Showing posts with label shigatsu wa kimi no uso. Show all posts
Showing posts with label shigatsu wa kimi no uso. Show all posts

Wednesday, July 26, 2017

226 ㅡ ♕ Miyazono Kaori & Arima Kousei: Suratku Untukmu.

Untuk Kousei Arima.

Rasanya aneh menulis surat untuk seseorang yang baru saja menghabiskan waktunya bersamaku. Kau orang yang mengerikan. Lambat, bodoh, tak tahu diri.

Pertama kali aku melihatmu adalah saat aku berumur lima tahun. Saat itu ada pertunjukan dari sekolah piano yang ingin aku ikuti.

Anak laki-laki yang canggung itu menarik perhatian semua penonton hingga mereka tertawa karena dia kesulitan mengatur bangkunya. Dia bahkan duduk di depan piano yang terlihat terlalu besar untuknya dan saat dia memainkan nada yang pertama, saat itulah dia menjadi orang yang aku kagumi. Memainkan nada yang penuh warna 24 palette, melodi yang mulai menari-nari. Aku kaget sekali saat ada anak di sebelahku yang tiba-tiba menangis. Dan beberapa saat itu, kau malah berhenti bermain piano. Padahal kau sudah memengaruhi kehidupanku. Jahat, bukan? Jahat! Lamban! Bodoh!
Saat aku tahu kalau kita satu SMP, aku sangat senang sekali. Bagaimana ya cara agar aku bisa berbicara denganmu? Apa dengan membelikanmu sandwich setiap hari? Tapi pada akhirnya, aku hanya bisa memerhatikanmu dari kejauhan. Lagi pula, kalian semua terlihat sangat akrab. Seolah-olah tak ada tempat untuk aku disana.

Aku pernah melakukan operasi saat kecil dan mendapat perawatan rutin meski tak diopname. Setelah pernah pingsan di kelas tujuh, aku sudah sering keluar masuk rumah sakit. Aku mulai lebih sering masuk daripada keluar. Ke sekolah pun terasa berat untukku. Aku tahu kondisiku tidak begitu baik.
Suatu malam, saat aku melihat ibu dan ayahku menangis di ruang tunggu rumah sakit, aku sadar kalau waktuku sudah tidak banyak. Saat itulah aku mulai berlari. Aku mulai melakukan apa saja yang aku suka. Jadi aku tidak akan menyesal setelah pergi ke surga nanti. Kontak lensa yang selalu membuatku ngeri, memakan kue utuh. Aku juga tidak akan mencemaskan berat badanku, bahkan partitur nada yang membuatku kesusahan. Aku memainkan mereka dengan caraku sendiri.

Lalu... aku melakukan sebuah kebohongan.

Kalau Kaori Miyazono menyukai Ryota Watari. Itu semua hanyalah kebohongan. Kebohongan itu akan membawaku kepada Kousei Arima. Kebohongan itu yang membawamu kepadaku. Tolong sampaikan maafku pada Watari-kun nanti. Tapi tetap saja, kurasa tidak akan butuh waktu lama untuk Watari-kun agar bisa melupakanku. Sebagai teman dia orang yang lucu, tapi aku lebih memilih orang yang lebih serius.


Lalu, Sampaikan maafku pada Tsubaki-chan. Aku hanya orang yang numpang lewat dan akhirnya pergi. Aku tak bisa meninggalkan kesan buruk, jadi aku tidak bisa meminta apa-apa pada Tsubaki-chan. Atau, jika aku jujur, "Tolong kenalkan aku pada Arima-kun," Aku rasa Tsubaki-chan mungkin akan keberatan untuk melakukannya. Lagi pula, Tsubaki-chan sepertinya tergila-gila padamu. Semuanya sudah tahu soal itu sejak lama. Satu-satunya yang tidak tahu hanyalah kau dan Tsubaki-chan.

Kebohongan yang sudah membawamu kepadaku. Tidak pernah kubayangkan sebelumnya, kau lebih pesimis dan pasif dari yang aku pikirkan, kau juga ceroboh dan keras hati. Suaramu lebih rendah dari yang aku duga, dan kau juga lebih jantan dari yang aku duga. Dan kau... lembut seperti dugaanku.
Sungai yang kita lompati di jembatan keberanian itu sangat dingin dan enak, ya? Cahaya bulan purnama yang masuk ke ruang musik terlihat enak seperti Manju. Saat kita mengejar kereta itu, aku benar-benar merasa kita bisa menang. Menyanyikan Twinkle, Twinkle, Little Star bersama-sama di bawah cahaya bintang juga seru, ya? Lalu ada juga kejadian di sekolah saat malam hari, kan? Bukankah salju itu terlihat seperti kelopak bunga sakura? Menikmati segala hal di luar panggung padahal aku ini seorang musisi, tidaklah masuk akal, bukan? Bukankah lucu jika kejadian yang paling tidak terlupakan ternyata sangatlah sederhana?

Bagaimana denganmu?

Apa aku bisa tinggal di dalam hati seseorang? Apa aku bisa hidup di dalam hatimu? Apa kau akan mengingatku meski hanya sedikit? Jangan tekan tombol reset, ya! Jangan lupakan aku, ya?

