Wednesday, August 8, 2018

270 ㅡ ♕ I told you, there isn't anyone.

I don't know why it had to be you.
I told you, there isn't anyone. It's just you.

— While You Were Sleeping
















Tuesday, August 7, 2018

269 ㅡ ♕ Telling someone sincerely can't deliver your sincerity.

What was so special about me? What did you like so much about me? No! I was wrong. You hugged me after saving me. Then... was it at the bus stop? Or... when you brought me the rice cake?! Oh my goodness. So it was then! Did you fall in love with my voice? Goodness. Wait, that's not it. Did you move next to my house because of me?

— While You Were Sleeping














Monday, August 6, 2018

268 ㅡ ♕ Di suatu hari, kala sedang menunggu mentari pagi.

Di suatu hari, kala sedang menunggu mentari pagi. Aku berdiri, berhadapan denganmu, kasih, dan memberanikan diri untuk mulai berjalan pergi. Aku akui, aku yakini, semua itu hanya mimpi, sebab tak mungkin aku dipertemukan kembali denganmu, sang pemilik hati.

Walau badai menghadang, tenggelam dalam lautan kenangan, dan tak mampu menatap langit malam, aku tetap tak akan melupakan perasaan yang terasa nyata setiap aku menutup mata.











Sunday, August 5, 2018

267 ㅡ ♕ Sesekali, ia juga ingin berusaha membahagiakan kakaknya.

AARON LEE ☓ MUSIC
Where words fail, music speaks
Written by Vanny | 1,219 words


I’m lost right now,
I'm in the same place,
waiting for you to hold my hand.


  1. Calm. You called me, about to cry. I, pathetic, gained courage. I said you and him don’t work. I pretended I was busy, said I had something to do and that I had to sleep. I said “I should go now” at first I only wished for misfortune now, you and the snob. No, since he’s doing well. I hope I can sleep well at night. I got it. ㅡ Swings (Swings feat. Jay Park, I’ll be there)
  2. Loyal. What I really mean to tell you is, even if you call me while drunk it’s okay. Even if you scream and talk about the past, it’s okay. I whisper in your ear. I’ll let you know about this song. If I’m anxious, I’ll fly towards fire, like a moth. You plan to forget me so you clean your memories, but don’t ever forget what I’m telling you right now. Lean on me, my dear. Even though now we’re far from each other, I’ll always be there. ㅡ Swings (Swings feat. Jay Park, I’ll be there)
  3. Possessive. I don’t like those other guys next to you. Who am I? A killer who only protects you. Just like that, I kill it! I’ll hold you in my arms and be on alert. But, throw your worries to the basement. Whatever we do, we are one now. ㅡ Daniel & Woojin (WANNA ONE, Energetic)
  4. Caring. You can count on me like 1, 2, 3 and I’ll be there. If you’re tossin’ and you’re turnin’ and you just can’t fall asleep, I’ll sing a song beside you. If you ever forget how much you really mean to me, every day I’ll remind you. You’ll always have my shoulder when you want to cry because that’s what friends are supposed to do. ㅡ Bruno Mars (Bruno Mars, Count on me)
  5. Rebellious. In 2010, I changed car tires and shook in the cold in the middle of winter. In 2014, I set up AOMG and girls shake when they see me. Live how you want, be a loyal man, don’t chase after money. My future is paved in gold, always do just what you feel. ㅡ Jay Park (Jay Park feat. Gray, Evolution)
  6. Positive. Always be free, but have sense and mind your manners too. You’re still gonna hate on me? Guess you’re all bored, you all have nothing to do. I sing, and everyone goes crazy while you leave comments in the PC cafe. I go overseas to throw shows and you just touch your keyboard at home. When you’re wasting time like a fool, the female celebrities you like are giving me looks. The winning side always laughs. I have something to say. The world hasn’t ended yet so I said all you mothafuckas, this world is mine, let’s go! ㅡ Jay Park (Jay Park feat. Gray, Evolution)
  7. Flirty. You better wear that dress I like. It’s a special kinda night. Imma take you for a ride. Hop in, Driver, you can take your time. Put that classic R&B on, pour you something you can sip on because we gonna get it on tonight. ㅡ Jay Park (Jay Park feat. KRNFX, Limousine)
  8. Playful. I drink and drink, but I don’t care about anything right now, even if tomorrow gets wasted. I’m not jealous of couples. Handsome men, pretty girls are all looking nice. Their bodies won’t separate as if glued together. Youth only comes once so you can’t waste a single day. The ecstasy you can only feel from here. Enjoy, enjoy, enjoy, enjoy! ㅡ Jay Park (Jay Park feat. Loco, NaNa)


