Showing posts with label golden. Show all posts
Showing posts with label golden. Show all posts

Tuesday, October 1, 2019

311 ㅡ ♕ Aku berdamai denganmu, diriku.

“Aku ingin menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup, maka aku mencoba mengenal diriku lebih dalam dan pada akhirnya, aku berdamai dengan hatiku.”

Aku terjebak di antara mereka yang bersikukuh membuatku mengambil jalan yang tak kuyakini. Kedua kaki jenjangku melangkah dengan berat setiap mentari membangunkanku dari indahnya sebuah mimpi yang nyaman kutinggali. Setiap embusan napas membawa terbang sebuah harapan akan datangnya titik terang yang menuntunku untuk bertahan. Tangis air mata seringnya menjadi hadiah bagi diri yang terjaga dalam kesepian malam saat mereka terpejam.

Aku tak berdaya, namun apa daya tak mampu bersuara.
Aku tak ingin, namun apa mungkin aku berani musnahkan seluruh harapan.
Pernah terpikirkan untuk berhenti, namun tak pandai aku menyakiti.
Pernah terbayangkan untuk berlari, namun tak mampu aku berdiri sendiri.

Banyak hal membuat titik air menetes. Banyak hal membuat isak tangis menemani malam. Banyak hal terjadi tanpa permisi. Ingin bersuara, tetapi lidah kelu. Ingin biarkan hati bicara, tetapi hanya air mata bantu ungkapkan rasa. Ingin merangkai kata, tetapi benak tak mampu genggam erat sebuah pena.

Terjebak dalam pikiran akan ketakutan hilang dari ingatan, hati kesal tunjukkan ekspresi. Terjerat dalam emosi yang begitu membuat tubuh meringkuk, kedua sudut bibir mengarah ke bawah seakan melupakan cara tersenyum.

Jika diperbolehkan bicara, ingin sekali menegur bibir yang selalu membicarakan hal yang terlalu membuat hati ciut. Tidak terluka, hanya pedih tergores. Jika diperbolehkan ungkapkan rasa, ingin rasanya meminta sebuah perhatian tanpa adanya perbandingan. Tak memaksa, hanya berusaha menenangkan hati. Jika diperbolehkan menangis, ingin membuat mereka menatap pedihnya hati yang tergores, batin yang terluka, dan senyum yang pudar tanpa pernah tertangkap pandang. Tidak meminta belas kasih, hanya ingin sepasang mata masing-masing sadar akan suara hati yang menitikkan air mata.

Ketakutan merajalela diri akibat cemas tak mampu menggapai bintang yang sama. Akankah perlakuan berbeda diberikan? Keresahan membuat sepasang netra tak siap untuk bermimpi. Akankah takdir menuntun ke jalan yang berbeda?

Terlalu lelah untuk mendengar. Terlalu sakit untuk kembali diulang. Terlalu cemas untuk menatap masa depan. Terlalu rendah menatap diri.

Bermimpi saja sudah tak berani dilakukan. Masa depan tak tentu arah. Akan ke mana, akan pergi ke mana, akan sampai di mana, dan harus bagaimana. Banyak pertanyaan terlontar tanpa harapan akan menemukan jawaban, dan hanya keheningan malam yang menemani.

Kembali, rasa perih di dada tak mampu membuat diri berpikir jernih. Ingin terdiam seribu bahasa, namun kelopak mata tak ingin berteman. Air mata mengalir, meski dalam usaha membangun pertahanan diri untuk tegar. Ingin menyimpan saja, namun kotak hati sudah terlalu penuh dengan hal yang sama setiap waktunya. Jeritan hati membuat air terus mengalir membasahi kelopak mata.

Sudah terlalu lelah membiarkan. Sudah terlalu lama memendam. Sudah terlalu kesal meratapi. Sudah terlalu sakit untuk melangkah.

Tak ada waktu untuk membicarakan kehidupan, terutama milik seseorang yang tak pernah menggapai sesuatu yang cemerlang. Tak ada tempat untuk beristirahat, terutama bagi seseorang yang tak memiliki tujuan. Tak memiliki tujuan dan mimpi, ternyata lebih letih.

Aku terdiam, mengurung diri di kamar.

Aku berpikir, mengingat seluruh suka dan duka yang telah kulewati.

Sebuah perasaan nyaman yang dulu kurasakan saat bersenda gurau, bersama dengan waktu yang bergulir pun perlahan ikut melipir. Ke mana rasa itu pergi?

