Showing posts with label drama. Show all posts
Showing posts with label drama. Show all posts

Friday, May 1, 2020

345 ㅡ ♕ Someday, I know someone’s gonna be there.

Someday, you're gonna realize. One day, you'll see this through my eyes. By then, I won't even be there. I'll be happy somewhere, even if I can't.

I know you don't really see my worth. You think you're the last guy on earth. Well, I've got news for you. I know that I'm not that strong. But, it won't take long.

Because, someday someone's gonna love me the way I wanted you to need me. Someday someone's gonna take your place. One day, I'll forget about you. You'll see I won't even miss you.

Someday, someday.

Right now, I know you can't tell, I'm down and I'm not doing well. But, one day these tears, they will all run dry. I won't have to cry sweet goodbye. 

Someday, I know someone's gonna be there. 











Wednesday, January 1, 2020

312 ㅡ ♕ Biarpun aku dilupakan, dijadikan pilihan kedua, dan dipermainkan oleh semesta.

1 Januari 2020, Kim Yeonji.

Aku mengawali tahun baruku dengan merasakan kekecewaan yang luar biasa. Aku sudah belajar untuk tidak lagi menaruh harapan kepada orang lain di tahun 2019. Tetapi menjelang 2020, aku lagi-lagi terlampau bahagia hingga aku lupa untuk menjaga hatiku. Kini hatiku jatuh lagi. Aku kembali menaruh harap pada sesuatu yang tak pasti. Sesuatu yang membuat aku tertatih lagi untuk kesekian kali. Tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa aku bisa sesakit ini lagi.

Kedatangannya yang tiba-tiba membuat aku berpikir ini adalah pertanda kasih. Dia menjadikan aku seorang teman cerita. Dia membuat aku menjadi seseorang yang ceria. Dia membuat aku berpikir aku istimewa. Nyatanya semua hanya pura-pura. Ketulusan hatiku sirna begitu saja, apalagi ketika sekelilingnya bisa membuat dirinya lebih bahagia. Apalah aku ini yang hanya bisa tulus mengucap kata dan memperlakukan dia bak seseorang yang sempurna. Aku bukan siapa-siapa, maka tak pantas aku berharap lebih.

Lagi, lagi. Aku terluka lagi. Menjelang akhir tahun 2019, aku mulai melemah karena satu dan dua hal yang sempat membuatku terkejut. Meski begitu, aku tetap tegar dan berusaha untuk tetap kuat. Tetapi ketika orang yang sempat membuat hatiku remuk kembali memecahkan hatiku yang sudah aku rangkai sedemikian rupa, tangisku pecah dan pertahananku runtuh. Aku yang sudah bangkit, kini berada di titik terendah lagi. Aku terluka, kecewa, dan ingin menyerah, sebab aku mulai rapuh, tidak kuat menerima kesedihan yang datang bertubi-tubi. Oleh karena itu, aku akan menutup segalanya. Lebih baik aku menutup pintu hatiku rapat-rapat hingga tak ada yang berani masuk, bahkan mengetuk sekali pun tak akan aku persilakan. Aku akan mengunci kastil kecilku dengan baik. Aku akan menjaga hatiku dan hanya akan menerima perasaan yang aman. Aku tidak akan terbuai oleh kenyamanan yang fana. Aku tidak akan lagi berusaha untuk mencari dan menerima. Aku hanya akan merangkul diriku sendiri.