Aaron Lee—lahir di salah satu rumah sakit negara Singapura pada tanggal 10 Mei 1997. Kelahiran bayi mungil Lee ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh kedua orang tuanya yang sangat mendambakan kelahiran seorang anak laki-laki. Kini, lengkap sudah keluarga Lee karena penantian panjang sudah berakhir dan akhirnya, momongan dengan gender laki-laki hadir melengkapi keturunan keluarga. Bayi laki-laki membuat mereka berdua semakin bersemangat. Penerus perusahaan sudah ditakdirkan hadir dalam hidup mereka. MAXIME COMPANY adalah perusahaan shopping center terbesar di Seoul. Aaron lahir ke dunia dengan takdir yang sudah pasti ditentukan ada di depan matanya. Hidup dalam keluarga yang berkelimpahan harta membuat sang adam sedikit sombong dengan kekayaannya, dan sering kali memamerkan harta benda miliknya. Selain itu, dia juga tumbuh besar dalam keluarga yang penuh dengan cinta kasih sehingga laki-laki ini cukup dapat terbilang manja dan tidak mandiri. Terlebih, kakak perempuannya, Anna Lee, begitu menyayanginya serta selalu memberikan perhatian kepada si adik yang selalu senang mencari perhatian.

Di usia Aaron yang sudah mencapai dua belas tahun, MAXIME COMPANY mengalami keadaan sulit. Perusahaan terancam bangkrut. Aaron sebagai anak lelaki yang mana nantinya akan menjadi penerus perusahaan masih sangat kecil untuk terjun ke dalam dunia bisnis sehingga kakak perempuannya, Anna, yang diminta untuk membantu perusahaan. Kediaman keluarga Lee menjadi sepi setiap harinya. Bahkan, selama nyaris dua minggu Aaron hanya bertemu dengan para pengurus atau asisten rumah tangga saja. Alhasil, dia sering menghabiskan waktu luangnya bersama dengan seorang pengawal yang akan menjadi sekretarisnya kelak. Aaron yang tumbuh menjadi sosok pemuda yang ceria, pemberani, dan selalu tersenyum, pada saat-saat ini berubah menjadi lelaki yang pendiam dan senang menyendiri. Terkadang dia akan bermain sendiri atau berulah agar kedua orang tua memedulikan keberadaannya dengan mengajak seluruh pengurus rumah untuk bermain basket bersama di lapangan samping kediaman Lee. Beberapa kali Aaron melakukan hal tersebut, dan akhirnya, apa yang diinginkannya pun didapat. Memang bukan kedua orang tua yang datang menghampirinya dan memberikan pelukan hangat, tetapi rasanya apa yang diinginkan sudah tercapai. Anna yang selalu menyayangi sang adik memeluk si bungsu dengan hangat dan berkata, “Semua akan baik-baik saja.”