Sebuah perasaan aman yang dulu kurasakan saat berkumpul, bersama dengan titik air hujan yang jatuh pun perlahan sirna. Ke mana rasa itu sekarang?

Aku merasa hancur, babak belur karena ulahku sendiri.

Aku terlalu sering merasa rendah untuk bahkan menengadah memandang langit, merasa diri tak berhak memandang ratusan bintang yang bersinar terang dengan tegar meski gelapnya malam memeluk erat.

Selalu bertanya-tanya, “Apakah aku pantas bahagia?”

Selalu mengambil kesimpulan, “Aku tidak pantas dicintai.”

Lambat laun, aku merasa begitu buruk, dan dalam keterpurukan itu, aku membuka hati untuk mencari diriku yang tenggelam seorang diri, dan ternyata … aku menemukan bahwa aku tak sendiri. Aku menemukan mereka di sana.

Ternyata, selama ini, aku yang tak pernah membuka pintu, membuang semua kebahagiaan dan tenggelam dalam pikiranku sendiri.

Kenyamanan yang selama ini kurasa telah lenyap, ternyata selalu merengkuhku dalam diam.

Kebahagiaan yang selama ini kurasa hanya hadir dalam mimpi, ternyata memiliki bentuk nyata dalam hidup.

Aku hanya harus merasa puas dengan segala hal yang kulakukan tanpa pernah sekalipun putus asa. Aku, pantang menyerah.

Aku mencoba berdamai, dengan harapan pandanganku akan hidup dapat berubah karena benar adanya, mereka ada untukku. 

Harapan mereka, adalah harapanku. 

Kebahagiaan mereka, adalah kebahagiaanku. 

Aku, hanya perlu berdamai dengan diriku.

“Berdamai dengan diri sendiri sama saja seperti mencintai diri sendiri. Ingat, kita semua pantas bahagia.”

Thursday, November 29, 2018

305 ㅡ ♕ Nothing heals the past like time, and they can't steal the love you're born to find.

To: Han Jinhee

I look up from the ground to see your sad and teary eyes. You look away from me, and I see there's something you're trying to hide. And I reach for your hand, but it's cold. You pull away again, and I wonder what's on your mind. And then you say to me you made a dumb mistake. You start to tremble, and your voice begins to break. You say the cigarettes on the counter weren't your friends. They were my mates, and I feel the color draining from my face. And my friend said, "I know you love her, but it's over, mate. It doesn't matter, put the phone away. It's never easy to walk away, let her go. It'll be alright."

So I still look back at all the messages you'd sent. And I know it wasn't right, but it was fucking with my head. And everything deleted like the past, it was gone. And when I touched your face, I could tell you're moving on. But it's not the fact that you kissed him yesterday. It's the feeling of betrayal, that I just can't seem to shake. And everything I know tells me that I should walk away. But I just want to stay. And my friend said, "I know you love her, but it's over, mate. It doesn't matter, put the phone away. It's never easy to walk away, let her go. It'll be okay. It's gonna hurt for a bit of time. So bottoms up, let's forget tonight. You'll find another and you'll be just fine. Let her go."

But nothing heals the past like time. And they can't steal the love you're born to find. It'll be alright.

From: me

Tuesday, November 13, 2018

304 ㅡ ♕ I'm a shining solo.

To: me 

Innocent and delicate. I'm tired of pretending. I'm done.

What are you up to? Where are you? Did you eat? Good night.

Baby, darling, honey, I miss you. It's all useless.

You got me like. This is not a touching love story. No romance, no sincerity. I'm sorry, but I'm not sorry. From today on I'm a shining solo. 

Used to be your girl. Now I'm used to being the GOAT. You're sitting on your feelings. I'm sitting on my throne. I ain't got no time for the troubles in your eyes. This time I'm only looking at me, myself, and I. I'm going solo. I'ma do it on my own now. Now that you're alone, got you looking for a clone now. So low. That's how I'm getting down. Destined for this and the crown. Sing it loud like, this is not a touching love story. No romance, no sincerity. I'm sorry, but I'm not sorry. From today on I'm a shining solo. 

I'm a shining solo. I'm going solo.

After the relationship, romance, emotion, there's breakup, tears, regret, longing. I like being alone, because I should be true to myself. Like the flowing wind. Like the stars above the clouds. I want to go far away, I want to shine brightly. 

Now I'm going solo. I'm a shining solo. I'm going solo. 

From: Han Jinhee

Monday, November 12, 2018

303 ㅡ ♕ You were brave yesterday, you are brave today, and you’ll be braver tomorrow.

