don’t like it, you’ll leave everything behind, even if you have thought for a brief moment that you might end up with this person. No one knows what’s ahead, no one knows the future, but I’m sure you’ll end up with someone who makes you happy, not with someone who only makes you feel insecure. It’s not easy to make you fall head over heels because you’ve come to a realization that you love yourself more, so you want the person you’re dating to love you sincerely for who you are, not for what you are. You have the power. You are strong. That’s what I like about you. You are a strong character.

So, don’t mind others. This is your world. This is your life. You can be whatever you want. Live this life by being who you are. God creates you with lots of talent and you are perfect for Him, so don’t let others bring you down. You don’t need people to value your existence, but you have to love yourself even more because no one is ugly, and no one’s life is bad. You just have to change your perspective of seeing things in life. If today you see yourself as a bad luck person, then go to your room, lock the door, and talk to God. You’ll find peace and you’ll be okay.

Trust me. Believe in yourself. In 2019, you are going to achieve something and when you re-read this letter, you’ll smile, because you’ve done something really great. I’m writing this when I’m just settled down everything. I’ve prepared plans for you in 2019 and I hope you like it. I hope you’ll enjoy life by doing all my plans. You don’t need anyone to make you happy, darling, because you have the power to be happy. You are such a nice person, and I know you’ll get everything nice in the future. Just so you know, I’m leaving all the toxic things, toxic people, toxic state of minds behind to come this far. You’ll be very happy in 2019, and don’t forget to thank me later.

From: me in 2018

Friday, November 2, 2018

302 ㅡ ♕ It’s enough to chase and be chased.

To: Han Jinhee

I’ve analyzed lots of stuff. All the things he did to you, all the words he said to you were completely something you avoid. The words he said sometimes become a little hurtful and what he did sometimes makes you feel uneasy. At first, you thought that would be interesting to try going out with a person like that, but deep in your heart, the score is zero. Am I right? At first, you thought he might be the one, but now you know he’s just a passerby. Well, things got complicated at some point, and there was the time when you seriously thought about everything. You thought you liked him when you actually not. You thought you have found your happiness when you actually not. You thought he might be the one for you, but he’s actually not. You two are most likely strangers to each other, I guess, so I think you don’t really have to explain everything in words since I know you don’t like going straight to something unclear. You also don’t like being the one who thought both of you had something when you two actually not, so I’m gonna let you leave him be.

You’ve learned more things about life. You are now loving yourself even more. You are more confident, and you’re more beautiful since you’re happier. It’s really a nice decision to stop everything and going back to where you used to be. Being alone is not a crime. You are stronger alone, so why bother wanting someone to stand beside you? It’s a nuisance. You are surrounded by lots of great people like your family, your friends, and all the people who taught you how to survive in this cruel world. So, all you need is yourself going really strong because you have the power to live proudly.

You know what, I think it’s a nice decision to forget everything and start doing things that make you happier. Even if it means you’re going back to your routine, but it’s better than keeping toxic people in your life and doing toxic thing that isn’t your style. It’s a perfect decision to start over. You’ll be okay. You’ve done well. You’re doing great. I’m proud of you.

It’s enough to chase and be chased. I know you’re tired of everything. Because of that, I want you to shut people out, and start thinking about your own future for now because I want you to be happier first. I want you to be that one person who resonates happiness to others. Well, if they think that you might reconsider everything, then they need to give up since I know you will never going back and you’ll never turn your head when you’ve decided to move forward. So, keep this in your mind that you can do it! You can be whatever you want. Build your dreams and make them all happen. Don’t forget to do everything with love because God loves you so much, so you have to love yourself even more.

From: me

Tuesday, October 2, 2018

301 ㅡ ♕ It’s my decision to decide.

To: Han Jinhee

Being in love isn’t like this. Wake up, and start analyzing some things. It’s about give and give, not give and take. If it’s about taking for granted, then it is not right to keep moving forward. You will have to stop everything and close the book. Stop writing another chapter that isn’t going anywhere, but only breaking your heart. You deserve to be a decision, not an option. You deserve to be loved.

It’s no use to going back doing all the sweet things since I know you’ve done thinking and you’ll start working on what’s written in your plans for 2019 soon. It’s too late. It’s now my decision to decide.

From: me

Monday, October 1, 2018

300 ㅡ ♕ Carilah dia yang mampu membangkitkan versi terbaik dari dirimu yang selama ini terlelap.

