Tuesday, July 3, 2018

248 ㅡ ♕ Tak ada yang namanya kebetulan.

Kencan Petualangan Online x Perubahan Alamat
Laurel Hausman x Anji Limon Taylor
13 x 25

Kang Shinwoo x Han Jisoo

Tak ada yang namanya kebetulan; dan apa yang keliatan sebagai suatu kebetulan muncul dari suatu sumber takdir yang lebih mendalam.
— Johann Friedrich Von Schiller

Setelah terus-menerus “menjomblo” dan tak pernah kencan dengan siapa pun selama beberapa waktu, dengan pengecualian satu kali bencana, kuputuskan bahwa pernikahan bukanlah takdirku. Ketika menyetir pulang ke rumah dari tempat kerja di suatu malam, tiba-tiba aku menyadari sedang menatap sekilas ke langit lewat jendela depan dan berbicara kepada Tuhan, “Tuhan, aku tidak akan menikah.”

“Aku tidak sedang ingin bertemu seseorang. Aku sudah punya kehidupan yang menyenangkan. Seorang laki-laki hanya akan membuat hidup menjadi kacau. Lagi pula, kalaulah Tuhan menghendaki aku menikah, tidakkah menurutmu Tuhan lah yang akan membawakanku seseorang yang tepat pada waktunya?”

Temanku terlihat skeptis ketika memandangku lewat asap yang menguap dari cangkir cappucino kami. “Apakah tak pernah terpikirkan olehmu, bahwa Tuhan menghendaki kaulah yang mencari? Memang, kau sudah punya karier mengajar, rumah sendiri, seekor anjing Baegle, dan kemandirianmu, mungkin hubungan yang indah akan memperkaya hidupmu yang sudah nyaman.”

Aku menyimpan pernyataan itu di sudut kepalaku. Minggu-minggu berikutnya kadang-kadang kukeluarkan dan kukaji lagi, dan berdoa untuk itu, dan pernyataan itu pun kembali ke tempat persembunyiannya. Suatu hari, di tengah ritual mengeluarkan pernyataan itu, kuperhatikan bahwa kata-kata temanku itu semakin membesar. Dengan mengakar, pernyataan itu sudah menyebar seperti tanaman rambat, dan dalam cerita Alkitab tentang Ibrahim, yang mengutus pembantunya mencarikan istri untuk anak lelakinya, Ishak. Ibrahim tidak hanya duduk-duduk saja dan menggoyangkan-goyangkan ibu jari, menantikan perempuan muda mengetuk pintu kemahnya. Rencana melibatkan tindakan yang direncanakan.

“Baiklah, Tuhan,” pintaku. “Jika Engkau menginginkan aku mencari pasangan, lalu tunjukkan kepadaku bagaimana aku harus memulai pencarian, karena kukira bar, nightclub, dan di bawah batu bukanlah tempat yang Engkau kehendaki.”

Kembali ke tahun 1970. Aku berusia enam belas tahun dan sama sekali tak paham perihal kencan. Satu-satunya nasihat yang dibekalkan ibuku tentang anak laki-laki adalah, “Jangan pernah menelepon anak laki-laki duluan! Nanti kau dikira perempuan gampangan.”

Gampang dalam hal apa?
Dalam memecahkan soal matematika?

Aku menyimak nasihat ibuku, meski tak setuju. Ini kan zaman modern. Ibuku boleh saja sudah menasihatiku agar aku tidak menelepon laki-laki, tetapi dia kan tidak pernah menyebut perihal e-mail.

Suatu malam, aku mendapatkan e-mail dari seseorang yang bernama Kang Shinwoo. Dia bertanya apakah aku sudah menikah dan punya anak. Aku mulai mengetik jawaban, “Aku sedang kuliah menjadi seorang pendeta berijazah, yang kutekuni dengan sungguh-sungguh. Jadi, bila kiriman e-mail ini kurang pantas, aku akan menegurmu! Aku bukanlah perempuan yang sedang putus asa.” Keyboard komputerku benar-benar piawai! Teleponku lalu berdering.