To: Han Jinhee in 2019

Hi, hello, 안녕.

This is gonna be a quick reminder for you. Even if there’s no one standing beside you right now, remember that I will always be there for you. You’ll be okay. You’ll do well. You’ll get to do what you love. You’ll be the best version of yourself, and no one could ever bring you down. If today you don’t feel like talking to anyone, then don’t force yourself. You don’t live to please others. I’ll remind you once again that you are perfect just the way you are. You are loved, and you deserve the whole world. If there are people who make you feel uncomfortable with yourself, leave them, darling. Why? Because you have to love yourself more. You are more than you think you are. You are stronger than you think you are. You’ll survive this world. 

No one could ever drag you down because you are now walking your own path. You’re now enjoying your life to the fullest. You can stand strong alone. You were brave yesterday, you are brave today, and you’ll be braver tomorrow. You don’t need anyone to stand beside you because even if you are alone, you can do everything you like and you can be happy. Being happy is a state of mind. You are happy. You have found your happiness. It’s within you. You have loved yourself even more now and that’s what makes you stronger than ever. You won’t be crying because of small things anymore. You’ll be fine with people come and go from your life. That’s a part of learning. That’s life.

This is gonna be the most important thing that I want you to remember. Please be with someone who loves you just the way you are. Be with someone who makes you happy for no reason. Be with someone who makes you feel loved. Don’t be with someone who only makes you lose your confidence. Don’t be with someone who values you only because of your looks, your stuffs, and your outfits, but be with someone who sincerely making an effort to get to know you better. Yes, effort, not just by words, but real efforts, not excuses. Be with someone who makes you feel special, not with someone who loves making others feel the same as you. Be with someone who sincerely wants to build dreams with you, not with someone who only placing you as an option. I know you. I know what kind of person you are. When you want to be with someone, you’ll go with that person no matter what happens, but it’s extremely hard to make you fall for someone since you actually don’t really believe in what they called love. Well, especially when a man already stepped on a boundary you have built, like making you lose your confidence by saying words you don’t like to hear, making you hate yourself, or just simply doing things you don’t like by being impolite, and I know when you don’t like it, you’ll leave everything behind, even if you have thought for a brief moment that you might end up with this person. No one knows what’s ahead, no one knows the future, but I’m sure you’ll end up with someone who makes you happy, not with someone who only makes you feel insecure. It’s not easy to make you fall head over heels because you’ve come to a realization that you love yourself more, so you want the person you’re dating to love you sincerely for who you are, not for what you are. You have the power. You are strong. That’s what I like about you. You are a strong character.

So, don’t mind others. This is your world. This is your life. You can be whatever you want. Live this life by being who you are. God creates you with lots of talent and you are perfect for Him, so don’t let others bring you down. You don’t need people to value your existence, but you have to love yourself even more because no one is ugly, and no one’s life is bad. You just have to change your perspective of seeing things in life. If today you see yourself as a bad luck person, then go to your room, lock the door, and talk to God. You’ll find peace and you’ll be okay.

Trust me. Believe in yourself. In 2019, you are going to achieve something and when you re-read this letter, you’ll smile, because you’ve done something really great. I’m writing this when I’m just settled down everything. I’ve prepared plans for you in 2019 and I hope you like it. I hope you’ll enjoy life by doing all my plans. You don’t need anyone to make you happy, darling, because you have the power to be happy. You are such a nice person, and I know you’ll get everything nice in the future. Just so you know, I’m leaving all the toxic things, toxic people, toxic state of minds behind to come this far. You’ll be very happy in 2019, and don’t forget to thank me later.

From: me in 2018

Friday, November 2, 2018

302 ㅡ ♕ It’s enough to chase and be chased.

To: Han Jinhee

I’ve analyzed lots of stuff. All the things he did to you, all the words he said to you were completely something you avoid. The words he said sometimes become a little hurtful and what he did sometimes makes you feel uneasy. At first, you thought that would be interesting to try going out with a person like that, but deep in your heart, the score is zero. Am I right? At first, you thought he might be the one, but now you know he’s just a passerby. Well, things got complicated at some point, and there was the time when you seriously thought about everything. You thought you liked him when you actually not. You thought you have found your happiness when you actually not. You thought he might be the one for you, but he’s actually not. You two are most likely strangers to each other, I guess, so I think you don’t really have to explain everything in words since I know you don’t like going straight to something unclear. You also don’t like being the one who thought both of you had something when you two actually not, so I’m gonna let you leave him be.