Sejak MAXIME COMPANY berhasil bangkit dari keterpurukan, hubungan kedua orang tua Aaron menjadi renggang dengan anak bungsu lelaki mereka itu. Aaron lebih menghormati keinginan dan keputusan Anna dibandingkan dengan milik kedua orang tuanya. Si bungsu Lee pun menjadi seorang laki-laki yang pemalas dan lebih suka bermain daripada belajar. Menjadi penerus perusahaan bukanlah keinginannya sehingga tak usah dipedulikan saja. Ya, begitulah isi kepala Aaron yang saat itu berusia sekitar tujuh belas tahun. Namun, bagi kedua orang tua, kedudukan tertinggi perusahaan tentu dan pasti akan diberikan kepada Aaron. Oleh karena itu, paksaan diberikan Ayah Aaron kepada sang anak lelaki calon penerus perusahaan. Tetapi, Aaron yang keras kepala mengatakan dengan jelas bahwa dirinya tak ingin terjun ke dalam dunia bisnis. 

Aaron ingin bermusik. Lagi dan lagi harus dikatakan bahwa terlahir dalam keluarga yang berkelimpahan harta tak menjamin sebuah kebahagiaan karena uang bukanlah segalanya. Kedua orang tua Aaron harus berterima kasih kepada Anna sebab Anna lah yang membuat Aaron mengesampingkan impiannya menjadi seorang musisi dan berusaha untuk menyenangkan kedua orang tua dengan menerima tawaran sang ayahanda. Aaron tidak perlu melanjutkan pendidikan—cukup sampai di sekolah menengah atas saja—dan boleh bermusik sebagai kegiatan sampingan, tetapi adam itu harus mulai belajar memimpin perusahaan dengan datang ke MAXIME DEPARTMENT STORE setiap harinya. Meskipun sedikit berat untuk menentukan pilihan; untuk mengesampingkan impian, tetapi demi Anna, Aaron rela melakukan apapun. Dia tak ingin kakak perempuan satu-satunya itu berkorban untuknya. Sesekali, Aaron juga ingin berusaha membahagiakan kakaknya. Semoga saja keputusan yang diambilnya ini benar.









Saturday, August 4, 2018

266 ㅡ ♕ Cinta yang sesungguhnya itu adalah cinta yang tulus dan tidak bersyarat.

HAN GEUMBI ☓ DARK PHOENIX
He never left my mind, I never even crossed his
Written by Vanny | 2,443 words

Kebodohanku berujung duka,
kerinduanku berujung luka,
akankah perasaan ini berujung fana?
— Geumbi, Han.


Han Geumbi adalah seorang wanita yang penuh kasih sayang, tetapi sosok ratna yang pipinya mudah bersemu merah ini juga sangat pemalu. Dia memiliki kepribadian yang terbilang pasif karena lebih banyak mendengar daripada bicara. Tidak hanya dalam pekerjaan, Geumbi pun sulit untuk menyampaikan isi hatinya kepada orang lain. Meski ketika bekerja, dia akan jauh lebih banyak bicara, tetapi terkadang Geumbi lebih memilih diam dan mengobservasi serta menganalisa dibandingkan menggunakan waktunya untuk berdiskusi. Inilah salah satu penyebab mengapa sang puan jarang terlihat bersosialisasi.

Terlepas dari kepribadiannya yang tidak mudah bergaul, tidak mengerti bagaimana menyampaikan perasaannya, serta tidak banyak bicara, Geumbi sangat menyayangi adiknya, Han Woobin. Geumbi tidak terlahir dalam keluarga yang bergelimangan harta dan kehidupan yang keluarga Han jalani sangatlah sederhana, tetapi keluarga yang beranggotakan empat orang ini sudah sangat berkecukupan, dan mereka sangat bahagia. Oleh karena itu, karena terpaut usia 12 tahun dengan sang adik, Geumbi sangat protektif dan selalu ingin tahu kabar adiknya yang masih menyandang status mahasiswa di Universitas Nasional Seoul. Dia selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang disayanginya. Bahkan, setiap bulan Geumbi terus mengirimkan uang bulanan untuk kedua orang tuanya yang tinggal di Pulau Jeju. Apa lagi ketika mengetahui kabar bahwa ayahnya mengidap Senile Dementia atau Alzheimer, Geumbi menjadi sangat terpukul dan berujung menyalahkan diri sendiri sebab saat mendapat kabar itu, dia masih berada di balik jeruji besi karena perbuatannya yang melanggar hukum, yaitu membuat pil adiktif ilegal permintaan dari seorang laki-laki yang sangat dicintainya. Dia adalah perempuan yang akan mencintai sampai mati, dan mempertahankan perasaannya meskipun kenyataan mendorongnya mundur. Han Geumbi sangat mencintai Dark Phoenix, dan hal itu tak akan berubah. Setidaknya, dia tahu, dia adalah seorang perempuan yang mencintai tanpa syarat. Dia percaya, ketulusan hati akan memenangkan segalanya.