“Halo, Han Jisoo. Ini Kang Shinwoo. Aku baru saja mengirimimu e-mail, tetapi aku sudah tidak sabar dan lebih baik telepon saja. Aku tahu kau dekat dengan Tuhan. Itulah sebabnya aku ingin bicara denganmu.” Aku tak bisa membayangkan apa yang ingin diobrolkan lelaki ini. Jadi, aku pun bersikap melindungi diri dan siap-siap menutup telepon, kalau itu memang diperlukan. Dia pun mulai bicara. “Aku tak tahu bagaimana harus mengatakannya, jadi aku akan berbicara apa adanya saja. Aku melihat website-mu tadi malam, dan setelah membaca biografimu, aku yakin kaulah perempuan yang telah lama kudambakan dalam doaku.” Shinwoo lalu bicara dalam bahasa yang dia yakin kupahami, yaitu ayat-ayat dalam Alkitab. “Jangan membatasi Tuhan, Jisoo. Karena, bersama Tuhan tidak ada yang mustahil.”

Kata-kata itu langsung menghangatkan hatiku, dan meski perasaanku tentang pernikahan masih sama, aku mau mendengarkan semua yang dia katakan.

Pada tanggal 28 April 2007, kami berjumpa langsung ditemani kopi latte. Kami sama sekali tak kesulitan menandai masing-masing, karena sama-sama memajang foto kami yang terakhir. Kami mengobrol berjam-jam dan sepakat untuk bertemu lagi, dan lagi, dan lagi. Perlahan-lahan kami saling mengenal sebagai teman. Aku terkesan oleh budi baiknya, rasa hormatnya kepadaku, dan kenyataan bahwa dia menyukai anjing-anjingku. Kami memiliki banyak sekali kesamaan, namun dengan senang hati menerima perbedaan di antara kami masing-masing.

Setelah beberapa kali mengobrol dengan Shinwoo, aku dan dia memutuskan untuk mencoba menjalin hubungan jarak jauh. Karena jarak, dia banyak sekali memanfaatkan celah dan bertemu dengan orang-orang yang peduli dengan keadaanku. Kami semua perlu memastikan dialah lelaki yang diakuinya. Semua ini terjadi karena kami memilih untuk keluar dari segala sesuatu yang sudah biasa dan menjadi tradisi, untuk mempercayai Tuhan, dan mengambil risiko untuk mengenal lebih jauh perihal kencan online.

Kita mencintai bukan dengan menemukan orang yang sempurna, tetapi melihat ketidaksempurnaan dengan sempurna.
— Sam Keen






Monday, June 25, 2018

247 ㅡ ♕ 그 날 넌 내가 좋다고 했어.

근데 그 날에 기억나? 넌 내가 좋다고 했어. 그 예쁜 가로등 아래서 넌 내가 좋다고 말했어. 다음부턴 모른 척, 아닌 척해도, 확신을 해야 돼 넌, 그 날 넌 내가 좋다고 했어. — 좋다고 말해

가만히 눈을 감고 있어도 자꾸 생각나죠. 그댄 내게 마치 뜬 구름 같은걸. 사랑이란 말로 아직 부족한가요? 내 맘이 위험한가요? 그댄 내게 전부가 됐네요. 같은 길을 걷고 같은 꿈을 꾸고, 나 혼자만 몰래 상상을 하고. 그대 곁에 잠든 마치 연인 같은 그대와 내 모습.

나는 네가 필요해. 수줍은 나의 고백, 오랫동안 몰래, 숨겨왔던 노래. 참 순진했던 고백. 너도 좋다면 가까이 다가와. 울리지도 않는 전화기를 자꾸 보게되죠. 그댄 내게 기분 좋은 기대 같은걸. 하루만 더 기다리면 답이 올까요? 차라리 고백할까요? 한걸음만 더 다가와줘요.

오늘도 내일도 그댄 나의 전부 인걸요.









Tuesday, June 19, 2018

246 ㅡ ♕ 나만 안되는 연애.

