Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Wednesday, January 1, 2020

312 ㅡ ♕ Biarpun aku dilupakan, dijadikan pilihan kedua, dan dipermainkan oleh semesta.

1 Januari 2020, Kim Yeonji.

Aku mengawali tahun baruku dengan merasakan kekecewaan yang luar biasa. Aku sudah belajar untuk tidak lagi menaruh harapan kepada orang lain di tahun 2019. Tetapi menjelang 2020, aku lagi-lagi terlampau bahagia hingga aku lupa untuk menjaga hatiku. Kini hatiku jatuh lagi. Aku kembali menaruh harap pada sesuatu yang tak pasti. Sesuatu yang membuat aku tertatih lagi untuk kesekian kali. Tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa aku bisa sesakit ini lagi.

Kedatangannya yang tiba-tiba membuat aku berpikir ini adalah pertanda kasih. Dia menjadikan aku seorang teman cerita. Dia membuat aku menjadi seseorang yang ceria. Dia membuat aku berpikir aku istimewa. Nyatanya semua hanya pura-pura. Ketulusan hatiku sirna begitu saja, apalagi ketika sekelilingnya bisa membuat dirinya lebih bahagia. Apalah aku ini yang hanya bisa tulus mengucap kata dan memperlakukan dia bak seseorang yang sempurna. Aku bukan siapa-siapa, maka tak pantas aku berharap lebih.

Lagi, lagi. Aku terluka lagi. Menjelang akhir tahun 2019, aku mulai melemah karena satu dan dua hal yang sempat membuatku terkejut. Meski begitu, aku tetap tegar dan berusaha untuk tetap kuat. Tetapi ketika orang yang sempat membuat hatiku remuk kembali memecahkan hatiku yang sudah aku rangkai sedemikian rupa, tangisku pecah dan pertahananku runtuh. Aku yang sudah bangkit, kini berada di titik terendah lagi. Aku terluka, kecewa, dan ingin menyerah, sebab aku mulai rapuh, tidak kuat menerima kesedihan yang datang bertubi-tubi. Oleh karena itu, aku akan menutup segalanya. Lebih baik aku menutup pintu hatiku rapat-rapat hingga tak ada yang berani masuk, bahkan mengetuk sekali pun tak akan aku persilakan. Aku akan mengunci kastil kecilku dengan baik. Aku akan menjaga hatiku dan hanya akan menerima perasaan yang aman. Aku tidak akan terbuai oleh kenyamanan yang fana. Aku tidak akan lagi berusaha untuk mencari dan menerima. Aku hanya akan merangkul diriku sendiri.

Jika kamu mengenal aku lebih dalam, kamu akan tahu seberapa aku selalu memberikan yang terbaik. Aku tidak ingin menganggap diriku adalah orang yang baik, tetapi aku berani menjamin bahwa aku selalu tulus, karena aku percaya, apabila aku tulus kepada orang lain, maka orang lain pun akan memperlakukan aku dengan tulus juga. Apakah karena aku terlalu tulus, mereka yang ada di sekelilingku menganggapku mudah dan lemah? Mereka berulang kali membuat aku merasa hancur sehancur-hancurnya. Mereka yang tidak pernah aku bayangkan bisa memperlakukan aku dengan rendah, ternyata memendam perasaan ingin menghancurkan diriku. Jujur saja, inilah alasan mengapa aku tidak berniat berjalan keluar kediamanku. Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku hanya berusaha mencintai orang-orang terdekatku dengan sepenuh hati, tetapi mereka selalu melupakan aku... menganggap aku tidak pernah ada. Mereka hanya mengingat dan membutuhkan aku di saat mereka dalam kesusahan, tetapi di saat mereka bahagia, aku tidak pernah ada di sana. Bukan masalah, sebab hatiku sudah penuh, apabila mereka bahagia.

Aku tidak kecewa pada diriku dan hidupku. Aku sudah banyak belajar tentang kehidupan, sehingga aku bisa memunculkan perasaan bangga pada prinsip dan pilihan hidupku. Aku hanya kecewa pada perlakuan mereka kepadaku. Secara sengaja maupun tidak, aku tidak tahu dan tidak ingin peduli. Aku hanya khawatir, jikalau suatu hari mereka diperlakukan sama seperti bagaimana mereka memperlakukan aku, apakah mereka sanggup? Aku rasa mereka akan lebih terpuruk dariku. Mereka akan meronta-ronta, mempertanyakan kesalahan apa yang mereka perbuat kepada Tuhan. Aku tidak akan seperti itu, karena aku tahu Tuhan sayang padaku. Maka dari itu, aku diperkenalkan dengan begitu banyak perasaan yang tidak pernah bisa aku bayangkan sebelumnya bisa terjadi padaku.

Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena sudah membuat aku memulai tahun dengan kecewa. Aku jadi bisa mempersiapkan diriku lebih baik lagi untuk menjadi seseorang yang lebih kuat dari sebelumnya. Perasaan dilupakan dan dianggap tidak ada memang adalah satu hal yang sangat menyakitkan, tetapi aku tidak akan memperlakukan mereka sama seperti apa yang sudah mereka lakukan padaku. Aku akan tetap berbagi kasih kepada siapa saja yang aku temui. Aku akan berbesar hati dan tetap belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Aku tidak akan pernah berhenti untuk belajar di kehidupan ini. Setiap harinya aku akan terus berkembang karena aku tidak pernah takut dipermainkan oleh semesta, sebab aku percaya hatiku akan semakin kuat dan aku bisa mendapatkan apa yang sudah aku tanam selama hidupku. Jadi, aku hanya berharap aku tidak menyerah di tengah jalan. Tahun 2020 baru saja dimulai, biarlah kesedihan dan kekecewaan ini berakhir sampai di sini. Kuatkan aku dan bantu aku agar aku bisa tetap menjadi diriku yang tulus, bahagia apabila orang lain bahagia, dan bersyukur setiap harinya. Biarpun aku dilupakan, dianggap tidak ada, dijadikan pilihan kedua, dan dipermainkan oleh semesta, aku akan tetap bersyukur dan berjuang agar aku bisa menjadi seseorang yang lebih bahagia lagi.

