Showing posts with label pandae. Show all posts
Showing posts with label pandae. Show all posts

Thursday, April 2, 2015

102 ㅡ ♕ 그만 달려갈거야.

솔직히 말하면...날 믿어...응?

너의 메세지를 하루종일 기다리고 있어 근데 아무것도 왔어...밤이야 지금 근데 아직 아무 메세지를 왔어.

그냥 말해 니가 만약 날 귀찮게 해드려 미안해.
난 그만큼 했어. 난 이젠 그만 달려갈거야. 신경쓰지 마. 걱정하지 마. 내가 알아서 할게...내 마음. 미안해 만약 내가 너무 귀찮아서 그래 너 한테. 난 그냥 널 많이 좋아해. 니가 알았으면 됐어...난 기대하지도 않아. 이해해...난 널 너무 좋아하니까 그래서 내가 너 한테 그랬어. 미안해 정말 미안해. 난 괜찮아....거짓말 많이 했는데 괜찮아 질거야. 내가 지금 이 순간 너무 미안하고 고마워...내 인생이 와주셔서 정말 고마워. 행복해....정말 행복해.

"너 언제 이 브록을 그 사람 한테 말해? 다 그 사람 이야기야...영이야..." 판대는 물었다.
"나중에...니가 해. 나중에...부탁할게. 그래서 내가 너 한테 고마움을 있어...그 사람에게 주고...정말 고마워." 안영이는 대답했다.



xx님, 너에게로 달려 가고싶어서...그만할게. 널 위한건 아니야 날 위해서. "안녕" 그말 이제야? 왜 이렇게 빨아...ㅡ?

Friday, March 27, 2015

98 ㅡ ♕ Tak pernah menyesal, bertahan.

tak pernah menyesal, masih bertahan.
tak pernah menyesal, pernah bertahan.
tak pernah menyesal, aku bertahan.

The day gets special enough just by being able to see the person i love for a bit.

"Aku tau semua tentang dia dan seseorang itu..." Ahn terdiam melihat pesan yang tertera di telepon genggamnya. Ya, dari Pandae tentunya. "Aku sudah tau semuanya." Ketika hendak mengirimkan balasan, "Namun, aku sudah siap menerimanya. Selama ia bahagia, aku tak apa-apa untuk selalu berada di sampingnya meskipun hanya sebagai sahabat." Pandae melanjutkan. Seulas senyum menghiasi wajah Ahn yang saat itu baru pulang sekolah. "Nyaman. Buat ia nyaman di sampingmu senyaman-nyamannya. Karena seseorang yang nyaman satu dengan yang lainnya, akan selalu kembali. Ia akan selalu kembali kepadamu karena kau selalu dapat membuatnya nyaman. Dan kenyamanan mengalahkan segala-galanya. Percaya padaku. Bukan, aku bukan mau membuatmu berharap lebih. Namun, aku hanya ingin kebiasaan yang terlalu biasa untuk menyayanginya itu selalu ada dan kau akan bahagia karena kau membuatnya nyaman dan ia akan selalu merasa nyaman berada di dekatmu. Lalu? hmm...ya...tak ada yang tau dimana finish mu. Sehingga yang harus kau lakukan hanyalah tetap menyayanginya dan lakukan yang terbaik. But, don't be too kind and it's okay to fight." Ahn membalas panjang, menjelaskan.
"Terimakasih, Youngyi-ah...berkat dirimu, aku tak pernah menyesal masih bertahan. Ya...kebiasaan yang terlalu biasa." 

I was keeping it in all day, but now it exploded.

Ahn Youngyi baru saja keluar dari kamar mandi ketika OST Healer terdengar menggema di kamarnya. Nama Park Bom tertera di layar telepon. Ada apa ini? pikirnya Baru saja kurang dari 1 jam mereka bertemu. Secepat kilat ia memutuskan untuk menekan tombol jawab. "Ya Bom-ah, ada apa?" 