그런 날이 있지, 눈물이 막 날것 같은 그런 날, 걷는 것마저 힘겹다고 느껴질 때, 네 곁에 그 누구도 몰라줄 때, 내가 널 안아줄게. 내품에 안겨 마음껏 울어 안아줄게. 내가 다 들어줄게. 아무에게도 말 못한 네 맘 내가 들어줄게.  안아줄게

왠지 오늘따라 마음이 아픈지 했더니? 왜 항상 나는 이렇게 외로운 사랑을 하는지? 도무지 이해가 안가는 이상한 날이에요. 왜 그랬는지 묻고 싶죠. 날 사랑하긴 했는지. 그랬다면 왜 날 안아줬는지, 그렇게 예뻐했는지. 나만 이런 세상을 살고 있는 것 같아요. 바라보기만 하다 포기할 수는 없겠죠? 근데도 이렇게 아픈 마음만 가지고 사는 건 도무지 불공평해서 견딜 수가 없어요. 시작부터 사랑하지 않았다고 내게 말했었다면, 그랬다면 나의 마음은 이렇게 굳게 닫혔을까요? 

그대는 아무렇지 않겠죠?
내 눈물로 더 이상 붙잡을 수는 없겠죠?
근데도 이렇게 아픈 마음만 가지고 사는 건 도무지 불공평해서 견딜 수가 없어요.

아무렇지 않게 살아가도, 매일 밤이 고통스럽겠죠?
그대가 정이 많은 사람이었다면, 날 안아주진 않았을까요?

그래도... 그땐 행복했었는데. 나 좀... 사랑해주면 안돼? 여기있어 제발... 딴생각말고 제발 여기있어줘. 내 옆에 있어줘. 나... 행복해지고싶어...

계속 행복할 수 있게 곁에 있어줄래요?








Wednesday, May 30, 2018

245 ㅡ ♕ Don’t go breaking my heart, it’s the only one I got.

I got mixed emotions. Did I finally find me a river that could lead me out to the ocean? Because I have only ever known the kind of love that leaves you battered and broken. Forgive me for my mixed emotions. 

I’m not that kind of person who can fall in and out of love with you. That’s not what love’s supposed to do. So, don’t go breaking my heart, because it’s the only one I got. 

Am I being too open? Because I told you everything I have to say, and now we’re having a moment. Does it make you wanna pick up all your things and drive away like it’s stolen? Just forgive me if I’m being too open. 

I’ve been broken, I’ve been bruised. 
But, now I’m all in because of you. So, if you’re gonna love me, love me right.
But, if you’re gonna be someone that hurts somebody just for fun, then do it to a heart that isn’t mine. 

Thursday, May 17, 2018

244 ㅡ ♕ Setelah Beberapa Lama.

Setelah beberapa lama, kau akan mengerti perbedaan tipis antara menggandeng tangan dan membelenggu jiwa,

Dan kau akan mengerti bahwa cinta bukan berarti bersandar dan teman bukan berarti aman,
Dan kau mulai mengerti bahwa ciuman bukanlah kontrak dan hadiah bukanlah janji,
Dan kau mulai menerima kekalahanmu sambil mengangkat kepala dan membuka mata, dengan kelapangan dada seorang dewasa, bukan kesedihan seorang anak,
Dan kau belajar membangun semua jalanmu hari ini karena tanah hari esok sangat tak pasti, sulit direncanakan.

Setelah beberapa lama kau mengerti bahwa sinar mentari pun akan membakarmu kalau berlebihan.

Jadi, tanamilah kebunmu dan hiasilah jiwamu, jangan menunggu orang lain membawa bunga untukmu.

Dan kau mengerti bahwa kau bisa bertahan...
Bahwa kau sebenarnya kuat,
Dan kau sebenarnya berharga.

Saturday, April 14, 2018

243 ㅡ ♕ Lebih baik tak pernah kembali, jika tak ingin tinggal.

Kecewa, terlalu lemah.
Ragu, terbelenggu fantasi.
Menjauh agar tak perlu tahu.
Menghilang agar tidak menjadi gampang.
Terlalu lelah, selalu salah.