Terima kasih sudah menjadi kuat. Tetap jadi dirimu yang tulus. Jangan pernah berubah hanya karena sekelilingmu meminta kamu untuk meredupkan cahayamu. Tetap pancarkan cahaya kasihmu dengan tulus. Kamu adalah seseorang yang penuh. Kamu dipenuhi cinta. Jangan lupa bahagia.











Wednesday, February 20, 2019

306 ㅡ ♕ 나는 행복해야 한다.

다이어리 안녕! 

날 보고싶지? 난 널 너무 보고싶었어... 근데 현실이 이제 달랐으니까 행복하게 살아야지! 안그래? 이제 와서 미안해. 드디어 왔어... 내가 잘지냈으면 좋겠지? 어~ 난 잘지냈어. 그래서 걱정마...

그거 알아... 나 이제 너무 행복해. 우는 시간이 없어. 믿어지지 않아도 난 진짜 괜찮아. 어~ 다 괜찮아졌어 그래서 너도 행복할수 있어. 그래... 행복하자!

근데 나 가끔... 아직 여러가지 일은 많이 생각하고 있거든. 오늘밤도 똑같아. 내 미래 어떻게 될지 진짜 모르겠네...

내가 가는 이 길이 어디로 가는지... 어디로 날 데려가는지... 그곳은 어딘지... 알 수 없지만 오늘도 난 걸어가고 있네. 사람들은 길이 다 정해져 있는지 아니면 자기가 자신의 길을 만들어 가는지... 알 수 없지만 이렇게 또 걸어가고 있네. 나는 왜 이길에 서 있나? 이게 정말 나의 길인가? 이길의 끝에서 내 꿈은 이뤄질까?

무엇이 내게 정말 기쁨을 주는지... 돈인지... 명옌지... 아니면 내가 사랑하는 사람들인지... 알 고 싶지만 아직도 답을 내릴수 없네. 자신있게 나의 길이라고 말하고 싶고... 그렇게 믿고... 돌아보지 않고... 후회도 하지 않고... 걷고 싶지만 아직도 나는 자신이 없네. 나는 무엇을 꿈꾸는가? 그건 누굴 위한 꿈일까? 그 꿈을 이루면 난 웃을 수 있을까?

지금 내가 어디로 가는 걸까? 나는 무엇을 위해 살아야만 하는가?

난 항상 행복 해지고 싶어... 너도 알지? 근데 네가 알아? 난 원래 행복했던 애잖아... 이제 깨달았어 난 행복한 여자야. 처음부터 지금까지 항상 행복해. 사랑을 많이 받고 난 내 자신을 믿고 사랑하고 있어 그래서 이제 날 걱정하지마. 난 행복하게 살 수 있어서 너도 행복해라.

오늘은 여기까지야. 잘자 내 친구. 너는 착하고 예쁘고 똑똑하고 순수하고... 충분해. 

기억해... 난 널 너무 사랑해. 굿나잇!

Thursday, November 29, 2018

305 ㅡ ♕ Nothing heals the past like time, and they can't steal the love you're born to find.

To: Han Jinhee

I look up from the ground to see your sad and teary eyes. You look away from me, and I see there's something you're trying to hide. And I reach for your hand, but it's cold. You pull away again, and I wonder what's on your mind. And then you say to me you made a dumb mistake. You start to tremble, and your voice begins to break. You say the cigarettes on the counter weren't your friends. They were my mates, and I feel the color draining from my face. And my friend said, "I know you love her, but it's over, mate. It doesn't matter, put the phone away. It's never easy to walk away, let her go. It'll be alright."

So I still look back at all the messages you'd sent. And I know it wasn't right, but it was fucking with my head. And everything deleted like the past, it was gone. And when I touched your face, I could tell you're moving on. But it's not the fact that you kissed him yesterday. It's the feeling of betrayal, that I just can't seem to shake. And everything I know tells me that I should walk away. But I just want to stay. And my friend said, "I know you love her, but it's over, mate. It doesn't matter, put the phone away. It's never easy to walk away, let her go. It'll be okay. It's gonna hurt for a bit of time. So bottoms up, let's forget tonight. You'll find another and you'll be just fine. Let her go."

But nothing heals the past like time. And they can't steal the love you're born to find. It'll be alright.

From: me

Tuesday, November 13, 2018

304 ㅡ ♕ I'm a shining solo.

To: me 

Innocent and delicate. I'm tired of pretending. I'm done.

What are you up to? Where are you? Did you eat? Good night.

Baby, darling, honey, I miss you. It's all useless.

You got me like. This is not a touching love story. No romance, no sincerity. I'm sorry, but I'm not sorry. From today on I'm a shining solo. 

Used to be your girl. Now I'm used to being the GOAT. You're sitting on your feelings. I'm sitting on my throne. I ain't got no time for the troubles in your eyes. This time I'm only looking at me, myself, and I. I'm going solo. I'ma do it on my own now. Now that you're alone, got you looking for a clone now. So low. That's how I'm getting down. Destined for this and the crown. Sing it loud like, this is not a touching love story. No romance, no sincerity. I'm sorry, but I'm not sorry. From today on I'm a shining solo. 

I'm a shining solo. I'm going solo.