You’ve learned more things about life. You are now loving yourself even more. You are more confident, and you’re more beautiful since you’re happier. It’s really a nice decision to stop everything and going back to where you used to be. Being alone is not a crime. You are stronger alone, so why bother wanting someone to stand beside you? It’s a nuisance. You are surrounded by lots of great people like your family, your friends, and all the people who taught you how to survive in this cruel world. So, all you need is yourself going really strong because you have the power to live proudly.

You know what, I think it’s a nice decision to forget everything and start doing things that make you happier. Even if it means you’re going back to your routine, but it’s better than keeping toxic people in your life and doing toxic thing that isn’t your style. It’s a perfect decision to start over. You’ll be okay. You’ve done well. You’re doing great. I’m proud of you.

It’s enough to chase and be chased. I know you’re tired of everything. Because of that, I want you to shut people out, and start thinking about your own future for now because I want you to be happier first. I want you to be that one person who resonates happiness to others. Well, if they think that you might reconsider everything, then they need to give up since I know you will never going back and you’ll never turn your head when you’ve decided to move forward. So, keep this in your mind that you can do it! You can be whatever you want. Build your dreams and make them all happen. Don’t forget to do everything with love because God loves you so much, so you have to love yourself even more.

From: me

Tuesday, October 2, 2018

301 ㅡ ♕ It’s my decision to decide.

To: Han Jinhee

Being in love isn’t like this. Wake up, and start analyzing some things. It’s about give and give, not give and take. If it’s about taking for granted, then it is not right to keep moving forward. You will have to stop everything and close the book. Stop writing another chapter that isn’t going anywhere, but only breaking your heart. You deserve to be a decision, not an option. You deserve to be loved.

It’s no use to going back doing all the sweet things since I know you’ve done thinking and you’ll start working on what’s written in your plans for 2019 soon. It’s too late. It’s now my decision to decide.

From: me

Monday, October 1, 2018

300 ㅡ ♕ Carilah dia yang mampu membangkitkan versi terbaik dari dirimu yang selama ini terlelap.

Teruntuk, diriku; yang seringkali merindu.
Ini pesanku untukmu, diriku.

Kamu harus tahu bahwa dirimu pantas dicintai.
Kamu lebih dari apa yang kamu bayangkan.
Kamu harus bahagia walau dengan air mata.

Kamu kuat.
Kamu yang terbaik.

Kamu pernah membayangkan indahnya dicintai sepenuh hati oleh seseorang, bukan? Ah, bukannya pernah lagi, melainkan aku tahu, kamu terlampau sering membayangkan hal itu hingga ketika tangan tak sampai, maka kamu terjatuh begitu dalam. Oleh karena itu, di sini aku akan menyadarkanmu bahwa nyatanya hidup tak akan sesuai dengan harapanmu, sebab Tuhan tidak akan memberikan segalanya yang kamu inginkan, tetapi Tuhan akan memberikan segalanya yang kamu butuhkan. Kamu harus tahu itu, aku.

Lantas, untuk apa kamu mendambakan kehadiran sosok yang hanya akan menjadi pelengkap hidupmu saja di saat kamu bisa hebat dan kuat tanpa siapa pun di sampingmu? Carilah dia yang mampu membangkitkan versi terbaik dari dirimu yang selama ini terlelap.

Percayalah padaku, kamu bisa bahagia.

Girl, perfectly her, broken and hurt. Soft and asleep in the morning gray. Shake off the night and don't hide your face. The sun lights the world with a single flame. I want you to see this. Today and all of your days, I'll wear your pain, heal what I can in your troubled mind. Sometimes our bodies will hurt for some time, and the beauty in that can be hard to find. I want you to find it. So run, wake up and run, my little one. I wanna tear down these walls that can't hold you inside, rip out the cords and uncover your eyes. We'll make our escape in the dark of night. I need you to see this. Girl, you'll see the world, and you'll come to learn that falling in love is a strange work of art. All of your battles will shape who you are, and know that your scars are my favorite part. I want you to know this.

Good bye, to you.
From someone, me.

Wednesday, August 8, 2018

270 ㅡ ♕ I told you, there isn't anyone.

I don't know why it had to be you.
I told you, there isn't anyone. It's just you.

— While You Were Sleeping
















Tuesday, August 7, 2018

269 ㅡ ♕ Telling someone sincerely can't deliver your sincerity.