Suatu hari nanti, aku yakin, kamu akan tahu seberapa besarnya diriku. Bukan lekukan fisik, melainkan tulusnya hatiku untukmu.

Teruntuk,
Kamu, yang selalu hilang dan datang sesuka hatimu tanpa pernah memikirkan hatiku.

Sudah cukup, aku pergi.
Tak pantas untukku, kamu kurelakan.

Jika suatu hari nanti kamu kembali ke hadapanku dengan tatapan seakan aku menunggumu, kamu salah besar.

Aku bahkan tidak berjalan ke arahmu. Mungkin, memang sempat terpikirkan untuk melangkah maju, tetapi itu tidak kulakukan lagi. Karena aku sadar, itu hanyalah sebuah perasaan semu.

Hanya satu pintaku agar aku tak melakukan hal yang sama kepadamu saat kamu menyesal telah melewatkanku nantinya, yaitu jangan kamu datang hanya karena aku terlihat seperti memiliki banyak waktu yang bisa kuberikan untukmu, jangan kamu datang karena ingin melihatku selalu luluh, dan kumohon; lebih baik tak pernah kembali, jika tak ingin tinggal.

Biar aku yang pergi, biar aku yang menutup diri.
Biar aku yang berhenti, berhenti mengharapkanmu.

Sunday, March 4, 2018

242 ㅡ ♕ When you start loving somebody else, only then, I will let you go.

Loving me, it isn’t hard. Now, come hug me, as you are.
Though our future remains uncertain, it’s that very vagueness that I like.
Why do things other than our love matter? Can you imagine our lives without each other? Surely we can love on. 

When you start loving somebody else,
When I get used to the life without you,
When that time comes,
When the end is the only way,
Only then,
I’ll let you go.

Loving you, it isn’t hard. Just one more smile, one more touch will do. 
Loving each other, it isn’t hard. If we start everyday as if it’s our first gaze. 
Why do things other than our love matter? Can you imagine our lives without each other? Surely we can love on. 

Whether you want it or not, I will love and be faithful to you.
Only when I fall and can’t walk anymore, when that time comes, when the end is the only way, only then, I’ll let you go.

I have given up,
I have told myself to stop,
I have done my best,
But, you never see my effort even once,
So, I decided to not know you,
Even though, deep inside my heart,
I can’t not know you.
Nonetheless,
This is for the best.
I’m gone for good.
Ahn Youngyi, drowning in her 2017 thoughts of him.

Friday, February 23, 2018

241 ㅡ ♕ Aku, Ahn Youngyi, yang masih merindukanmu di tahun 2018.

“Sometimes I wish I could go back in life. Not to change things, just to feel a couple things twice.” — Drake

Malam ini, hujan.
Bersamaku, langit merindukanmu. 

Alih-alih menutup kepala dengan menggunakan kedua tangan untuk menghalau titik air yang mulai membasahi sekujur tubuhku, aku membiarkan isak tangis dari Sang Langit menyentuh raga dan hatiku. 

Aku menengadah, menutup mata, dan membayangkan wajahmu. Enggan memanggil kembali sebuah kisah yang sudah lama terpendam, tetapi dengan berat hati kukatakan: “Aku merindukanmu.” Rindu berupa lembaran kertas yang tertumpuk menjadi sebuah surat, dengan goresan bolpoin dari hati.

Laki-laki berperawakan lebih tinggi dariku yang setiap langkahnya membawa pesona, meninggalkan seberkas cahaya dalam kedua bola mataku setiap kali memandang. Popularitas membuat namamu melambung, dan membuatku harus berpikir dua kali untuk mendekat. 

Kamu, yang tak bisa kusentuh.

Aku ingat. Saat itu, aku melihatmu berjalan di lorong sekolah. Dalam diam, aku memotret paras menawanmu untuk kujadikan penyemangat hidup. Bahagia bukan main walau hanya memandang dari kejauhan. 