After the relationship, romance, emotion, there's breakup, tears, regret, longing. I like being alone, because I should be true to myself. Like the flowing wind. Like the stars above the clouds. I want to go far away, I want to shine brightly. 

Now I'm going solo. I'm a shining solo. I'm going solo. 

From: Han Jinhee

Monday, November 12, 2018

303 ㅡ ♕ You were brave yesterday, you are brave today, and you’ll be braver tomorrow.

To: Han Jinhee in 2019

Hi, hello, 안녕.

This is gonna be a quick reminder for you. Even if there’s no one standing beside you right now, remember that I will always be there for you. You’ll be okay. You’ll do well. You’ll get to do what you love. You’ll be the best version of yourself, and no one could ever bring you down. If today you don’t feel like talking to anyone, then don’t force yourself. You don’t live to please others. I’ll remind you once again that you are perfect just the way you are. You are loved, and you deserve the whole world. If there are people who make you feel uncomfortable with yourself, leave them, darling. Why? Because you have to love yourself more. You are more than you think you are. You are stronger than you think you are. You’ll survive this world. 

No one could ever drag you down because you are now walking your own path. You’re now enjoying your life to the fullest. You can stand strong alone. You were brave yesterday, you are brave today, and you’ll be braver tomorrow. You don’t need anyone to stand beside you because even if you are alone, you can do everything you like and you can be happy. Being happy is a state of mind. You are happy. You have found your happiness. It’s within you. You have loved yourself even more now and that’s what makes you stronger than ever. You won’t be crying because of small things anymore. You’ll be fine with people come and go from your life. That’s a part of learning. That’s life.

This is gonna be the most important thing that I want you to remember. Please be with someone who loves you just the way you are. Be with someone who makes you happy for no reason. Be with someone who makes you feel loved. Don’t be with someone who only makes you lose your confidence. Don’t be with someone who values you only because of your looks, your stuffs, and your outfits, but be with someone who sincerely making an effort to get to know you better. Yes, effort, not just by words, but real efforts, not excuses. Be with someone who makes you feel special, not with someone who loves making others feel the same as you. Be with someone who sincerely wants to build dreams with you, not with someone who only placing you as an option. I know you. I know what kind of person you are. When you want to be with someone, you’ll go with that person no matter what happens, but it’s extremely hard to make you fall for someone since you actually don’t really believe in what they called love. Well, especially when a man already stepped on a boundary you have built, like making you lose your confidence by saying words you don’t like to hear, making you hate yourself, or just simply doing things you don’t like by being impolite, and I know when you don’t like it, you’ll leave everything behind, even if you have thought for a brief moment that you might end up with this person. No one knows what’s ahead, no one knows the future, but I’m sure you’ll end up with someone who makes you happy, not with someone who only makes you feel insecure. It’s not easy to make you fall head over heels because you’ve come to a realization that you love yourself more, so you want the person you’re dating to love you sincerely for who you are, not for what you are. You have the power. You are strong. That’s what I like about you. You are a strong character.

So, don’t mind others. This is your world. This is your life. You can be whatever you want. Live this life by being who you are. God creates you with lots of talent and you are perfect for Him, so don’t let others bring you down. You don’t need people to value your existence, but you have to love yourself even more because no one is ugly, and no one’s life is bad. You just have to change your perspective of seeing things in life. If today you see yourself as a bad luck person, then go to your room, lock the door, and talk to God. You’ll find peace and you’ll be okay.

Trust me. Believe in yourself. In 2019, you are going to achieve something and when you re-read this letter, you’ll smile, because you’ve done something really great. I’m writing this when I’m just settled down everything. I’ve prepared plans for you in 2019 and I hope you like it. I hope you’ll enjoy life by doing all my plans. You don’t need anyone to make you happy, darling, because you have the power to be happy. You are such a nice person, and I know you’ll get everything nice in the future. Just so you know, I’m leaving all the toxic things, toxic people, toxic state of minds behind to come this far. You’ll be very happy in 2019, and don’t forget to thank me later.

From: me in 2018

Friday, November 2, 2018

302 ㅡ ♕ It’s enough to chase and be chased.

To: Han Jinhee

I’ve analyzed lots of stuff. All the things he did to you, all the words he said to you were completely something you avoid. The words he said sometimes become a little hurtful and what he did sometimes makes you feel uneasy. At first, you thought that would be interesting to try going out with a person like that, but deep in your heart, the score is zero. Am I right? At first, you thought he might be the one, but now you know he’s just a passerby. Well, things got complicated at some point, and there was the time when you seriously thought about everything. You thought you liked him when you actually not. You thought you have found your happiness when you actually not. You thought he might be the one for you, but he’s actually not. You two are most likely strangers to each other, I guess, so I think you don’t really have to explain everything in words since I know you don’t like going straight to something unclear. You also don’t like being the one who thought both of you had something when you two actually not, so I’m gonna let you leave him be.

You’ve learned more things about life. You are now loving yourself even more. You are more confident, and you’re more beautiful since you’re happier. It’s really a nice decision to stop everything and going back to where you used to be. Being alone is not a crime. You are stronger alone, so why bother wanting someone to stand beside you? It’s a nuisance. You are surrounded by lots of great people like your family, your friends, and all the people who taught you how to survive in this cruel world. So, all you need is yourself going really strong because you have the power to live proudly.

You know what, I think it’s a nice decision to forget everything and start doing things that make you happier. Even if it means you’re going back to your routine, but it’s better than keeping toxic people in your life and doing toxic thing that isn’t your style. It’s a perfect decision to start over. You’ll be okay. You’ve done well. You’re doing great. I’m proud of you.