Teruntuk, diriku; yang seringkali merindu.
Ini pesanku untukmu, diriku.

Kamu harus tahu bahwa dirimu pantas dicintai.
Kamu lebih dari apa yang kamu bayangkan.
Kamu harus bahagia walau dengan air mata.

Kamu kuat.
Kamu yang terbaik.

Kamu pernah membayangkan indahnya dicintai sepenuh hati oleh seseorang, bukan? Ah, bukannya pernah lagi, melainkan aku tahu, kamu terlampau sering membayangkan hal itu hingga ketika tangan tak sampai, maka kamu terjatuh begitu dalam. Oleh karena itu, di sini aku akan menyadarkanmu bahwa nyatanya hidup tak akan sesuai dengan harapanmu, sebab Tuhan tidak akan memberikan segalanya yang kamu inginkan, tetapi Tuhan akan memberikan segalanya yang kamu butuhkan. Kamu harus tahu itu, aku.

Lantas, untuk apa kamu mendambakan kehadiran sosok yang hanya akan menjadi pelengkap hidupmu saja di saat kamu bisa hebat dan kuat tanpa siapa pun di sampingmu? Carilah dia yang mampu membangkitkan versi terbaik dari dirimu yang selama ini terlelap.

Percayalah padaku, kamu bisa bahagia.

Girl, perfectly her, broken and hurt. Soft and asleep in the morning gray. Shake off the night and don't hide your face. The sun lights the world with a single flame. I want you to see this. Today and all of your days, I'll wear your pain, heal what I can in your troubled mind. Sometimes our bodies will hurt for some time, and the beauty in that can be hard to find. I want you to find it. So run, wake up and run, my little one. I wanna tear down these walls that can't hold you inside, rip out the cords and uncover your eyes. We'll make our escape in the dark of night. I need you to see this. Girl, you'll see the world, and you'll come to learn that falling in love is a strange work of art. All of your battles will shape who you are, and know that your scars are my favorite part. I want you to know this.

Good bye, to you.
From someone, me.

Saturday, September 29, 2018

299 ㅡ ♕ 나는 사랑받는 자격이 있어.

나 이제 그만할래. 혼자 그 마음 가지고 있어서 너무 힘들어다니까 그래서 나 이제 아무것도 안해도 돼지?

뭐 어때서? 나 혼자도 괜찮아. 원래 혼자였어. 익숙해졌어. 너 없이도 살수있어. 잘난 척 하지마. 잘난 척 좀 그만하라고. 너 별로야, 진짜 별로. 나도 널 이제 원하는 마음이 없어. 그래서 그만해 우리. 너 계속 이러면 난 너무 힘들어. 그만해 이제...

근데 이유는 뭘까? 아무리 생각해봐도 다 이해 할수 없어. 나 확실히 알았는데 나 꼭꼭 숨어서 누구도 문 열어 줄순 없어 근데 넌 들어가고 싶다고 말했어. 흔들렸어 그땐... 그래서 그 문 나도 모르게 너 한테만 열었어. 내가 시작부터 믿었었는데 너 들어가고 싶다는거 진심이야. 근데... 뭐지? 아니였나봐... 정말 지친다. 이제 너에게 못가. 나는 너 한테 그냥 좋은 친구만 생각해. 이렇게 널 위해 잠은 시간와 눈물도 너에게 줬어 지금까지 결국 너 한테는 그 모두 다 아무것도 아니지? 내 마음도 너에게 줬다는거 별로지? 그래서 네가 나빠. 더 더 나빠.

부족해서 미안해. 난 그냥 행복해지고 싶다는 여잔데 널 진심으로 좋아했었어. 날 사랑하는 사람이 없어. 아무도 없어. 항상 혼자라서 다시 시작할 생각이 없어 근데 네가 내 옆에 있잖아... 위러워하지도 않아. 그 외로움을 잊고 있어서 행복해졌어. 너 때문에 제일 예쁘게 미소를 나왔어. 아... 예뻐? 난 너 한테 그냥 친구였어 시작부터 그지? 내 말이 맞지? 그래서 네 눈에는 난 예뻐지도 않아.

날 안아 주지마. 날 잘해 주지마. 다 거짓말이야. 그만해... 제발. 처음부터 내 탓이였어. 나는 왜 널 위해서 문을 열었을까? 네가 원하는거 그냥 친구 사이잖아 근데 난 바보같이 너만 계속 바라보고 있어.