Oh, Tuhan. 
Jantungku berdetak heboh. 
Apakah aku sudah jatuh? 
Jatuh hati, rupanya.

Mereka menertawakanku yang diam-diam selalu memujamu tanpa pernah berhenti. Keras kepala, tidak tahu malu, di mana harga dirimu?—tidak ada yang membela, hanya makian yang dilontarkan ketika raga berkumpul bersama para persona tak punya hati.

Mereka, yang tidak percaya cinta.

Tahukah kamu, seseorang yang tidak dapat kumiliki, ketika mereka menggunakan segala cara untuk menyadarkanku bahwa kamu tak akan pernah menyadari presensiku, apa yang aku katakan kepada mereka? 

“Ketertarikan adalah bahagia yang sederhana.”

Maka, banyak pertanyaan mereka berikan dengan maksud ingin mencari kelemahanku. Masih dalam usaha ingin menyadarkanku bahwa kamu tidak akan pernah berniat menemukanku di tengah keramaian. 

Kamu, adalah sebuah bintang yang bersinar terang.
Aku, hanyalah seorang pengagum bintang.

“Tidakkah kamu sakit karena tak mendapatkannya?” 

Sebuah pertanyaan kudapatkan, dan aku tersenyum. 

“Kamu akan belajar, belajar, dan belajar sampai kamu benar-benar dewasa. Sampai kamu yakin bahwa jawaban itu pasti: Tidak. Kamu tidak akan sakit, jika kamu benar-benar memahami.”

“Mengapa?” 

Mereka meminta alasan sebagai jawaban. 

“Kamu akan selalu ingin berada di sampingnya dan memandangnya tertawa karena rasa sayang tidak akan pernah hilang, meskipun raga tak kamu miliki. Kamu akan bahagia hanya karena tertawa bersamanya dari kejauhan.”

Kemudian, aku menegaskan pernyataan yang aku buat nyata. 

“Suka dan sayang adalah dua hal yang berbeda. Ingatlah, setiap kali kamu berada di sampingnya ... bersiaplah untuk kembali jatuh hati. Mengapa? Karena rasa sayang tak akan pernah hilang.”

Aku menjelaskan jawabanku dengan menggunakan ‘kamu’ karena aku ingin kamu yang tidak pernah bisa kugapai, kamu yang selalu kunantikan kehadirannya, dan kamu yang pernah hadir dalam hidupku sebagai bintang, tahu seberapa besar keinginanku untuk hanya menatapmu dari jauh.

Tidak pernah ada keraguan dalam mengambil sebuah keputusan. Mulai dari meyakinkan diri untuk memantapkan hati sebelum mulai menyukai, sampai kepada perpisahan secara sepihak yang aku tetapkan sebagai keputusan untuk berhenti memandangmu sebab pedih dalam dada mulai kurasakan.

“Tanya hatimu, tetapi pakai otakmu. Perasaan, pemikiran, dan kenyataan di sini adalah tiga hal yang berbeda.” 

Aku mengatakan kalimat itu untuk menampar diriku sendiri. Berulang kali kukatakan agar hatiku benar-benar pedih hingga air mata pun membasahi kedua pipi. Aku menangis.

Setelah kudapati diriku jatuh terlalu dalam, dan kamu tidak juga menolehkan kepala untuk mencoba menyelamatkanku, aku meyakinkan diriku bahwa aku tak akan lagi mencoba berharap. Aku belum benar-benar berharap. Aku hanya ingin mencobanya. Namun, semua itu tak akan kulakukan lagi.

Kini, aku tak akan lagi berdiri di sampingmu, terdiam mendukungmu dalam kesedihanku. Aku akan memberanikan diri untuk berjalan maju. Berjalan maju ke tengah-tengah keramaian sampai kamu menemukanku. 

Aku tak akan menunggu lagi.
Aku tak akan berusaha lagi.
Aku tidak lelah.
Aku tidak menyerah.
Aku tidak menangis.

Aku hanya harus mengistirahatkan hatiku karena terlalu sering berusaha mengerti semua tentangmu. Aku masih berusaha mengerti. Aku belum benar-benar mengerti. Aku tidak pandai, tetapi aku mau berusaha mengerti.