Menjadi seorang anak sulung keluarga membuat Geumbi sangat bertanggung jawab. Entah itu bertanggung jawab dalam apa yang dia katakan, pun juga dalam perbuatannya. Dia selalu berpikir dahulu sebelum berbicara, dan memikirkan banyak kemungkinan sebelum melakukan sesuatu. Selain bertanggung jawab, Geumbi juga adalah sosok yang pekerja keras, pantang menyerah, dan tak kenal lelah. Dia bisa menghabiskan harinya hanya berdiam di dalam ruangan kerja saja; menganalisa obat-obatan bagi Rumah Sakit Nasional Gangnam tanpa beristirahat. Oleh karena itu, banyak dari rekan-rekan sejawat sang ratna memanggilnya dengan sebutan ‘Crazy Gold’; yang sebenarnya memiliki arti ‘Geum Gila’ dan jika bicara perihal kegilaan, dia juga terkenal dengan mood yang berubah sesuai dengan cuaca. Jadi, seperti ini, Geumbi bisa saja terus menampilkan senyuman terbaiknya kala cuaca sangat cerah; ketika angin berembus menerpa wajahnya, langit terang dengan mentari yang terik, tetapi dia bisa langsung menangis tersedu-sedu ketika hujan mengguyur seluruh pelosok Gangnam. Entahlah, tak ada yang mengetahui alasan di balik kebiasaan, atau kegilaan Han Geumbi tersebut, dan tak ada seorang pun yang berani bertanya. Bukan takut, melainkan segan dan enggan mengetahui rahasia yang dimiliki dara pemilik jabatan ilmuwan di rumah sakit itu.

“Hidup itu bagaikan bercermin. Apa yang kau katakan kepada orang lain; baik atau buruk, nantinya akan kembali padamu. Jadi, perbanyaklah mengucapkan kalimat yang menyenangkan hati karena di setiap langkahmu, kau juga akan mendengar ungkapan-ungkapan yang sama.” 
— Geumbi, Han.


✦: November, 1985.

Han Geumbi lahir ke dalam keluarga yang menetap di sebuah pulau cantik bernama Jeju. Keluarga Han menjalani kehidupan mereka dengan kesederhanaan. Anggaplah mereka berkecukupan. Tidak bergelimangan harta membuat keluarga yang kala itu baru beranggotakan tiga persona saja selalu berjuang untuk terus bahagia meski hidup dalam kesederhanaan. Kedua orang tua, Han Moojin dan Bae Jungjoo, sangat menyayangi karunia dari Tuhan yang mereka beri nama Han Geumbi.

Sejak kelahiran Geumbi, Jungjoo yang seharusnya tidak bekerja dan hanya mengurus segala keperluan rumah tangga saja harus mulai berjuang membantu sang suami. Ibu dari Geumbi itu bekerja sebagai seorang penyelam di Pulau Jeju. Ikan-ikan yang ditangkap kemudian dijual ke pasar tradisional dekat kediaman Han. Tak dapat dipungkiri bahwa biaya membesarkan seorang anak tak sedikit sehingga pasangan Han harus membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, kerapnya Geumbi dititipkan pada sebuah rumah penitipan anak yang jaraknya tak jauh dari pasar sehingga Jungjoo tidak terlalu khawatir. Walaupun perjalanan hidup menjadi semakin sulit, kasih sayang kedua orang tua Geumbi tak pernah berkurang, bahkan selalu bertambah setiap harinya, dan Geumbi tentu sangat menghargai serta menyayangi ayah dan ibunya.