"Aku sedih sekali, Youngyi-ah........" Terdengar isak tangis dari ujung sana dan dengan sesekali menyedot ingus yang keluar, Bom berusaha menjelaskan semua yang terjadi setelah Youngyi pergi dari kafe 1 jam yang lalu. Kejadian begitu mengejutkan. Semua yang terjadi sudah dibayangkan akan terjadi oleh Youngyi. Mendengar semuanya dengan jelas, Youngyi merasa hatinya seperti tertusuk duri yang tak tau datang dari mana dan bagaimana ia bisa tertusuk duri tersebut. Darah mengalir keluar dari tubuhnya yang lemah. Youngyi sedih. Youngyi kesal. Youngyi marah. Tetapi, kemarahannya tak bisa menandingi kesedihan, kekesalan dan kemarahan Park Bom. Bom begitu baik dan perhatian. Bom begitu tulus menyayanginya yang begitu tak baik di mata orang di sekelilingnya. Namun, inikah balasannya? Wow, amazing guy. 

"Sudah cukup, Bom-ah. Sudah cukup kau mengorbankan dirimu demi dirinya. Kau hanya tertawa lebar dan tetap membela dirinya ketika semua orang membanjiri dirimu dengan pertanyaan tentangnya. Kau tetap menutupi semua tentang dirinya dengan kata-kata manis tanpa dosa. Ia tau kau peduli padanya. Ia tau kau menyayanginya. Ia tau semuanya. Tetapi ia pura-pura bodoh dan tetap melakukan ini padamu. Kau pun tak dapat melakukan apa-apa karena rasa sayangmu padanya selalu ada, begitu besar. Tidak, kau tidak salah. Tak ada yang salah menyayangi seseorang. Jangan salahkan dirimu menyayangi dirinya. Aku hanya ingin kau tau bahwa kau bukan orang yang boleh dan bisa diperlakukan seperti itu olehnya. Aku kesal dengan sikapnya. Aku marah. Orang yang selalu membuatmu seperti ini adalah dia. Sudah berapa kali ini? Kali ini, ia sudah kelewatan. Ia sudah melanggar aturan mainnya sendiri dan untuk apa kau tetap berada dalam permainan ketika permainan itu sudah berakhir? Semua chances telah diambil dan sudah tak ada lagi chances tersisa. Bukan kau yang harus diberikan kartu merah. Bukan kau yang harus meninggalkan permainan. Berikan kartu merah padanya dan katakan 'Kartu merah kuberikan padamu. Mengapa? Karena kau yang harus keluar dari permainan ini, karena ini adalah permainanku' Katakan dengan lantang dan kau boleh pergi dengan marah." Ahn berkata dengan nada sedikit meninggi, mungkin terdengar tinggi dari ujung telepon. 

"Aku mengerti, Youngyi-ah. Terimakasih ya, aku cukup senang karena aku merasa hatiku sedang marah. Aku sudah menangis cukup lama sebelum memutuskan untuk meneleponmu sehingga sedihku sudah mulai berkurang sekarang. Dan kata-katamu membuatku lega. Thank you." 

Friday, March 20, 2015

92 ㅡ ♕ Kebiasaan yang terlalu biasa

I hope you aren't hurting as much as me 
I hope for this everyday, countlessly
I hope you won't remember as much as i do 


Paenda berkata lirih, "Hari ini mereka menghabiskan waktu bersama...Ahn..." Seseorang yang dipanggil Ahn ini hanya dapat menatap layar kecil telepon genggam yang dipegangnya dengan senyuman kecil. "Apa yang harus aku perbuat sekarang?" Paenda menambahkan pertanyaan.

Mengapa Ahn tersenyum? Ia harusnya bersedih bersama dengan Pandae...lalu mengapa ia tersenyum kecil?


"Aku tau kau masih ingin berusaha dan berjuang. Maka tunjukanlah! Kau boleh memperhatikannya. Kau boleh mengkhawatirkannya. Kau boleh menyayanginya. Kau boleh menunjukannya. Lakukan hal itu dengan perasaan senang. Karena ketika kau bahagia melakukan hal itu....tak akan pernah ada penyesalan." Ahn Youngyi menggelitik layar telepon genggamnya dengan cepat, membalas Pandae.


Tring...
Balasan dari Pandae sampai di tangan Youngyi secepat kilat.
"Ya...aku masih ingin terus berjuang, aku tak mau berhenti. Namun sampai kapan, Youngyi-ah? dan....tidakkah ia akan merasa bingung apabila aku melakukan hal itu?"