What was so special about me? What did you like so much about me? No! I was wrong. You hugged me after saving me. Then... was it at the bus stop? Or... when you brought me the rice cake?! Oh my goodness. So it was then! Did you fall in love with my voice? Goodness. Wait, that's not it. Did you move next to my house because of me?

— While You Were Sleeping














Monday, August 6, 2018

268 ㅡ ♕ Di suatu hari, kala sedang menunggu mentari pagi.

Di suatu hari, kala sedang menunggu mentari pagi. Aku berdiri, berhadapan denganmu, kasih, dan memberanikan diri untuk mulai berjalan pergi. Aku akui, aku yakini, semua itu hanya mimpi, sebab tak mungkin aku dipertemukan kembali denganmu, sang pemilik hati.

Walau badai menghadang, tenggelam dalam lautan kenangan, dan tak mampu menatap langit malam, aku tetap tak akan melupakan perasaan yang terasa nyata setiap aku menutup mata.











Friday, August 3, 2018

265 ㅡ ♕ Langit pernah bercerita padaku tentang rindu menggebu yang menjadikannya hujan.

Kemarin, aku menghadap masa depanmu, berharap mewarnai sedikit demi sedikit kertas putihmu, merangkul dingin tuturmu, berdoa agar aku mampu membuatmu tersipu, meski palsu. Di situ, aku tak pernah mau pergi, merangkai bunga penuh kasih agar setidaknya tamanmu tak kembali layu. Aku tak pernah sanggup melihatmu menangis sendiri walaupun dalam hati, sebab langit pernah bercerita padaku tentang rindu menggebu yang menjadikannya hujan. Aku mencoba memelukmu, merengek bak anak kecil meminta permen kepada sang ibu. Rupanya, tangisan ini tak mampu menahanmu. Ia meninggalkan kenangan-kenangan yang hanya bisa kubenci. Aku mencoba menatap matamu. Akankah ia kembali pada rayuku? Atau ke masa lalu? Atau ke rumah lain justru?

Kau adalah tanah lapang di padang gersang. Aku berjalan di atasnya, menunggu badai menyelimuti tubuh rentanku. Selanjutnya, rambutmu adalah hal yang paling kubenci setelah waktu. Sebab di situ kau menaruh banyak tanda tanya yang hanya bisa kujawab sendiri dengan menerka-nerka tentu saja. Kau datang ke setiap mimpiku, setiap waktu dalam satu minggu, menggerogoti tembok yang aku bangun setelah kau pergi kala itu. Kau melepasku, lalu bayangmu mengikuti tak kenal malu. Aku tak sanggup lagi mengemis padamu, hanya demi berlomba memenangkan piala perunggu. Aku mau menjadi yang kesatu, kasihku. Tetapi, aku kerap kali takut kembali menahanmu, walaupun rindu terkadang menjemput di sela-sela napasku. Esok hari, aku mencoba kembali menunggu. Lalu kau membunuh bayanganku dan berpura-pura menyelamatkanku.

Teruntuk orang-orang yang merasa kehilangan dan sulit untuk melupakan,
Kau tidak pernah sendirian.

Transkrip: Menjadi Manusia, Perihal Waktu.


Thursday, August 2, 2018

264 ㅡ ♕ Tidak menyerah dalam kehidupan yang nyatanya adalah hangat adanya.

Singkatnya seperti ini. Ketika perspektif kita digeser untuk bisa melihat bahwa orang lain mengalami cobaan yang sama, atau lebih berat bahkan, biasanya ada perasaan empati yang muncul terhadap kehidupan mereka, sekaligus kehidupan kita sendiri. 

Syukur bisa terbesit oleh rasa terima kasih atas setiap cobaan apapun yang dimiliki. Karena setidaknya, ada proses dan makna yang sedang dibentuk. Bukan tentang apakah masalah kita lebih sulit atau lebih mudah. Bukan juga sebagai bahan pembanding. Melainkan bagaimana kita melihat, mengatur perasaan, mengevaluasi sikap terhadap setiap masalah, kekhawatiran, kecemasan, dan keresahan apapun yang kita hadapi. Lewat perspektif orang lain yang juga sedang berjuang melalui cara mereka sendiri. 

Intinya... mari sama-sama utntuk tidak menyerah dalam kehidupan yang nyatanya adalah hangat adanya.

Transkrip: Menjadi Manusia, Belajar Memahami.

Tuesday, July 31, 2018

262 ㅡ ♕ But, I would wake up with no one next to me.

I see you everywhere at where we used to be,
I see laughters, I see fights that we don't mean,
I see you everywhere even in my dreams,
but I would wake up with no one next to me.