그래서... 이제 그만하라고. 그만해. 끝이야. 난 이제 더이상 상처를 살고 싶지 않아. 나는 사랑받는 자격이 있어. 이제 나는 남자들을 쉽게 믿어지지가 않아... 더 알아내야지 믿으면. 남자는... 내가 신뢰할수 없는 유일한 사람이야.

나는 너 한테 못가. 내가 못가니까... 네가 와주면 안돼? 네가 생각하는 그런 애가 아니야. 근데 널 좋아해서 미안해. 그동안 너무 감사했어. 누군가를 다시 진심으로 사랑 할수 있을까? 아... 다시는... 안해. 지친다. 함들어. 무서워.







Tuesday, September 4, 2018

297 ㅡ ♕ Aku tak akan menjadikanmu pemilih, tetapi diriku yang akan memilih.

Di saat aku tak mengharapkan kehadiranmu,
kamu datang dengan wajah sendu,
seakan mengungkapkan rindu; 
mengisyaratkan tak ingin melepasku.

Apa-apaan kamu ini, 
berulang kali jadikan aku Yang Tersisih; 
tak pernah malu,
membuat aku ragu.


Biasanya, aku yang bertanya kepada diriku sendiri;
Apakah aku, yang harus selalu memperjuangkan dirinya?
Apakah aku, yang harus selalu menjadikannya nomor satu?
Apakah aku, yang harus selalu menghujaninya dengan kasih sayang?

Apakah aku, yang harus selalu memberikannya perhatian?
Apakah aku, yang harus selalu mewujudkan impiannya?
Apakah aku, yang harus selalu memanjakannya dengan cinta?
Apakah aku, yang harus selalu merindu dan jatuh sakit?

Apakah aku, yang harus selalu... 
... dan segala pertanyaan lainnya masih kusimpan dalam hati.


Kita sudahi sampai di sini karena sebentar lagi, tangis tak akan mampu berhenti.
Kita akhiri sampai di sini sebab aku tak ingin dia lagi.

Aku bertahan dengan senyuman.

Kubiarkan dia bepergian, tanpa tahu arah pulang.
Kubiarkan dia terjaga, tanpa tahu aku menunggunya pulang.
Kubiarkan dia berkelana, tanpa tahu aku menahan kerinduan.
Kubiarkan dia terluka, tanpa tahu aku sudah jatuh dan patah.

Kubiarkan dia pergi, tanpa tahu hatiku tersakiti.


Di saat aku sudah berhenti; menutup hati, berjuang pergi, berjanji tak akan kembali, kamu datang tanpa permisi, membuat hatiku lagi-lagi perih; pertanda aku masih di sini, setia menanti. 
Jangan tertawa, aku tak sedang bercanda.

Bagaimana, jika kita ubah sudut pandang kamu menjadi aku?
Bagaimana, jika kamu berada di posisi aku?
Bagaimana, jika kamu menjadi aku, yang senantiasa menjaga rindu, menantikan kehadiranmu, tanpa tahu, di mana kamu?
Bagaimana?

Di saat kamu membutuhkan aku, maka cari aku, tetapi kamu harus tahu, aku mungkin saja tak sedang menantikan kehadiranmu.
Di saat kamu menginginkanku, maka kejar aku, tetapi kamu harus tahu, aku bisa saja sudah tak lagi menginginkanmu.

Jangan mengira, aku akan selamanya setia, menunggumu berubah rasa di setiap langkah.
Jangan menduga, aku akan selalu ada, setiap kamu membutuhkan aku ada di sisimu selamanya.
Jangan membual karena aku tak lagi kenal, dirimu dalam khayal.


Saat menjadi aku, jangan lupakan kebiasaanku menanyakan kabarmu, meski kamu menjawab hanya di saat kamu membutuhkan aku.
Saat menjadi aku, jangan lupakan kebiasaanku menjadi pendengar, meski kamu tak sadar, aku memperlihatkan tatapan nanar, memerhatikanmu yang liar.

Ingatlah, satu hal, aku tak akan mencarimu dan berdiri di sampingmu lagi sebab aku tahu, kamu hanya berlari menemuiku saat kamu kesepian, mereka tak ada untukmu.
Ingatlah lagi, aku tak akan menjadikanmu pemilih, tetapi diriku yang akan memilih.

Monday, September 3, 2018

296 ㅡ ♕ Aku, untuk kesekian kalinya, tidak akan lagi mencoba berharap.