“Cinta yang sesungguhnya itu... seperti cinta yang diberikan kedua orang tuaku padaku. Tulus dan tidak bersyarat.” 
— Geumbi, Han.



✦: June, 1997.

Tahun ini Geumbi berusia 12 tahun, dan keluarga Han mendapatkan sebuah kejutan dari Tuhan. Lagi-lagi sebuah karunia diberikan Sang Pencipta kepada keluarga yang kini beranggotakan empat persona. Han Moojin dan Bae Jungjoo memberi anak lelaki mereka sebuah nama yang diyakini sebagai doa. Han Woobin. Itulah nama adik laki-laki dari Geumbi.

Senangnya bukan main. Tak mampu mereka menutupi kebahagiaan yang dirasakan keluarga kecil yang selalu berusaha menjalani hidup dengan baik. Namun, meski kebahagiaan menyelimuti, sebuah fakta tak mampu dibiarkan begitu saja. Bertambahnya anggota keluarga membuat keuangan juga harus berjalan naik, dan kala itu, Geumbi masih belum bisa membantu kedua orang tua untuk menghasilkan uang. Ayah juga tak memperbolehkan Geumbi kecil untuk bekerja, meskipun hanya bekerja sebagai penjaga kedai serba ada di dekat pasar.

Pada tahun 1997, keluarga Han mengalami masa-masa yang sulit. Finansial mereka terombang-ambing. Apa lagi ketika tak banyak ikan yang dapat ditangkap Jungjoo, dan pekerjaan sang ayah dari dua anak, yaitu Moojin, juga tak berjalan baik. Moojin nyaris dipecat karena pernah tertangkap basah mencuri beberapa ekor ikan di pabrik pengawetan makanan, tempatnya bekerja. Hidup itu tidak berat, tetapi menjalaninya memang cukup sulit. Moojin dan Jungjoo kehabisan kata-kata dalam mencari solusi untuk menghidupi kedua anak hingga suatu hari, Jungjoo sampai kepada suatu titik di mana dia sudah lelah dan ingin mengakhiri hidup. Untung saja beberapa menit sebelum Jungjoo memberikan sebuah gelas berisikan racun yang dia buat dari bubuk arang dan beberapa zat beracun lainnya kepada sang anak sulung, yaitu Geumbi, Moojin pulang dari pabrik dengan membawa sebuah berita baik. Kepala keluarga Han naik jabatan menjadi supervisor di pabrik tempatnya bekerja sebab kinerjanya dianggap cukup baik untuk duduk di bangku jabatan yang lebih tinggi. Terlebih, Moojin juga memiliki pengetahuan dalam bidang pengawetan makanan sehingga dia bisa sangat membantu perusahaan.

Mendengar kabar baik itu, Jungjoo memeluk Geumbi dan menangis tersedu sambil meminta maaf. Saat itu, hujan turun membasahi pulau yang terkenal dengan pantai dan bunga-bunganya yang cantik, dan Geumbi kecil tak mengerti akan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi satu hal yang dia tahu, air mata jatuh membasahi kedua pelupuk matanya. Hatinya perih, nyeri, dan entah perasaan apakah itu. Dia tidak tahu apapun perihal sulitnya menjalani kehidupan. Namun, sejak kecil dia sudah mengerti apa arti tangis dan air mata.

“Aku tak mengerti apa itu perih, nyeri, sakit hati,
tetapi aku tahu betul apa arti dari tangis dan air mata,
karena hari itu, hujan turun.” 
— Geumbi, Han.



✦: March, 2003.