Monday, July 16, 2018

255 ㅡ ♕ Kehidupan mungkin adalah sebaris pertanyaan yang diberikan secara lisan.

Kehidupan mungkin adalah sebaris pertanyaan yang diberikan secara lisan. Mereka tidak pernah mengajarkan dengan apa dan bagaimana cara menjawabnya. Kita hanya bisa mencoba dan menerka hingga berputus asa. Namun, banyak sekali hal-hal indah yang bisa dilakukan, menyerah adalah bukan salah satunya

Cerita, cinta, realita dan cita-cita adalah beberapa bab yang bisa kita baca dalam buku kehidupan. Tidak ada salahnya untuk membolak-balikan halaman tersebut dan membacanya berulang-ulang, tetapi dengan terus melanjutkan ke lembar berikutnya adalah salah satu cara untuk menyelesaikannya. Pasti banyak cerita yang tidak menyenangkan, tetapi dari situ juga kita mendapatkan pengalaman.

Mari kita bersama dan bercerita kepada sekitar, tentang apa yang telah diberikan kehidupan kepada kita, dari mulai amarah hingga bahagia. Barangkali beberapa diantaranya berguna bagi mereka yang sedang dilanda masalah.

Mungkin kini saatnya kita menjadi manusia sepenuhnya, sebab kita adalah manusia yang masih belajar menjadi salah satunya dan terlalu lama tidak pernah benar-benar ada disana.

Transkrip: Menjadi Manusia, Menjadi Manusia.




Wednesday, July 11, 2018

254 ㅡ ♕ Cinta adalah menentukan pilihan setiap harinya; untuk mencintai atau tidak mencintai.

Cinta adalah serangkaian pilihan. Pada dasarnya kita akan mulai menyukai seseorang dari bentuk fisiknya, lalu kemudian kita mulai mengenal lebih dalam. Selera humor, hobi, prinsip, logika, dan sebagainya. Dari berbagai hal tersebut, kita sudah mulai memilih mana yang sekiranya tepat untuk kita cintai. Jika pilihan sudah ditentukan, cinta bisa memberikan sensasi luar biasa. Bagaimana kita merasa nyaman ketika berada di dekat orang yang kita cinta, senyumannya yang seolah membuat kita lupa akan segala masalah, atau suaranya yang secara ajaib mengobati luka teramat. 

Sama seperti menaiki sebuah pesawat, ada kemungkinan terjadi turbulensi; Ketidaksepahaman. Pertengkaran. Rasa bosan. Kita akan sampai pada titik dimana kita ragu apakah kita sudah menentukan pilihan yang tepat. Kemudian kita harus menentukan pilihan kembali: untuk tetap terbang bersama orang tersebut, atau melompat dari pesawat.

Jika kita memilih untuk melompat, sensasi terjatuhnya bisa membuat kita menjadi dewasa, atau justru sengsara, tergantung apakah kita melihat hal tersebut sebagai sebuah akhir atau justru sebuah awal yang baru. Namun, pada akhirnya kita akan kembali berada pada sebuah bandara dan menunggu untuk menaiki pesawat berikutnya. Lalu kemudian ada turbulensi lagi, atau justru kali ini tidak ada sama sekali, atau bahkan kita memilih untuk merubah tujuan penerbangan. Apapun itu, pilihannya akan tetap sama. Untuk tetap terbang atau  melompat?

Cinta adalah menentukan pilihan setiap harinya; untuk mencintai atau tidak mencintai. Sangat sederhana, bukan? Sayangnya, tidak. Pilihan untuk mencintai bukanlah perasaan; melainkan sebuah tindakan. Itulah mengapa sangat sulit. Kita harus melakukan sesuatu, tidak hanya sekedar membeli bunga. Dan seringnya kita harus berkorban dan mengesampingkan keinginan diri sendiri. Terkadang mudah untuk dicintai. Terkadang juga sangat sulit. Tetapi pada akhirnya, itu selalu menjadi  pilihan.

Lalu bagaimana kita tahu kalau itu cinta? Sayangnya, itu bukan pertanyaan yang harus ditanyakan. Pertanyaannya adalah: Apakah kita memilih untuk mencintai orang tersebut atau tidak? Sekarang. Bukan esok. Hari ini. Jika iya, cintai dengan semua kapasitas yang kita miliki. Jika tidak, maka berjanjilah satu hal.

Biarlah jatuhnya membuat kita lebih kuat.

Transkrip: Menjadi Manusia, Tentang Cinta.