Jika kamu mengenal aku lebih dalam, kamu akan tahu seberapa aku selalu memberikan yang terbaik. Aku tidak ingin menganggap diriku adalah orang yang baik, tetapi aku berani menjamin bahwa aku selalu tulus, karena aku percaya, apabila aku tulus kepada orang lain, maka orang lain pun akan memperlakukan aku dengan tulus juga. Apakah karena aku terlalu tulus, mereka yang ada di sekelilingku menganggapku mudah dan lemah? Mereka berulang kali membuat aku merasa hancur sehancur-hancurnya. Mereka yang tidak pernah aku bayangkan bisa memperlakukan aku dengan rendah, ternyata memendam perasaan ingin menghancurkan diriku. Jujur saja, inilah alasan mengapa aku tidak berniat berjalan keluar kediamanku. Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku hanya berusaha mencintai orang-orang terdekatku dengan sepenuh hati, tetapi mereka selalu melupakan aku... menganggap aku tidak pernah ada. Mereka hanya mengingat dan membutuhkan aku di saat mereka dalam kesusahan, tetapi di saat mereka bahagia, aku tidak pernah ada di sana. Bukan masalah, sebab hatiku sudah penuh, apabila mereka bahagia.

Aku tidak kecewa pada diriku dan hidupku. Aku sudah banyak belajar tentang kehidupan, sehingga aku bisa memunculkan perasaan bangga pada prinsip dan pilihan hidupku. Aku hanya kecewa pada perlakuan mereka kepadaku. Secara sengaja maupun tidak, aku tidak tahu dan tidak ingin peduli. Aku hanya khawatir, jikalau suatu hari mereka diperlakukan sama seperti bagaimana mereka memperlakukan aku, apakah mereka sanggup? Aku rasa mereka akan lebih terpuruk dariku. Mereka akan meronta-ronta, mempertanyakan kesalahan apa yang mereka perbuat kepada Tuhan. Aku tidak akan seperti itu, karena aku tahu Tuhan sayang padaku. Maka dari itu, aku diperkenalkan dengan begitu banyak perasaan yang tidak pernah bisa aku bayangkan sebelumnya bisa terjadi padaku.

Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena sudah membuat aku memulai tahun dengan kecewa. Aku jadi bisa mempersiapkan diriku lebih baik lagi untuk menjadi seseorang yang lebih kuat dari sebelumnya. Perasaan dilupakan dan dianggap tidak ada memang adalah satu hal yang sangat menyakitkan, tetapi aku tidak akan memperlakukan mereka sama seperti apa yang sudah mereka lakukan padaku. Aku akan tetap berbagi kasih kepada siapa saja yang aku temui. Aku akan berbesar hati dan tetap belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Aku tidak akan pernah berhenti untuk belajar di kehidupan ini. Setiap harinya aku akan terus berkembang karena aku tidak pernah takut dipermainkan oleh semesta, sebab aku percaya hatiku akan semakin kuat dan aku bisa mendapatkan apa yang sudah aku tanam selama hidupku. Jadi, aku hanya berharap aku tidak menyerah di tengah jalan. Tahun 2020 baru saja dimulai, biarlah kesedihan dan kekecewaan ini berakhir sampai di sini. Kuatkan aku dan bantu aku agar aku bisa tetap menjadi diriku yang tulus, bahagia apabila orang lain bahagia, dan bersyukur setiap harinya. Biarpun aku dilupakan, dianggap tidak ada, dijadikan pilihan kedua, dan dipermainkan oleh semesta, aku akan tetap bersyukur dan berjuang agar aku bisa menjadi seseorang yang lebih bahagia lagi.

Terima kasih sudah menjadi kuat. Tetap jadi dirimu yang tulus. Jangan pernah berubah hanya karena sekelilingmu meminta kamu untuk meredupkan cahayamu. Tetap pancarkan cahaya kasihmu dengan tulus. Kamu adalah seseorang yang penuh. Kamu dipenuhi cinta. Jangan lupa bahagia.











Saturday, September 29, 2018

299 ㅡ ♕ 나는 사랑받는 자격이 있어.

나 이제 그만할래. 혼자 그 마음 가지고 있어서 너무 힘들어다니까 그래서 나 이제 아무것도 안해도 돼지?

뭐 어때서? 나 혼자도 괜찮아. 원래 혼자였어. 익숙해졌어. 너 없이도 살수있어. 잘난 척 하지마. 잘난 척 좀 그만하라고. 너 별로야, 진짜 별로. 나도 널 이제 원하는 마음이 없어. 그래서 그만해 우리. 너 계속 이러면 난 너무 힘들어. 그만해 이제...