Luka lama masih membekas, walaupun tak membuatku meringis lagi. Luka baru tak memberi bekas, namun kenangan akan bagaimana aku mendapatkan luka itu akan selamanya menyayat hati. Lukaku masih belum sembuh. Namun, kini aku menjadi lebih kuat menghadapi kenyataan pahit.

Aku akan pergi.
Cari aku.

Jika tidak, maka aku akan benar-benar pergi meninggalkanmu tanpa menoleh ke belakang, dan ketika kamu merasa kehilangan lalu mencariku ... maka saat itulah aku akan mulai menanyakan hatiku kembali.

“Apakah kamu masih berdiri di sana menunggunya datang mencarimu? Ataukah kamu sudah berjalan pergi dari kerumunan itu karena terlalu sakit?” 

Suara hatiku yang tak mau didengar oleh siapa pun terekam jelas dalam benak. 

Jawabanku adalah, “Aku tidak lagi di sana—menunggunya.”

Kenyataan telah bertemu dengan sang akhir, lalu mengapa tak aku akhiri juga mimpiku yang hanyalah sebuah angan-angan semata? Kini, aku tak tahu bagaimana cara membedakan mimpi dan kenyataan. Mengapa? Karena terlalu sering bermimpi dalam diam, dan bercerita dalam tangis.

Terima kasih untuk hari-hari yang kamu ciptakan bagiku untuk bermimpi. Mungkin banyak hal yang tak dapat kamu percaya dalam hidup ini, tetapi percayalah bahwa kamu pernah menjadi cinta pertama seseorang. 

Salam hangat untukmu, 
Aku, Ahn Youngyi, yang masih merindukanmu di tahun 2018.

Wednesday, January 17, 2018

240 ㅡ ♕ Happy new year, xoxo.

It's never too late to be whoever you want to be. I hope you live a life you're proud of, and if you find that you're not, I hope you have the strength to start over because I believe in you as much as you believe in yourself, and deep inside your heart, you know that you are stronger than you've ever thought you are.

Things might not happen according to your plan, but I believe you can always get through it. You are strong, so keep your chin up, and see the world your way. Believe in yourself, and never lose hope because you deserve the world, and you are loved.

ㅡ from me to me

Friday, December 1, 2017

239 ㅡ ♕ It gets more lonely...

It gets a little more lonely when you are surrounded by lots of people, but you don't have anything to say because you exactly have nothing to brag about, and they don't curious about what you were doing all day long because you are just nothing.

Wednesday, November 29, 2017

238 ㅡ ♕ Am I alone in this crowded street?

Can't you stop for a bit for me?
It's too hard to walk any longer
The wind blows and it's still
Is there no place for me in this big world?
Am I alone in this crowded street?
Is there no empty seat for me?
So far away...

Tuesday, November 28, 2017

237 ㅡ ♕ Tonight is another sleepless night.

I get more and more scared
I'm running but my feet and heart forget why
Dreams just become baggage now
My only hope is to just leave it behind and run
Rushing myself to take just one more step
But when I looked up, I'm right in front of a cliff
I look back and all these expectations are lined up behind me
It pretends to support me but it's pushing my back
I wanted to place a comma in my heart sometimes
But now it's mixed up with all these numbers
The calculating world holds out its hand
I don't want to hold it but I'm even more scared of being empty-handed
I can hold it but would time really be the only thing that goes away?
As I look at the cloudy sky
I thought, I used to have dreams at one point
Tonight is another sleepless night

Monday, November 27, 2017

236 ㅡ ♕ I'm a supporting cast in my own story.

How does it feel to be the center of everyone's attention?
How does it feel to be able to do everything you want and everyone's supporting?
You are the main character while I'm just a supporting cast in my own story.
They never wonder about what I'm doing, they only worry about what you are thinking.
They asked only because manners, so that they looked like they're worrying.