Tidak pernah terpikirkan oleh Han Geumbi bahwa dirinya akan mendapatkan beasiswa. Tahun ini Geumbi berusia 18 tahun dan tibalah saatnya bagi si sulung untuk meninggalkan pulau terbaiknya demi mengemban pendidikan di ibukota. Beasiswa didapat, dia tak perlu memutar otak untuk mencari uang demi membiayai pendidikannya, dan biaya asrama pun juga sudah ditanggung universitas sehingga apa yang perlu dia pikirkan saat ini hanyalah bagaimana dirinya belajar dengan baik untuk mempertahankan nilai serta dalam waktu yang sama, dia juga akan bekerja untuk membiayai kehidupannya selama di Seoul.

Kepindahannya ke Seoul memberikan sedikit kenyamanan bagi kedua orang tua sebab tanggungan mereka sudah berkurang satu, dan sejak itu, sang bunda tak perlu bekerja lagi sehingga Woobin tentu mendapatkan perhatian lebih. Hal itu yang tidak dapat dimiliki oleh Geumbi saat dia seusia Woobin. Namun, bukan masalah, tak ada iri di hati sang kakak. Kelegaan mengisi relung. Geumbi lega Woobin akan tumbuh menjadi sosok laki-laki yang juga dipenuhi kasih sayang sebab kasih sayang kedua orang tua mereka sudah sangat cukup untuk membentuk kepribadian kedua saudara Han menjadi dua orang yang baik bagi sekitar.

Han Geumbi belajar dengan giat setiap harinya. Dia sangat menyukai ilmu pengobatan dan bercita-cita ingin menjadi seorang ilmuwan yang cerdas serta berguna bagi kehidupan banyak orang. Oleh karena itu, setiap hari Geumbi akan mengunci diri di perpustakaan; membaca banyak buku, dan mempelajari banyak hal. Dia tak ingin mengecewakan beasiswa yang didapatnya dengan penuh perjuangan.


✦: October, 2007.

Hari kelulusan pun tiba. Tidak membutuhkan waktu lama bagi seorang Geumbi untuk dapat lulus dari salah satu universitas ternama di ibukota. Kedua orang tua menemaninya datang ke perayaan kelulusan. Tak lupa Woobin juga ikut menemani dan mereka berfoto keluarga bersama. Sangat bahagia. Hari itu rasanya adalah hari terbaik selama Geumbi hidup karena sebuah pencapaian telah dipegang dalam tangan. Dia sudah bisa bekerja dan menghasilkan uang yang banyak karena sudah menjadi sarjana. 

Keingianan untuk terus berkembang dalam bidang ilmu pengetahuan pengobatan membuat Geumbi tak berani menolak sebuah tawaran yang diberikan kepadanya untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Oxford di Inggris. Beasiswa lagi-lagi didapat dan tak mungkin Han Geumbi menolak niatan baik seorang petinggi kampus yang bersedia memberikan beasiswa kepadanya. Kali ini, tak hanya biaya perkuliahan serta asrama saja yang gratis, melainkan setiap minggunya Geumbi juga diberikan uang saku selama tinggal di Inggris. Tentu, mana mampu sang ratna yang selalu senang mengembangkan diri itu menolak. Anggukan diberikan sebagai tanda persetujuan. 
Beberapa hari setelah perayaan kelulusan, Geumbi pun terbang ke Inggris untuk melanjutkan pendidikan. Di sana, dia tak hanya belajar dengan giat untuk segera lulus dan mendapatkan gelar keduanya, melainkan dia juga bekerja sebagai asisten dosen di fakultasnya.


✦: August, 2010.

Keinginan Geumbi untuk belajar dan terus belajar membuahkan hasil, ketika banyak orang membutuhkan banyak waktu untuk dapat lulus dari Universitas Oxford, dia berhasil menyelesaikan pendidikannya hanya dalam tiga tahun saja. Perjuangan membuahkan hasil. Percayalah pada kekuatan yang ada di dalam dirimu.

Geumbi pun kembali ke ibukota Korea Selatan untuk mencari pekerjaan. Dia harus segera mendapatkan pekerjaan agar dapat membiayai kehidupan keluarganya. Sebagai anak sulung, sudah sepantasnya Geumbi menjadi tulang punggung keluarga, mengingat ayah dan ibunya pun sudah semakin tua.