근데 이유는 뭘까? 아무리 생각해봐도 다 이해 할수 없어. 나 확실히 알았는데 나 꼭꼭 숨어서 누구도 문 열어 줄순 없어 근데 넌 들어가고 싶다고 말했어. 흔들렸어 그땐... 그래서 그 문 나도 모르게 너 한테만 열었어. 내가 시작부터 믿었었는데 너 들어가고 싶다는거 진심이야. 근데... 뭐지? 아니였나봐... 정말 지친다. 이제 너에게 못가. 나는 너 한테 그냥 좋은 친구만 생각해. 이렇게 널 위해 잠은 시간와 눈물도 너에게 줬어 지금까지 결국 너 한테는 그 모두 다 아무것도 아니지? 내 마음도 너에게 줬다는거 별로지? 그래서 네가 나빠. 더 더 나빠.

부족해서 미안해. 난 그냥 행복해지고 싶다는 여잔데 널 진심으로 좋아했었어. 날 사랑하는 사람이 없어. 아무도 없어. 항상 혼자라서 다시 시작할 생각이 없어 근데 네가 내 옆에 있잖아... 위러워하지도 않아. 그 외로움을 잊고 있어서 행복해졌어. 너 때문에 제일 예쁘게 미소를 나왔어. 아... 예뻐? 난 너 한테 그냥 친구였어 시작부터 그지? 내 말이 맞지? 그래서 네 눈에는 난 예뻐지도 않아.

날 안아 주지마. 날 잘해 주지마. 다 거짓말이야. 그만해... 제발. 처음부터 내 탓이였어. 나는 왜 널 위해서 문을 열었을까? 네가 원하는거 그냥 친구 사이잖아 근데 난 바보같이 너만 계속 바라보고 있어.

그래서... 이제 그만하라고. 그만해. 끝이야. 난 이제 더이상 상처를 살고 싶지 않아. 나는 사랑받는 자격이 있어. 이제 나는 남자들을 쉽게 믿어지지가 않아... 더 알아내야지 믿으면. 남자는... 내가 신뢰할수 없는 유일한 사람이야.

나는 너 한테 못가. 내가 못가니까... 네가 와주면 안돼? 네가 생각하는 그런 애가 아니야. 근데 널 좋아해서 미안해. 그동안 너무 감사했어. 누군가를 다시 진심으로 사랑 할수 있을까? 아... 다시는... 안해. 지친다. 함들어. 무서워.







Wednesday, September 26, 2018

298 ㅡ ♕ They don't realize that I'm thinking of you.




I know where to lay. 
I know what to say.
It's all the same.

I know how to play. 
I know this game. 
It's all the same. 





Now, if I keep my eyes closed, he looks just like you. 
But, he'll never stay, they never do. 
Now, if I keep my eyes closed, he feels just like you. 
But, you've been replaced. I'm face to face with someone new.

Would have gave it all for you, cared for you. So tell me where I went wrong.
Would have gave it all for you, cared for you. My lover, my liar.
Would have trade it all for you, there for you. So tell me how to move on.
Would have trade it all for you, cared for you. My lover, my liar.





They don't realize that I'm thinking of you. 
It's nothing new.

Tuesday, September 4, 2018

297 ㅡ ♕ Aku tak akan menjadikanmu pemilih, tetapi diriku yang akan memilih.

Di saat aku tak mengharapkan kehadiranmu,
kamu datang dengan wajah sendu,
seakan mengungkapkan rindu; 
mengisyaratkan tak ingin melepasku.

Apa-apaan kamu ini, 
berulang kali jadikan aku Yang Tersisih; 
tak pernah malu,
membuat aku ragu.


Biasanya, aku yang bertanya kepada diriku sendiri;
Apakah aku, yang harus selalu memperjuangkan dirinya?
Apakah aku, yang harus selalu menjadikannya nomor satu?
Apakah aku, yang harus selalu menghujaninya dengan kasih sayang?