"Tunjukan rasa sayangmu padanya seperti yang biasa kau lakukan. Ia bingung? Mengapa jadi kau yang memikirkan hal itu? Apabila ia serius dengannya, ia tak akan mungkin merasa bingung dengan perbuatanmu. Hatinya tak mungkin tersenggol apabila ia serius. Hati yang tergerak bukanlah sebuah pilihan, namun bagaimana seseorang menyikapi gerakan itulah sebuah pilihan. Aku tak ingin kau hanya melihat kemungkinan terbaik. Aku pun tak akan membuatmu menggunakan kacamata hitam dan menutupi dirimu dari kemungkinan terjelek. Aku mendukungmu dalam semua keinginanmu. Tak ada salahnya mengingini sesuatu. Tak ada salahnya mengingini seseorang. Tak ada salahnya menunjukan rasa sayang. Tunjukan padanya rasa sayang itu in your way. Show him what makes you different. Kau bebas berbicara dengannya. Kau bebas tersenyum menatapnya. Kau bebas tertawa bersamanya. Kau bebas mengkhawatirkannya. Kau bebas memperhatikannya dan kau bebas menyayanginya. Lakukan semua itu sebagai sebuah kebiasaan. Ya, kebiasaan yang terlalu biasa. Kebiasaan adalah sesuatu yang kau lakukan berulang-ulang, sesuatu yang baik.........untuk dirimu. Sehingga sampai saatnya tiba untuk benar-benar berhenti....kau akan dapat menerima semuanya because you have tried your best to be different by being yourself. Kebiasaan untuk mengkhawatirkannya, memperhatikannya, dan menunjukan semuanya padanya tak akan pernah hilang karena kau telah terbiasa melakukan itu. Terlalu biasa.....sehingga kau hanya memikirkan bagaimana kau menunjukannya, bukan mendapati dirimu ditunjuki olehnya. Kebiasaan untuk menyayanginya tak akan pernah hilang meskipun kau berhenti dengannya karena kebiasaan itu sudah terlalu biasa untukmu. Dan setiap kali kau berada di sampingnya....bersiaplah untuk selalu kembali jatuh hati. Karena kau sudah terlalu biasa menyayanginya. Kau harus percaya bahwa ketika kau tulus melakukannya, maka ia akan menerima ketulusanmu dengan tulus. You are loved."

I hope you're better than me 
Oh today and tomorrow


Thursday, March 12, 2015

86 ㅡ ♕ Inikah Ketakutanmu, Youngyi-ah?

"Kau kenapa hari ini Pandae? Aneh sekali tingkahmu..." Ahn yang duduk tepat di hadapan seorang laki-laki tinggi, tanpa lemak dengan kacamata ala korean boy menghiasi wajah yang sedikit menarik itu menatapnya heran. "Wah...makanan ini enak sekali!" Laki-laki bernama Pandae itu tertawa sendiri, tak menghiraukan Ahn yang sedang menatapnya lekat. "Oh! Galau Syndrome detected." Ahn menyeringai, kemudian menyantap tali panjang berkuah yang tersedia di atas meja.

"Kita tak boleh dihujani masa lalu." Lubuk hati menyentuh pikiran sendu Ahn.


************************************
Masa lalu ada di belakang kita, cinta ada di depan dan di sekeliling kita.
- Emme Woodhull-Bache