Puan kelahiran Pulau Jeju yang sudah menyandang gelar sarjana untuk kedua kalinya masih belum puas saat pekerjaan sudah didapatnya di sebuah rumah sakit nasional ibukota. Dia masih ingin terus mengembangkan pengetahuannya. Oleh karena itu, lagi-lagi dia melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar S3 sambil bekerja. Tak kenal lelah, begitulah seorang Han Geumbi.



✦: April, 2012.

Pada dasarnya, seorang Han Geumbi tidak pernah sekali pun berpikir perihal jatuh cinta. Apa lagi mengingat kewajibannya untuk membiayai kehidupan keluarga sebagai tulang punggung keluarga. Mana mampu si sulung bersantai dan memanjakan diri dengan mencari laki-laki yang bisa memberikan afeksi. Mencintai diri sendiri saja, itu sudah lebih dari cukup.

Ya. Geumbi memang bisa mengatakan hal itu dengan penuh kepercayaan diri sebelum kedua matanya menangkap figur seorang lelaki yang saat itu juga membuatnya percaya akan apa itu cinta pada pandangan pertama. Dimulai dari bersahabat, cinta datang secara tiba-tiba, tetapi meskipun semakin lama rasanya perasaan yang ada di dalam dada semakin besar, dia enggan untuk menyatakan isi hatinya kepada Dark Phoenix, sang tambatan hati. Entah karena dia takut persahabatannya akan sirna begitu saja bagai mengedipkan kelopak mata, atau karena dia percaya bahwa lelaki pencuri hatinya itu tak memiliki perasaan yang sama. Entahlah... yang jelas, Geumbi berniat menyimpan semua cinta yang dia rasakan di dalam hati saja, dan menutup kotak hati tersebut rapat-rapat. Cukup dia yang merasakannya, diri sudah mampu bahagia.



✦: May, 2013.

Han Geumbi yang sudah menyandang gelar S3 dan mendapatkan julukan ilmuwan muda dalam bidang ilmu pengobatan mendapatkan sebuah surat yang mengatasnamakan tambatan hatinya sebagai pengirim. Senyuman terukir menghiasi paras ayu sang puan. Dark Phoenix meminta Geumbi membuatkannya pil adiktif. Entah untuk apa pil tersebut, tetapi yang jelas, Geumbi senang sekali karena dia dipercaya oleh Dark Phoenix untuk membuat sesuatu. Cinta membutakan segalanya, Geumbi tak berpikir panjang. Dia hanya ingin mendapatkan nilai tambah di mata lelaki itu. Oleh karena itu, bermodalkan keinginan untuk menjadi sosok perempuan yang penurut, dia membuatkan apa yang diminta Dark Phoenix.

Namun, kenyataan ternyata membuat Geumbi tersadar bahwa cintanya kepada sang adam berujung luka. Dia ditangkap dengan tuduhan pembuatan pil adiktif ilegal. Berdiam lama di kantor polisi membuat Geumbi terpaksa memberikan kesaksian bahwa benar adanya surat yang dia terima sebagai perintah berasal dari Dark Phoenix. Akhirnya, puan yang malang itu pun dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun. Tak pernah Geumbi membayangkan dirinya yang sudah mengemban pendidikan setinggi-tingginya hingga menyandang tiga gelar dan juga mendapatkan julukan ilmuwan muda yang cerdas akan berakhir di balik jeruji besi. Meski begitu, hal tersebut tak dapat membuatnya membenci Dark Phoenix.

Dia memang bodoh, tetapi apa daya, hati tak ingin memberi benci, meski menyisakan perih.



✦: July, 2018.