It’s enough to chase and be chased. I know you’re tired of everything. Because of that, I want you to shut people out, and start thinking about your own future for now because I want you to be happier first. I want you to be that one person who resonates happiness to others. Well, if they think that you might reconsider everything, then they need to give up since I know you will never going back and you’ll never turn your head when you’ve decided to move forward. So, keep this in your mind that you can do it! You can be whatever you want. Build your dreams and make them all happen. Don’t forget to do everything with love because God loves you so much, so you have to love yourself even more.

From: me

Tuesday, October 2, 2018

301 ㅡ ♕ It’s my decision to decide.

To: Han Jinhee

Being in love isn’t like this. Wake up, and start analyzing some things. It’s about give and give, not give and take. If it’s about taking for granted, then it is not right to keep moving forward. You will have to stop everything and close the book. Stop writing another chapter that isn’t going anywhere, but only breaking your heart. You deserve to be a decision, not an option. You deserve to be loved.

It’s no use to going back doing all the sweet things since I know you’ve done thinking and you’ll start working on what’s written in your plans for 2019 soon. It’s too late. It’s now my decision to decide.

From: me

Monday, October 1, 2018

300 ㅡ ♕ Carilah dia yang mampu membangkitkan versi terbaik dari dirimu yang selama ini terlelap.

Teruntuk, diriku; yang seringkali merindu.
Ini pesanku untukmu, diriku.

Kamu harus tahu bahwa dirimu pantas dicintai.
Kamu lebih dari apa yang kamu bayangkan.
Kamu harus bahagia walau dengan air mata.

Kamu kuat.
Kamu yang terbaik.

Kamu pernah membayangkan indahnya dicintai sepenuh hati oleh seseorang, bukan? Ah, bukannya pernah lagi, melainkan aku tahu, kamu terlampau sering membayangkan hal itu hingga ketika tangan tak sampai, maka kamu terjatuh begitu dalam. Oleh karena itu, di sini aku akan menyadarkanmu bahwa nyatanya hidup tak akan sesuai dengan harapanmu, sebab Tuhan tidak akan memberikan segalanya yang kamu inginkan, tetapi Tuhan akan memberikan segalanya yang kamu butuhkan. Kamu harus tahu itu, aku.

Lantas, untuk apa kamu mendambakan kehadiran sosok yang hanya akan menjadi pelengkap hidupmu saja di saat kamu bisa hebat dan kuat tanpa siapa pun di sampingmu? Carilah dia yang mampu membangkitkan versi terbaik dari dirimu yang selama ini terlelap.

Percayalah padaku, kamu bisa bahagia.

Girl, perfectly her, broken and hurt. Soft and asleep in the morning gray. Shake off the night and don't hide your face. The sun lights the world with a single flame. I want you to see this. Today and all of your days, I'll wear your pain, heal what I can in your troubled mind. Sometimes our bodies will hurt for some time, and the beauty in that can be hard to find. I want you to find it. So run, wake up and run, my little one. I wanna tear down these walls that can't hold you inside, rip out the cords and uncover your eyes. We'll make our escape in the dark of night. I need you to see this. Girl, you'll see the world, and you'll come to learn that falling in love is a strange work of art. All of your battles will shape who you are, and know that your scars are my favorite part. I want you to know this.

Good bye, to you.
From someone, me.

Sunday, August 26, 2018

288 ㅡ ♕ Lantas, untuk apa aku tetap mengukir kisah dengan mampir yang berulang kali kujadikan hampir?

MAMPIR ☓ HAMPIR: TERAKHIR
Aku, menyatakan kehilangan, kepergian, dan berpulangnya hati ke tempat semula
Ditulis oleh Vanny | 606 kata

Terakhir kalinya,
aku mengulum senyum,
menebar harum,
berharap kau maklum,
karena,
melalui bibir ranum,
aku berkata,
tak akan lagi tersenyum.





Aku rindu dia;
yang selalu membuatku penuh tanya,
yang bahagia tanpa aku di sisinya,
yang tak menjadikanku kesayangannya.

Bintang di langit;
sampaikan salamku padanya,
bisakah kau menjaganya,
karena aku akan berhenti untuk selamanya.


Di sebuah kedai, dengan secangkir kopi, sang puan ditemani sunyi. Puluhan persona berjalan ke sana kemari demi mencari sebuah tempat yang nyaman ditinggali. Berbeda dari mereka, aku menatap keluar jendela, menghela napas berat, mengusap kembali hati yang teramat rapat, memanggilmu dengan bahasa isyarat, berharap kau mampu merasakan kerinduanku yang tersirat. 






Aku berdiri;
di tengah keramaian,
tak berusaha mencari aman,
hanya ingin menemukan kedamaian.

Aku berada;
di lingkungan yang riskan,
merasa tersingkirkan,
karena tidak dipedulikan.


Melalui mata, aku mencoba mengeluarkan suara, walau paham betul, tak mungkin sampai ke sana. Melalui tarikan napas, aku menghempas keraguan, menyuarakan keputusan, tak akan lagi dilingkupi tangisan. Melalui hati yang mulai tertutup, aku menutup segala kemungkinan, tak berusaha menginginkan, pun tak akan menyulitkan. Semua sudah kujadikan putusan, walau masih berniat melepas tanya, tentang kau dan hiruk pikuk kota, di manakah engkau gerangan, di saat aku cemas kau berada di titik mengkhawatirkan? Tak usah bertanya, siapakah aku ini, yang hanya berdiri di sini, mana mampu menemani, dirimu yang bahkan tak ingin ditemani? Aku, menyatakan kehilangan, kepergian, dan berpulangnya hati ke tempat semula. Aku sudah memulai, tetapi tak sesuai. Bukan membuai, malah terbuai. Alhasil, aku tak akan berpegang lagi padamu yang entah berniat menjaga, atau hanya mencoba. 


Tetapi;
ini menyenangkan,
juga menyedihkan,
biar jadi pengalaman.