Aku bingung,
seharian termenung.

Katakan padaku yang sesungguhnya,
bisakah kamu duduk dan mulai bicara?

Sebenarnya, kamu ingin berpulang atau hanya mengulang?
Aku bukan jalan pintas; pun bukan sosok yang bisa membawamu terbang,
tetapi aku bisa menjadi seorang gadis yang mencintaimu tanpa batas.


Kali ini, aku kembali mengingatkan hatiku bahwa aku tidak akan mencoba berharap. Aku akan membiarkan semua berjalan sesuai dengan waktunya. Tak akan ada yang memaksa untuk bersama. Tak akan ada yang mempercepat yang seharusnya. Tak akan ada yang berusaha menuju akhir, dan hanya akan membiarkan waktu bergulir; apa adanya. Aku, untuk kesekian kalinya, tidak akan lagi mencoba berharap.

Sunday, September 2, 2018

295 ㅡ ♕ Kubiarkan kamu hanya angan, yang kini menjadi kenangan.


Memandangmu dari kejauhan, 
aku memang menjadikanmu harapan, 
tetapi detik ini kukatakan;
aku akan menyimpan, 
membuang seluruh kenangan, 
dan melepasmu dari jangkauan.



Aku tergoda, karena kamu ada di saat aku merasa hidupku hanyalah kesialan semata.
Aku terjatuhkarena kamu menemaniku menyusun kembali hati yang sempat patah hingga utuh.
Aku terbuaikarena kamu memberiku seringaian yang menggugah hati.

Aku merasa, menjadikanmu asa, tetapi kusadari kamu terpaksa.
Aku suka, anganku kamu tak memberi luka, tetapi kamu hanya menganggapku sebagai salah satu rentetan angka.
Aku di sini, menantimu kembali, meskipun sejak awal kamu tak pernah di sini.



Kamu tidak pernah satu kali pun mencariku di tengah keramaian.
Kamu tidak pernah satu kali pun berbalik dan memelukku dalam diam.
Kamu tidak pernah satu kali pun menyuarakan kata suka, yang teramat kunantikan sebagai bentuk kejujuran.

Kamu tidak pernah suka, tetapi mengapa kamu buat aku terlena.
Kamu tidak pernah cinta, tetapi mengapa kamu perlakukan aku bak punya rasa.
Kamu tidak pernah menoleh, tetapi mengapa kamu buat aku meleleh.
Kamu tidak pernah, hanya aku.

Kesalahanku, meyayangimu sepenuh hatiku, tanpa tahu, kamu mungkin saja membawa luka yang tak mampu kusembuhkan lagi.
Ketidakberuntunganku, memilihmu di tengah keramaian kotaku, membuat hatiku risau, padahal sudah pasti sekarang kamu sedang tertidur pulas.

Kubiarkan kamu hanya angan, yang kini menjadi kenangan.
Akan aku tenggelamkan di dasar samudera terdalam, dalam diam, dan berjanji tak akan kembali menyelam.
Inginku melupakanmu, mengganti presensimu dengan yang baru, meski sulit bagiku.

Aku menjadikanmu yang pertama, tetapi kamu tidak melakukan hal yang sama.
Jika suatu hari kamu menoleh ke belakang dan mendapati aku tak lagi berdiri di sana, jangan kamu berusaha mengajakku kembali, sebab aku tak akan memilihmu untuk yang kedua kali.

Sunday, August 26, 2018

288 ㅡ ♕ Lantas, untuk apa aku tetap mengukir kisah dengan mampir yang berulang kali kujadikan hampir?

MAMPIR ☓ HAMPIR: TERAKHIR
Aku, menyatakan kehilangan, kepergian, dan berpulangnya hati ke tempat semula
Ditulis oleh Vanny | 606 kata

Terakhir kalinya,
aku mengulum senyum,
menebar harum,
berharap kau maklum,
karena,
melalui bibir ranum,
aku berkata,
tak akan lagi tersenyum.





Aku rindu dia;
yang selalu membuatku penuh tanya,
yang bahagia tanpa aku di sisinya,
yang tak menjadikanku kesayangannya.

Bintang di langit;
sampaikan salamku padanya,
bisakah kau menjaganya,
karena aku akan berhenti untuk selamanya.