Apakah aku, yang harus selalu memberikannya perhatian?
Apakah aku, yang harus selalu mewujudkan impiannya?
Apakah aku, yang harus selalu memanjakannya dengan cinta?
Apakah aku, yang harus selalu merindu dan jatuh sakit?

Apakah aku, yang harus selalu... 
... dan segala pertanyaan lainnya masih kusimpan dalam hati.


Kita sudahi sampai di sini karena sebentar lagi, tangis tak akan mampu berhenti.
Kita akhiri sampai di sini sebab aku tak ingin dia lagi.

Aku bertahan dengan senyuman.

Kubiarkan dia bepergian, tanpa tahu arah pulang.
Kubiarkan dia terjaga, tanpa tahu aku menunggunya pulang.
Kubiarkan dia berkelana, tanpa tahu aku menahan kerinduan.
Kubiarkan dia terluka, tanpa tahu aku sudah jatuh dan patah.

Kubiarkan dia pergi, tanpa tahu hatiku tersakiti.


Di saat aku sudah berhenti; menutup hati, berjuang pergi, berjanji tak akan kembali, kamu datang tanpa permisi, membuat hatiku lagi-lagi perih; pertanda aku masih di sini, setia menanti. 
Jangan tertawa, aku tak sedang bercanda.

Bagaimana, jika kita ubah sudut pandang kamu menjadi aku?
Bagaimana, jika kamu berada di posisi aku?
Bagaimana, jika kamu menjadi aku, yang senantiasa menjaga rindu, menantikan kehadiranmu, tanpa tahu, di mana kamu?
Bagaimana?

Di saat kamu membutuhkan aku, maka cari aku, tetapi kamu harus tahu, aku mungkin saja tak sedang menantikan kehadiranmu.
Di saat kamu menginginkanku, maka kejar aku, tetapi kamu harus tahu, aku bisa saja sudah tak lagi menginginkanmu.

Jangan mengira, aku akan selamanya setia, menunggumu berubah rasa di setiap langkah.
Jangan menduga, aku akan selalu ada, setiap kamu membutuhkan aku ada di sisimu selamanya.
Jangan membual karena aku tak lagi kenal, dirimu dalam khayal.


Saat menjadi aku, jangan lupakan kebiasaanku menanyakan kabarmu, meski kamu menjawab hanya di saat kamu membutuhkan aku.
Saat menjadi aku, jangan lupakan kebiasaanku menjadi pendengar, meski kamu tak sadar, aku memperlihatkan tatapan nanar, memerhatikanmu yang liar.

Ingatlah, satu hal, aku tak akan mencarimu dan berdiri di sampingmu lagi sebab aku tahu, kamu hanya berlari menemuiku saat kamu kesepian, mereka tak ada untukmu.
Ingatlah lagi, aku tak akan menjadikanmu pemilih, tetapi diriku yang akan memilih.

Monday, September 3, 2018

296 ㅡ ♕ Aku, untuk kesekian kalinya, tidak akan lagi mencoba berharap.


Aku bingung,
seharian termenung.

Katakan padaku yang sesungguhnya,
bisakah kamu duduk dan mulai bicara?

Sebenarnya, kamu ingin berpulang atau hanya mengulang?
Aku bukan jalan pintas; pun bukan sosok yang bisa membawamu terbang,
tetapi aku bisa menjadi seorang gadis yang mencintaimu tanpa batas.


Kali ini, aku kembali mengingatkan hatiku bahwa aku tidak akan mencoba berharap. Aku akan membiarkan semua berjalan sesuai dengan waktunya. Tak akan ada yang memaksa untuk bersama. Tak akan ada yang mempercepat yang seharusnya. Tak akan ada yang berusaha menuju akhir, dan hanya akan membiarkan waktu bergulir; apa adanya. Aku, untuk kesekian kalinya, tidak akan lagi mencoba berharap.

Sunday, September 2, 2018

295 ㅡ ♕ Kubiarkan kamu hanya angan, yang kini menjadi kenangan.