Maka;
tak lagi memanggil sayang,
hanya ingin mencipta kenang,
berusaha mengubah masa tayang.


Aku teringat. Kala itu, kau datang, hanya bertandang, berniat menyambang, merasa tak butuh tambang, tak ada maksud memiliki lambang telah berhasil datang. Aku bernyanyi dengan suara sumbang, yang kuyakini bisa membuatmu terbang, tetapi malah menyisakan lubang, di hati terdalam, hanya karena sebuah salam. Aku yang terlalu suka hingga lupa, kau bisa saja membawa luka, pada akhirnya. Maka dari itu, aku tak akan lagi merasa butuh dan mengeluh, bila kau tak luluh, karena aku yang melulu merasa perlu untuk mengabarkanmu. Tentangku yang tak pernah terbesit dalam pikiranmu, tentangku yang tak juga hadir dalam mimpimu, tentangku yang tak mampu membuatmu ingin mengunjungiku, biar itu kau simpan dalam kotak kenangan, karena aku tak akan lagi berpegangan, pada sebuah kepalsuan akan kasih yang mungkin kau berikan.



Aku;
ditemani sepi,
dilingkupi sunyi,
seorang diri.

Aku;
berada di keramaian,
tinggal aku sendirian,
sebab kau bepergian.


Waktu untuk melepasmu sudah mampir, karena sejak awal memang hanya hampir, tetapi kali ini, yang terakhir. Meski aku menggebu, kau menempatkanku dalam kelabu, dan tak berniat berlabuh. Lantas, untuk apa aku tetap mengukir kisah dengan mampir yang berulang kali kujadikan hampir? Tak ingin kupaksakan, memang tak bisa mengatakan, tetapi aku akan meluruskan. Aku bukan perempuan, yang bisa memanggilmu tuan, hanya karena kau berikan umpan. Aku tidak sama seperti mereka, yang bisa menerka, apakah engkau suka. Aku tahu butuh waktu, tetapi bukan berarti, mencariku hanya karena butuh. Aku tidak sempurna, tak secantik purnama, tetapi aku punya nama, yang bisa menunggumu lama, bila kau berhati sama. 


Harum kopi menguar,
memanggilku keluar,
agar pikiranku tak lagi liar,
karena mataku berpendar,
mencari dia yang tanpa sadar,
menempatkanku di luar radar.

Pahit seperti kopi,
perihnya hati,
yang tak sengaja tersakiti,
oleh dia yang hanya meneliti,
bukan ingin menempati,
dan tak minat untuk berjanji.


Hanya itu yang aku punya. Tak ingin lagi dimanja, semua hanya pura-pura, menggunakan permainan kata. Iya, bukan? Oleh karena itu, sudahi saja. Selamat tinggal, lembayung senja.

Saturday, August 25, 2018

287 ㅡ ♕ Aku akan menjadi harapan untuk masa depan.






Malam ini, aku memutuskan untuk berdiri, dan memilih untuk tak lagi tersenyum lirih. Detik ini, aku akan menyatakan kepada dunia bahwa aku berhak untuk bahagia. Meski tak mengerti apa arti kebahagiaan, tetapi aku akan mencoba memperjuangkan. Aku akan mencari, dan terus berdiri walau hati ingin berhenti. Aku bisa, karena aku mampu. Aku sanggup, karena aku berjuang. Aku tulus, karena aku tak mengeluh. Aku yakin, karena aku percaya. Semuanya akan baik-baik saja.

Berulang kali aku terjatuh, lama-lama aku menjadi rapuh. Meski begitu, rasanya aku tak akan berniat lagi untuk memberikan hatiku yang utuh kepada siapa pun, karena seluruhnya hanya milikku seorang. Aku tak akan lagi berbagi, karena semua hanya berujung perih. Maka dari itu, aku akan menutup buku, menyimpannya sebagai cerita pilu, dan tak kubiarkan diriku menerima hati siapa pun yang ingin berkunjung. Aku akan melepaskan, membiarkan semuanya yang bukan menjadi milikku pergi dari hidupku, dan mengatakan kepada diriku sendiri bahwa aku tak akan kembali mencintai dan dicintai. Biar aku hanya hidup untuk diriku sendiri, karena meski berdiri seorang diri, aku tak perlu mengulang perih. Hanya ingin mengurangi kepedihan, aku tak butuh pujian dan harapan. Aku hanya membutuhkan sebuah kehidupan dengan diriku sebagai pemeran utama.



Aku akan mulai menghitung mundur. Sebentar lagi, hari-hari berat yang kualami akan berakhir, menyisakan diriku dan mimpi yang akan aku buat nyata di tahun depan. Tak lagi berharap, aku tak akan berani lagi, karena kali ini, aku akan menjadi seseorang yang diharapkan. Aku akan menjadi harapan untuk masa depan. Sulit memang, terasa pahit di hati, tetapi pada kenyataannya, bahkan hingga jatuh ke parit pun, aku lagi-lagi masih sanggup berdiri.



Aku harus;
memuji diriku,
menyayangi diriku,
sebab akulah yang,
bertanggung jawab atas;
kehidupanku,
kebahagiaanku.

Friday, August 24, 2018

286 ㅡ ♕ Apakah itu arti kebahagiaan? Tentang perasaan, pengabdian, penghargaan, kebebasan, atau harapan?

SONG JINHEE ☓ SONG JAEHEE
Life hurts a lot, so please burn my sad days
Written by Vanny | 1,106 words


Tidak membandingkan, 
pun tidak ditulis demi mencari hidup siapa yang lebih menyedihkan.
Murni hanya ingin mengetahui, 
siapa yang lebih banyak berjuang, 
memperjuangkan kebahagiaan yang mereka katakan ada,
 tetapi sebenarnya di mana?