************************************

Pandae yang sedari tadi memang bertingkah aneh tiba-tiba melingkarkan lengannya yang panjang di bahu Park Bom. Ya, Park Bom selalu ada kemanapun Youngyi pergi. Ini aneh? tidak juga. Ya sudahlah. Ahn Youngyi tersenyum lembut menatap keduanya yang sedang tertawa, bermain. 
"Oh ya, kalau dilihat-lihat yang paling anteng-anteng saja hanya kau, Youngyi. Aku tak pernah melihatmu dengan pria, Youngyi-ah." Sebuah suara berat terdengar membuyarkan lamunan Youngyi akan keinginan diperlakukan seperti Park Bom disana. "Hmm...? Pria?" Ahn tertegun. "Yoondo? Youngyi pernah dengan Yoondo bukan ketika ia masih menjadi Song Joohee." Park Bom mengambil alih keadaan untuk menjawab sambil terkekeh kecil. "Wah wah, lihatlah temanmu yang satu ini. Mengapa kau membawa masa lalu? Tidakkah harusnya kita melihat masa sekarang?" Laki-laki dibelakang kemudi yang tadi bertanya kini menambahkan pertanyaan lagi dan lagi. Ia, Bebe. "Maksudku, aku tak pernah melihat Youngyi bersama dengan seorang laki-laki." Bebe menambahkan sambil memutar setir mobil menuju ke kafe yang dituju. "Ya...kita tetap harus menerima masa lalu untuk masa depan yang lebih baik." Youngyi terdiam dan hanya bisa tersenyum menanggapi semua pertanyaan dan pernyataan yang tertubi-tubi menghantam kepala dingin dan hati panas Youngyi. Bebe dan Bom mengambil alih keadaan, membicarakan Youngyi di dalam mobil. Cara yang tepat untuk menghilang dari situasi semacam ini bagi Youngyi adalah dengan mengalihkan pandangannya ke sisi poninya yang terurai, melihat jalanan dari layar kaca mobil yang sedikit gelap. "Ya.." Ia menjawab pelan. "Aku pun tak tahu mengapa..." Senyuman halus ciri khas dari perempuan bernama Ahn Youngyi ini terlihat kembali. 

"Aku tak pernah dekat dengan laki-laki. Laki-laki tak pernah mendekatiku. Begitulah hidupku. Aku tak percaya mereka, belum. Aku belum berani mengenal mereka, ya. Apakah mereka pun begitu? Mereka tak percaya padaku? Aku tak menarik. Aku tahu. Aku bingung bagaimana harus percaya dan mulai mengenal mereka. Aku tak punya daya tarik. Aku redup. Aku takut. Aku tak tahu harus bagaimana. Bagaimana cara mengenal mereka kembali? Aku lupa bagaimana caranya. Aku lupa bagaimana rasanya. Aku lupa semuanya. Orang-orang dalam masa laluku telah bahagia. Satu per satu dari mereka telah menemukan kebahagiaan yang terbaik. Aku tak iri, ya bohong. Aku sedikit iri. Bagaimana mereka dapat memulainya kembali? Apakah mereka pernah lupa bagaimana cara memulainya? Atau tidak? Aku rasa mereka tak lupa. Mereka hebat. Aku ingin mulai berjalan. Aku ingin mulai tertarik. Aku ingin menggapai kebahagiaan. Aku ingin melakukan semuanya. Tapi, aku tak tahu harus berkata apa. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku tak tahu harus berbuat apa. Apakah ini yang dinamakan ketakutan? Apakah ini yang dinamakan jalan buntu? Bisakah aku sembuh? Bisakah aku memulainya kembali? Inikah ketakutakanmu, Youngyi-ah? Inikah ketakutanmu selama ini yang tak bisa kau sembuhkan sampai detik ini? Hati itu terlalu mati untuk memulai. Otak ini terlalu rusak untuk berfikir. Badan ini terlalu bingung untuk melangkah. Haruskah aku tetap berada di tempat ini, memandangi diriku sendiri yang sangat tak menarik? Aku mohon, aku hanya ingin sembuh. Aku hanya ingin menemukan jawaban dari semua pertanyaanku..." Helaan napas panjang terdengar dari sisi Ahn Youngyi sebelum melangkahkan kaki turun dari mobil Bebe dan menuju ke pintu masuk kafe.


Hatimu sakit? Harusnya sih tak apa.
Lukamu belum sembuh? Pelan-pelan semuanya akan berakhir.
Kau bingung? Aku juga tak tahu.
Kau takut? Aku lebih takut.
Kau tak menarik? Aku terlupakan.
Kau suka berbohong? Aku tidak, hipnotis yang kulakukan.
Pernahkah kau rasakan hal yang sama? Mungkin kita bisa berteman. 


Aku takut, aku memang sendiri.

Perbedaan antara mencoba (try) dan kemenangan (triumph) hanyalah secuil tenaga (umph)
- ANONIM