Memandangmu dari kejauhan, 
aku memang menjadikanmu harapan, 
tetapi detik ini kukatakan;
aku akan menyimpan, 
membuang seluruh kenangan, 
dan melepasmu dari jangkauan.



Aku tergoda, karena kamu ada di saat aku merasa hidupku hanyalah kesialan semata.
Aku terjatuhkarena kamu menemaniku menyusun kembali hati yang sempat patah hingga utuh.
Aku terbuaikarena kamu memberiku seringaian yang menggugah hati.

Aku merasa, menjadikanmu asa, tetapi kusadari kamu terpaksa.
Aku suka, anganku kamu tak memberi luka, tetapi kamu hanya menganggapku sebagai salah satu rentetan angka.
Aku di sini, menantimu kembali, meskipun sejak awal kamu tak pernah di sini.



Kamu tidak pernah satu kali pun mencariku di tengah keramaian.
Kamu tidak pernah satu kali pun berbalik dan memelukku dalam diam.
Kamu tidak pernah satu kali pun menyuarakan kata suka, yang teramat kunantikan sebagai bentuk kejujuran.

Kamu tidak pernah suka, tetapi mengapa kamu buat aku terlena.
Kamu tidak pernah cinta, tetapi mengapa kamu perlakukan aku bak punya rasa.
Kamu tidak pernah menoleh, tetapi mengapa kamu buat aku meleleh.
Kamu tidak pernah, hanya aku.

Kesalahanku, meyayangimu sepenuh hatiku, tanpa tahu, kamu mungkin saja membawa luka yang tak mampu kusembuhkan lagi.
Ketidakberuntunganku, memilihmu di tengah keramaian kotaku, membuat hatiku risau, padahal sudah pasti sekarang kamu sedang tertidur pulas.

Kubiarkan kamu hanya angan, yang kini menjadi kenangan.
Akan aku tenggelamkan di dasar samudera terdalam, dalam diam, dan berjanji tak akan kembali menyelam.
Inginku melupakanmu, mengganti presensimu dengan yang baru, meski sulit bagiku.

Aku menjadikanmu yang pertama, tetapi kamu tidak melakukan hal yang sama.
Jika suatu hari kamu menoleh ke belakang dan mendapati aku tak lagi berdiri di sana, jangan kamu berusaha mengajakku kembali, sebab aku tak akan memilihmu untuk yang kedua kali.

Saturday, September 1, 2018

294 ㅡ ♕ Tonight, I’ll send the glow of a firefly to somewhere near your window.

이 밤 그날의 반딧불을 당신의 창 가까이 보낼게요. 사랑한다는 말이에요. 나 우리의 첫 입맞춤을 떠올려. 그럼 언제든 눈을 감고 가장 먼 곳으로 가요. 난 파도가 머물던 모래 위에 적힌 글씨처럼. 그대가 멀리 사라져 버릴 것 같아 늘 그리워... 그리워... 여기 내 마음속에 모든 말을 다 꺼내어 줄 순 없지만... 사랑한다는 말이에요. 어떻게 나에게 그대란 행운이 온 걸까? 지금 우리 함께 있다면 얼마나 좋을까요? 나의 일기장 안에 모든 말을 다 꺼내어 줄 순 없지만... 사랑한다는 말. 이 밤 그날의 반딧불을 당신의 창 가까이 띄울게요. 좋은 꿈 이길 바라요...





Tonight, I’ll send the glow of a firefly to somewhere near your window. It’s that I love you. I remember our first kiss. I close my eyes whenever I can and go to the farthest place. Just like letters on the sand where waves were, I feel you’ll disappear to a far off place. I always miss you... miss you... All the words in my heart, I can’t show them all to you. But, it’s that I love you. How can I be so lucky to have met you, who is a blessing? If we’re together now, how great it’d be? In my diary, all the words, I can’t show them all to you. It’s that I love you. Tonight, I’ll send the glow of a firefly to somewhere near your window. I hope it’s a good dream...