Ini adalah sebuah kisah dua saudara: Jinhee dan Jaehee.


Di dekat jendela, seorang anak perempuan duduk dengan tenang. Mengeluarkan sebuah buku harian, ingin menghiasi kertas yang masih bersih dengan tinta hitam. Titik-titik air mulai membasahi jendela karena Sang Langit tengah menangis, menjadikan hari itu penuh tangis bagi dia yang tengah menuliskan kisah hidupnya seorang diri. 


Namanya Jinhee. Rambutnya tak lagi pendek di atas bahu, sebab katanya, perempuan lebih cantik, jika berambut panjang. Maka, berniat untuk tampil berbeda dari biasanya, mahkotanya sudah panjang melebihi bahu sampai ke punggung, dan hari itu, surai kemerahan itu dibiarkan tergerai. Wajahnya oval dengan sepasang intan kecokelatan yang apabila kedua sudut bibir terangkat ke atas membuat kelopak mata berperan penting; membuat mata ikut tersenyum. Sipit, keturunan memang. Sudah begitu sejak lahir. Pipi pun tak tinggi, tetapi cukup naik ketika ia tersenyum sepenuh hati. Giginya tak sebaik yang disangka, alhasil pengikat besi dipasang agar benar adanya sang dara bisa menjadi apa yang mereka katakan dengan: cantik.

Suatu hari, ia berandai, apabila suatu hari nanti, ia bisa terbang bebas, keluar dari sangkar emas. Berteman dengan semua yang bisa membuatnya tertawa, disenangi banyak orang, dijadikan seseorang yang berarti, dan terlebih, ada yang menanyakan seberapa pedih hatinya, walaupun asal.

Putih. Warna yang membuat sosok Jinhee mengenal arti sebuah perasaan yang menghangatkan sanubari. Putih, mewakili sebuah awal. Tahu betul, kala itu, ia terbang; senang, meski tak bahagia, karena saat itu, mana ada yang tahu apa arti dari kebahagiaan. Bahkan, tak berapa lama, sayapnya patah, menyisakan luka, yang membekas, meski tak ada penyesalan.

Abu-abu, mewakili awal dari segala penderitaan. Abu-abu, mewarnai dunianya. Keputusan diambil. Bukan dari hati, melainkan dari mereka. Tidak apa, meski ada kekecewaan pada diri, ketika tak mampu mengikuti lingkungan berjuang mati-matian. Tidak apa, meski ada kesedihan pada diri, yang tidak menyukai pekerjaan yang dilakukan. Tidak apa, meski ada tangis dan air mata, tetapi setidaknya sudah berusaha. Dua, tidak, hampir tiga tahun berlalu begitu saja. Tanpa melakukan kegiatan menyenangkan, tak berada dalam lingkup manapun, tak bisa lagi mengembalikan waktu, dan keseharian dihabiskan berperan menjadi orang lain, tanpa sepengetahuan siapa pun. Jangan tanya, apakah lelah menghampiri, karena ia pasti lari, ingin kabur dari hari, menyisakan perih bagi kedua pemberi.

Tidak bisa menyuarakan isi hati tak menyukai yang dilakukan, sebab kaki belum bisa berdiri sendiri. Tak mampu menolak, sebab tak ada pilihan lain. Kau tahu? Bagaimana rasanya dibiarkan memilih, tetapi pilihan sudah ada di depan mata? Walaupun pilihan kau ambil, pada akhirnya, mereka yang memiliki andil. Setidaknya, dari situ, ia mengenal hidup.

Terkadang, hanya setetes air mata yang mampu ia berikan sebagai kasih yang diperuntukkan bagi diri. Menahan kekecewaan, meminta raga untuk bertahan, memantapkan hati untuk terus maju. Tak peduli badai, ia tetap akan berdamai. Tak perlu tahu tujuan, hanya ingin membanggakan. 

Tetapi, satu kali setiap hari, rasanya selalu ada yang hilang dalam dada. Sebuah pertanyaan kembali muncul tanpa aba-aba. 

Inikah hidup? 

Lalu, satu lagi. 

Apakah dirimu bahagia?

Jawaban yang diberikan bukanlah sebuah pernyataan, melainkan pertanyaan yang tidak sama sekali diketahui apa jawabannya.

Apakah itu kebahagiaan?

Mencoba melakukan banyak hal demi membanggakan orang lain. Apakah itu termasuk bahagia?
Mengerjakan hal-hal tak disukai demi kesenangan orang lain. Apakah itu termasuk bahagia?
Menjadi seseorang yang diinginkan orang lain. Apakah itu termasuk bahagia?

Sesungguhnya, semua masih abu-abu. Terasa abu-abu, dan memang abu-abu.

Banyak hal dilakukannya demi orang lain, hingga kini, ia lupa bagaimana caranya membahagiakan diri sendiri. Benar memang, kata mereka. Bahagia itu sederhana. Tetapi, apakah arti dari kebahagiaan itu sendiri? Ia tidak paham. Tak ada yang mengajari, karena hidup untuk orang lain.

Tidak ada yang berani mendekat. Mana ada yang terpikat. Bukan soal apa, hanya terkadang pikiran melayang terbang, mencari jawaban atas segala pertanyaan. Apa itu kebahagiaan? 

Sudah dan selalu bersyukur, tidak menyesal karena sejak tiga tahun lalu memilih kehidupan yang diinginkan orang lain. Meski pedih, tetap hati berjuang menahan dan melawan segala yang menghadang, demi memperjuangkan sebuah kertas yang menyatakan diri siap terjun ke masyarakat. 