Aku bersyukur karena orang itu adalah kau. Apakah sampai padamu. Semoga bisa sampai padamu.

Kousei Arima... Aku Mencintaimu

Maaf canele-nya tidak kuhabiskan. Maaf karena sering memukulmu. Maaf karena terlalu kekanak-kanakan. Maaf, maaf, maaf ya...

Terima kasih.

P.S. Aku memasukkan sesuatu yang selama ini aku simpan. Kalau kau tidak mau, buang saja.

Tuesday, September 13, 2016

189 ㅡ ♕ Music transcends words.

Miyazono Kaori:

A famous violinist once said. Music transcends words. By exchanging notes, you get to know one another, to understand one another. As if your souls were connected and your hearts were overlapping. It’s a conversation through instruments. A miracle that creates harmony. In that moment, music transcends words.

Sunday, September 11, 2016

188 ㅡ ♕ Naïve... bizarre...

Arima Kousei:

Naïve... bizarre... it's like i'm on rollercoaster. I’m being jerked around and around. It’s like this girl herself is the journey with no clear destination. You’re freedom itself.

Saturday, September 10, 2016

187 ㅡ ♕ Shame ourselves.

Miyazono Kaori:

A man away from home need feel no shame. Let’s go out there and shame ourselves like crazy.

Thursday, September 8, 2016

186 ㅡ ♕ Just like you.

Miyazono Kaori:

I know that you can’t hear the sound of your playing, and that you haven’t been playing, I know everything. But I want you. Just like you said, we might not be able to turn in a performance that we can live with. But we’re going to play. As long as I have a chance to play, and there’s an audience that will listen. I’m going to play with everything I’ve got. So that people who hear me will never forget me. So that I can live in their hearts forever. That’s my reason for existing. I’m a musician, after all. Just like you.

Monday, September 5, 2016

185 ㅡ ♕ She moves me.

Arima Kousei:

She moves me. With such power, like the pounding of my heart. I can hear your sound. You’re here.

Sunday, September 4, 2016

184 ㅡ ♕ A spring that can't be replaced.

Arima Kousei:

You exist inside a spring that can’t be replaced.

Saturday, August 27, 2016

183 ㅡ ♕ People fall so irrationally in love.

Watari Ryota:

It’s only natural for the girl you’re crushing on to be in love with someone else. Since you’re in love with her, she sparkles in your eyes. That’s why people fall so irrationally in love.

Wednesday, August 24, 2016

182 ㅡ ♕ Everything will look colorful, Kousei.

Tsubaki Sawabe:

When you’re in love with somebody, everything looks colorful.

Saturday, August 20, 2016

181 ㅡ ♕ Such a cruel boy...

Miyazono Kaori:

Such a cruel boy. Telling me to dream one more time. I thought I was satisfied because my dream had come true... and I'd told myself it was enough... yet here you are, watering this withered heart again.

Sunday, August 14, 2016

180 ㅡ ♕ I am by his side.

Tsubaki Sawabe:

Even though I'm bitter over losing, even though I'm depressed, even though my ankle hurts, and my eyes are smeared with tears...even though I've never felt worse... I wonder why the stars are sparkling like this. The scent of the music room in his hair. I can hear his slightly ragged breathing. His shoulder, wet with tears, is so warm. I am by his side. I wish time would just stand still.


Saturday, August 13, 2016

179 ㅡ ♕ You're like a cat, Miyazono-san.

Arima Kousei:

You're like a cat. If I get close, you'll ignore me and go far away. If I get hurt, you'll play around to share the pain.

Friday, August 12, 2016

178 ㅡ ♕ Love, like a shooting star.

Arima Kousei:

A lump of steel, like a shooting star. Just seeing the same sky as you makes familiar scenery look different. I swing between hope and despair at your slightest gesture, and my heart starts to play a melody. What kind of feeling is this again? What do they call this kind of feeling? I think it's probably called... love. I'm sure this is what they call love.

Thursday, August 11, 2016

177 ㅡ ♕ Sure, i'm okay.

Arima Kousei:

Sure, i'm okay. Because that's how I was built, after all.

Tuesday, August 9, 2016

176 ㅡ ♕ You're just you, Arima-kun.

Miyazono Kaori:

You're you. "To be like you..." it's not so ambiguous as that. No matter what you do, no matter how you change, it doesn't mean a thing. You're just you, no matter what.

Saturday, August 6, 2016

175 ㅡ ♕ You'd better not hit the reset button.

Miyazono Kaori:

Was I able to live inside someone's heart? Was I able to live inside your heart? Do you think you’ll remember me at least a little? You’d better not hit "reset!" Don’t forget me, okay? That’s a promise, okay? I'm glad it’s you, after all. Will I reach you? I hope I can reach you.

Friday, August 5, 2016

174 ㅡ ♕ Believe at the stars, Arima-kun.

Miyazono Kaori:

Maybe there’s only a dark road up ahead. But you still have to believe and keep going. Believe that the stars will light your path, even just a little bit.