Di sebuah kedai, dengan secangkir kopi, sang puan ditemani sunyi. Puluhan persona berjalan ke sana kemari demi mencari sebuah tempat yang nyaman ditinggali. Berbeda dari mereka, aku menatap keluar jendela, menghela napas berat, mengusap kembali hati yang teramat rapat, memanggilmu dengan bahasa isyarat, berharap kau mampu merasakan kerinduanku yang tersirat. 






Aku berdiri;
di tengah keramaian,
tak berusaha mencari aman,
hanya ingin menemukan kedamaian.

Aku berada;
di lingkungan yang riskan,
merasa tersingkirkan,
karena tidak dipedulikan.


Melalui mata, aku mencoba mengeluarkan suara, walau paham betul, tak mungkin sampai ke sana. Melalui tarikan napas, aku menghempas keraguan, menyuarakan keputusan, tak akan lagi dilingkupi tangisan. Melalui hati yang mulai tertutup, aku menutup segala kemungkinan, tak berusaha menginginkan, pun tak akan menyulitkan. Semua sudah kujadikan putusan, walau masih berniat melepas tanya, tentang kau dan hiruk pikuk kota, di manakah engkau gerangan, di saat aku cemas kau berada di titik mengkhawatirkan? Tak usah bertanya, siapakah aku ini, yang hanya berdiri di sini, mana mampu menemani, dirimu yang bahkan tak ingin ditemani? Aku, menyatakan kehilangan, kepergian, dan berpulangnya hati ke tempat semula. Aku sudah memulai, tetapi tak sesuai. Bukan membuai, malah terbuai. Alhasil, aku tak akan berpegang lagi padamu yang entah berniat menjaga, atau hanya mencoba. 


Tetapi;
ini menyenangkan,
juga menyedihkan,
biar jadi pengalaman.

Maka;
tak lagi memanggil sayang,
hanya ingin mencipta kenang,
berusaha mengubah masa tayang.


Aku teringat. Kala itu, kau datang, hanya bertandang, berniat menyambang, merasa tak butuh tambang, tak ada maksud memiliki lambang telah berhasil datang. Aku bernyanyi dengan suara sumbang, yang kuyakini bisa membuatmu terbang, tetapi malah menyisakan lubang, di hati terdalam, hanya karena sebuah salam. Aku yang terlalu suka hingga lupa, kau bisa saja membawa luka, pada akhirnya. Maka dari itu, aku tak akan lagi merasa butuh dan mengeluh, bila kau tak luluh, karena aku yang melulu merasa perlu untuk mengabarkanmu. Tentangku yang tak pernah terbesit dalam pikiranmu, tentangku yang tak juga hadir dalam mimpimu, tentangku yang tak mampu membuatmu ingin mengunjungiku, biar itu kau simpan dalam kotak kenangan, karena aku tak akan lagi berpegangan, pada sebuah kepalsuan akan kasih yang mungkin kau berikan.



Aku;
ditemani sepi,
dilingkupi sunyi,
seorang diri.

Aku;
berada di keramaian,
tinggal aku sendirian,
sebab kau bepergian.


Waktu untuk melepasmu sudah mampir, karena sejak awal memang hanya hampir, tetapi kali ini, yang terakhir. Meski aku menggebu, kau menempatkanku dalam kelabu, dan tak berniat berlabuh. Lantas, untuk apa aku tetap mengukir kisah dengan mampir yang berulang kali kujadikan hampir? Tak ingin kupaksakan, memang tak bisa mengatakan, tetapi aku akan meluruskan. Aku bukan perempuan, yang bisa memanggilmu tuan, hanya karena kau berikan umpan. Aku tidak sama seperti mereka, yang bisa menerka, apakah engkau suka. Aku tahu butuh waktu, tetapi bukan berarti, mencariku hanya karena butuh. Aku tidak sempurna, tak secantik purnama, tetapi aku punya nama, yang bisa menunggumu lama, bila kau berhati sama. 


Harum kopi menguar,
memanggilku keluar,
agar pikiranku tak lagi liar,
karena mataku berpendar,
mencari dia yang tanpa sadar,
menempatkanku di luar radar.

Pahit seperti kopi,
perihnya hati,
yang tak sengaja tersakiti,
oleh dia yang hanya meneliti,
bukan ingin menempati,
dan tak minat untuk berjanji.


Hanya itu yang aku punya. Tak ingin lagi dimanja, semua hanya pura-pura, menggunakan permainan kata. Iya, bukan? Oleh karena itu, sudahi saja. Selamat tinggal, lembayung senja.