Hanya saja, lagi-lagi, satu kali setiap hari, ia termenung, membayangkan hidupnya di kemudian hari. Terlalu lelah berjuang, pundak terasa berat. Ingin melepas, namun masih belum bisa bebas. Ingin sesekali dihibur, tetapi lebih memilih kabur, dan berakhir menjadikan tangis sebagai penghibur. 

Tidak pernah ada iri, karena tahu diri. Bersyukur selalu, karena tahu semuanya akan berlalu. Hanya saja, satu kali setiap hari, ia menitikkan air mata, meminta ditunjukkan kebahagiaan selamanya, bukan yang fana, dan hanya kepalsuan semata. 

Kembali lagi. 

Apakah itu arti kebahagiaan? 
Tentang perasaan, pengabdian, penghargaan, kebebasan, atau harapan?




Jaehee, yang membuat orang lain terpana, jatuh cinta, dan ingin menyapa.

Semua mata yang memandangnya selalu mengatakan bahwa ia cantik. Kulitnya putih. Ia menarik hati dan menawan. Mana ada lawan. Singkat cerita, semua orang menyukai Jaehee. Lebih senang bercengkrama dengannya, dibandingkan dia yang tidak pandai bicara.

Sejak putih abu-abu, banyak mata tertuju hanya kepadanya. Lawan jenis, apalagi. Banyak barang, banyak pengharapan diarahkan padanya. Sebuah pertanda, ia dianggap yang terbaik, pada masa itu. Bahkan, pergumulan yang dilaku masih ada yang berjalan hingga sekarang. Ia begitu disenangi hampir oleh semua orang yang ditemuinya. Berbeda sekali dengan yang tak pernah dianggap dan dicari hanya karena presensinya dibutuhkan untuk mendengar celotehan.

Menaiki tingkat selanjutnya, ia diperbolehkan memilih jalan sendiri. Mencari jati diri, dibiarkan pergi memutuskan. Hal itu membuat hingga akhir, ia selalu ingin kembali menuntut ilmu demi kesenangan dan kebahagiaannya. Berbeda dari dia yang tak mampu angkat bicara, tak bersuara, hanya mengikuti apa kata mereka.

Surat untuk menjadi bagian dari masyarakat telah didapat di tangan. Kebahagiaan lengkap sudah ketika sosok baru hadir ke dalam hidupnya. Ingin berdekatan, berusaha meminangnya. Inilah hidup, kata yang lebih tua. Menjalankan hari sesuai hati, menemukan tujuan dari segala jalan, membuat kebahagiaan sendiri nyata. Sosok baru yang di dalam kedua bola matanya terlukis potret wajah yang terkasih, membuat ingin memiliki kekasih. 

Bersyukurlah, sebab membuat orang lain jatuh hati, tak semudah membalikkan telapak tangan. Kata Jinhee, dalam hati. Maka, nikmati, hargai, dan jagalah cinta yang diberikan dia yang memandangmu dengan penuh kasih sayang; menjadikanmu kebahagiaan dalam hidupnya.



Hanya mampu berdiri di belakang, tersenyum hambar. 

Sudahi saja, sebab jika dilihat lebih dalam, maka kau pun akan ikut tenggelam dalam kepedihan hidup dia yang terlupakan kebahagiaannya. Padahal, hanya satu harapannya, ingin bisa menjadi orang terkasih bagi yang dikasihi. Hanya satu impiannya, ingin menjadi dia yang diimpikan seseorang yang dijadikan impian baginya. Namun, banyak hal membuat ia hanya mampu berkhayal. Pantas, ia tak ayal bahagia. 

Siapa pula yang berani bahagia? 
Dia, yang tidak mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya.


Friday, August 3, 2018

265 ㅡ ♕ Langit pernah bercerita padaku tentang rindu menggebu yang menjadikannya hujan.

Kemarin, aku menghadap masa depanmu, berharap mewarnai sedikit demi sedikit kertas putihmu, merangkul dingin tuturmu, berdoa agar aku mampu membuatmu tersipu, meski palsu. Di situ, aku tak pernah mau pergi, merangkai bunga penuh kasih agar setidaknya tamanmu tak kembali layu. Aku tak pernah sanggup melihatmu menangis sendiri walaupun dalam hati, sebab langit pernah bercerita padaku tentang rindu menggebu yang menjadikannya hujan. Aku mencoba memelukmu, merengek bak anak kecil meminta permen kepada sang ibu. Rupanya, tangisan ini tak mampu menahanmu. Ia meninggalkan kenangan-kenangan yang hanya bisa kubenci. Aku mencoba menatap matamu. Akankah ia kembali pada rayuku? Atau ke masa lalu? Atau ke rumah lain justru?

Kau adalah tanah lapang di padang gersang. Aku berjalan di atasnya, menunggu badai menyelimuti tubuh rentanku. Selanjutnya, rambutmu adalah hal yang paling kubenci setelah waktu. Sebab di situ kau menaruh banyak tanda tanya yang hanya bisa kujawab sendiri dengan menerka-nerka tentu saja. Kau datang ke setiap mimpiku, setiap waktu dalam satu minggu, menggerogoti tembok yang aku bangun setelah kau pergi kala itu. Kau melepasku, lalu bayangmu mengikuti tak kenal malu. Aku tak sanggup lagi mengemis padamu, hanya demi berlomba memenangkan piala perunggu. Aku mau menjadi yang kesatu, kasihku. Tetapi, aku kerap kali takut kembali menahanmu, walaupun rindu terkadang menjemput di sela-sela napasku. Esok hari, aku mencoba kembali menunggu. Lalu kau membunuh bayanganku dan berpura-pura menyelamatkanku.

Teruntuk orang-orang yang merasa kehilangan dan sulit untuk melupakan,
Kau tidak pernah sendirian.