How does it feel to be able to voice out your thoughts and everyone's listening?
How does it feel to live a life everyone thinking is great?
Living is hard, I'm trying to hold on to myself so I don't break into pieces.
Voicing everything is hard because I have nothing to brag about.

Sometimes, I want to stop being me who doesn't get a chance to live a proper life.
Somewhere, I want to get lost and stop worrying about life.
Someday, I won't look back and see myself crying.

Sunday, November 26, 2017

235 ㅡ ♕ I'm an amateur defender.

Come to think of it, I've never been a striker in my life. I've always defended myself, and stepped back at the right timing. I have neither the courage to take the ball nor the ability to avoid it. I'm an amateur defender. — 윤지호

Friday, November 24, 2017

234 ㅡ ♕ I was a snail chasing after dreams.

In a world of competition, my friends threw themselves for a line on their resume. In between them, I was a snail chasing after dreams. — 윤지호

Thursday, November 23, 2017

233 ㅡ ♕ The standards of the world is becoming like Everest

Nothing has changed
I’m alone in this playground
I got on top of the high bars
But, I’ve been on my tip toes all my life
What’s always been asked of me
Is to reach a bit higher than I’m able to
The standards of the world is becoming like Everest
The more I go towards the top, stress builds up like a mountain
I know I can never rest
No sleeping pills to put my anxieties to sleep
So I’m biting down on my tongue and staying up all night
Since I was young
I was taught to stay in line
Now I know why
Complicated relationships, it’s a paradox
Only relationships exist and there’s no room for humans
Afraid of becoming ordinary, I dreamed a dream
But now, I’m jealous of the ordinary
As I stand all alone in the rain
If you don’t grow, growing pains is just pain

Wednesday, November 22, 2017

232 ㅡ ♕ 세상이 참 잔인하다... 너무 힘들게 살아...

난 ... 너 오늘 봤어 ... 봤었는데 그냥 내 자리에서 있었어 ... 
왜냐하면 넌 날 잊어 버렸네 ...
난 ... 널 잊어 보릴수 없었다 아직까지 ... 
난 ... 누구랑 얘기 하고싶어 ... 얘기하고 싶었는데 아무도 없어서 말못해 ... 
아무도 듣고싶어 내 재미없는 얘기 ...
난 ... 아무것도 없어서 그래 ... 내 옆에 아무도 없어

근데 난 괜찮아 ... 익숙해 졌어
근데 난 울지도 않아 ... 아프지 않아
근데 난 솔직히 말하면 아무도 없어 ... 
거짓말 했어도 아무도 오는거야...

그래서 괜찮아 ... 괜찮아질거야 ...
그래서 좋은 일있을거야 ...
그래서 좋은 사람이 될수있어 ...
그래서 행복 할수있어 ...

난 ... 그냥 행복 해지고싶어.

Sunday, November 19, 2017

231 ㅡ ♕ Home is far away

I have a long way to go
But, there are no taxis
And, it feels like it's gonna rain
The weight of today are on top of my sagging shoulders
I wanna put it down for a moment
Home is far away...

Friday, November 17, 2017

230 ㅡ ♕ 내 마음

난... 그냥 행복 해지고싶어....

Wednesday, November 15, 2017

229 ㅡ ♕ Aku tidak pernah....

Aku tidak pernah meminta karena sudah tahu akan diberi. Aku tidak pernah berharap karena sudah pasti akan ditunjukkan jalan. Aku tidak pernah mengingini milik orang lain karena sudah bersyukur diberikan kehidupan milikku sendiri. Aku tidak pernah berniat untuk menjatuhkan orang lain karena sudah paham betul bagaimana rasanya terjatuh. Aku tidak pernah bersikap acuh tak acuh karena sangat mengenal perasaan diacuhkan. Aku tidak pernah membenci karena sudah tahu rasanya dibenci. Aku tidak pernah lelah mencoba karena tahu aku sedang diuji. Aku tidak pernah berhenti mengasihi karena paham betul bahwa Tuhan tak akan pernah berhenti mengasihi.

Aku bertahan karena tahu aku tak memiliki tujuan.