Transkrip: Menjadi Manusia, Perihal Waktu.


Thursday, August 2, 2018

264 ㅡ ♕ Tidak menyerah dalam kehidupan yang nyatanya adalah hangat adanya.

Singkatnya seperti ini. Ketika perspektif kita digeser untuk bisa melihat bahwa orang lain mengalami cobaan yang sama, atau lebih berat bahkan, biasanya ada perasaan empati yang muncul terhadap kehidupan mereka, sekaligus kehidupan kita sendiri. 

Syukur bisa terbesit oleh rasa terima kasih atas setiap cobaan apapun yang dimiliki. Karena setidaknya, ada proses dan makna yang sedang dibentuk. Bukan tentang apakah masalah kita lebih sulit atau lebih mudah. Bukan juga sebagai bahan pembanding. Melainkan bagaimana kita melihat, mengatur perasaan, mengevaluasi sikap terhadap setiap masalah, kekhawatiran, kecemasan, dan keresahan apapun yang kita hadapi. Lewat perspektif orang lain yang juga sedang berjuang melalui cara mereka sendiri. 

Intinya... mari sama-sama utntuk tidak menyerah dalam kehidupan yang nyatanya adalah hangat adanya.

Transkrip: Menjadi Manusia, Belajar Memahami.

Monday, July 16, 2018

255 ㅡ ♕ Kehidupan mungkin adalah sebaris pertanyaan yang diberikan secara lisan.

Kehidupan mungkin adalah sebaris pertanyaan yang diberikan secara lisan. Mereka tidak pernah mengajarkan dengan apa dan bagaimana cara menjawabnya. Kita hanya bisa mencoba dan menerka hingga berputus asa. Namun, banyak sekali hal-hal indah yang bisa dilakukan, menyerah adalah bukan salah satunya

Cerita, cinta, realita dan cita-cita adalah beberapa bab yang bisa kita baca dalam buku kehidupan. Tidak ada salahnya untuk membolak-balikan halaman tersebut dan membacanya berulang-ulang, tetapi dengan terus melanjutkan ke lembar berikutnya adalah salah satu cara untuk menyelesaikannya. Pasti banyak cerita yang tidak menyenangkan, tetapi dari situ juga kita mendapatkan pengalaman.

Mari kita bersama dan bercerita kepada sekitar, tentang apa yang telah diberikan kehidupan kepada kita, dari mulai amarah hingga bahagia. Barangkali beberapa diantaranya berguna bagi mereka yang sedang dilanda masalah.

Mungkin kini saatnya kita menjadi manusia sepenuhnya, sebab kita adalah manusia yang masih belajar menjadi salah satunya dan terlalu lama tidak pernah benar-benar ada disana.

Transkrip: Menjadi Manusia, Menjadi Manusia.




Wednesday, July 11, 2018

254 ㅡ ♕ Cinta adalah menentukan pilihan setiap harinya; untuk mencintai atau tidak mencintai.

Cinta adalah serangkaian pilihan. Pada dasarnya kita akan mulai menyukai seseorang dari bentuk fisiknya, lalu kemudian kita mulai mengenal lebih dalam. Selera humor, hobi, prinsip, logika, dan sebagainya. Dari berbagai hal tersebut, kita sudah mulai memilih mana yang sekiranya tepat untuk kita cintai. Jika pilihan sudah ditentukan, cinta bisa memberikan sensasi luar biasa. Bagaimana kita merasa nyaman ketika berada di dekat orang yang kita cinta, senyumannya yang seolah membuat kita lupa akan segala masalah, atau suaranya yang secara ajaib mengobati luka teramat. 

Sama seperti menaiki sebuah pesawat, ada kemungkinan terjadi turbulensi; Ketidaksepahaman. Pertengkaran. Rasa bosan. Kita akan sampai pada titik dimana kita ragu apakah kita sudah menentukan pilihan yang tepat. Kemudian kita harus menentukan pilihan kembali: untuk tetap terbang bersama orang tersebut, atau melompat dari pesawat.

Jika kita memilih untuk melompat, sensasi terjatuhnya bisa membuat kita menjadi dewasa, atau justru sengsara, tergantung apakah kita melihat hal tersebut sebagai sebuah akhir atau justru sebuah awal yang baru. Namun, pada akhirnya kita akan kembali berada pada sebuah bandara dan menunggu untuk menaiki pesawat berikutnya. Lalu kemudian ada turbulensi lagi, atau justru kali ini tidak ada sama sekali, atau bahkan kita memilih untuk merubah tujuan penerbangan. Apapun itu, pilihannya akan tetap sama. Untuk tetap terbang atau  melompat?

Cinta adalah menentukan pilihan setiap harinya; untuk mencintai atau tidak mencintai. Sangat sederhana, bukan? Sayangnya, tidak. Pilihan untuk mencintai bukanlah perasaan; melainkan sebuah tindakan. Itulah mengapa sangat sulit. Kita harus melakukan sesuatu, tidak hanya sekedar membeli bunga. Dan seringnya kita harus berkorban dan mengesampingkan keinginan diri sendiri. Terkadang mudah untuk dicintai. Terkadang juga sangat sulit. Tetapi pada akhirnya, itu selalu menjadi  pilihan.

Lalu bagaimana kita tahu kalau itu cinta? Sayangnya, itu bukan pertanyaan yang harus ditanyakan. Pertanyaannya adalah: Apakah kita memilih untuk mencintai orang tersebut atau tidak? Sekarang. Bukan esok. Hari ini. Jika iya, cintai dengan semua kapasitas yang kita miliki. Jika tidak, maka berjanjilah satu hal.

Biarlah jatuhnya membuat kita lebih kuat.

Transkrip: Menjadi Manusia, Tentang Cinta.