Sudah lima tahun lamanya Han Geumbi tinggal di penjara. Di balik jeruji besi dia berdoa agar kedua orang tua serta adiknya diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Dia tak ingin keluarganya khawatir. Namun, ternyata sebuah kabar buruk kembali menusuk telinga dan menyentuh hati. Ayahnya mengidap Senile Dementia atau Alzheimer sejak satu tahun yang lalu. Ibunda harus mengurusi sang ayah setiap waktu, dan adiknya, Woobin, tinggal seorang diri di Seoul. Woobin tengah mengemban pendidikan di Universitas Nasional Seoul. Keluarganya terpecah belah. Hati Geumbi semakin terluka. 

Setelah keluar dari penjara, hal pertama yang dia lakukan adalah makan bersama dengan adiknya. Tak lupa, tahu rebus juga diberikan Woobin kepada Geumbi dengan alasan tahu rebus bisa menghilangkan kesialan. Usai makan bersama, Geumbi dan Woobin langsung menyempatkan diri mereka untuk pulang ke Pulau Jeju; mengunjungi dan melihat keadaan ayah mereka yang sudah semakin parah. Penyakit yang sungguh menyayat hati benar-benar diderita oleh Han Moojin. Pria yang humoris itu nyaris melupakan wajah kedua anaknya, namun untung saja seluruh memori belum sempat terhapuskan oleh waktu.

Pedihnya hati karena kehidupan yang semakin tidak bahagia membuat Geumbi enggan untuk kembali ke Seoul. Dia hanya ingin menemani ibundanya melewati kesulitan dalam hidup, menjaga ayahnya, dan menenangkan diri di Pulau Jeju. Namun, Bae Jungjoo tidak memperbolehkan Geumbi melakukan hal itu. Alhasil, Geumbi pun kembali ke Seoul dan menjalankan hari-harinya sebagai ilmuwan pegangan rumah sakit nasional ibukota dengan berat hati. Sebenarnya, apa yang dia kerjakan cukup terbilang ilegal karena pihak rumah sakit menjadikan Han Geumbi sebagai ‘Secret Weapon’ untuk meracik obat-obatan dan juga mengecek kondisi obat yang diedarkan ke publik. Ya. Apa boleh buat sebab Geumbi sendiri adalah mantan pidana yang telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara, dan memiliki catatan kriminal. Alhasil, Han Geumbi tetap bekerja di bidangnya, tetapi tidak terlalu terkespos publik. Orang-orang mungkin mengenal nama Han Geumbi sebagai ilmuwan muda yang cerdas, tetapi banyak dari mereka tidak mengetahui kehidupan sang ratna, di mana pekerjaannya sekarang selain sebagai dosen di salah satu universitas, apa yang disenanginya dan apa pula yang dibencinya. Tampaknya kebiasaan Han Geumbi yang selalu menyembunyikan perasaannya untuk diri sendiri dan sulit menyampaikan isi hati masih ada hingga sekarang. Lalu...

Akankah berakhir nasib buruk yang mengelilinginya?
Sebuah pertanyaan; sampai kapan harus bertahan?
Entahlah...







Friday, August 3, 2018

265 ㅡ ♕ Langit pernah bercerita padaku tentang rindu menggebu yang menjadikannya hujan.

Kemarin, aku menghadap masa depanmu, berharap mewarnai sedikit demi sedikit kertas putihmu, merangkul dingin tuturmu, berdoa agar aku mampu membuatmu tersipu, meski palsu. Di situ, aku tak pernah mau pergi, merangkai bunga penuh kasih agar setidaknya tamanmu tak kembali layu. Aku tak pernah sanggup melihatmu menangis sendiri walaupun dalam hati, sebab langit pernah bercerita padaku tentang rindu menggebu yang menjadikannya hujan. Aku mencoba memelukmu, merengek bak anak kecil meminta permen kepada sang ibu. Rupanya, tangisan ini tak mampu menahanmu. Ia meninggalkan kenangan-kenangan yang hanya bisa kubenci. Aku mencoba menatap matamu. Akankah ia kembali pada rayuku? Atau ke masa lalu? Atau ke rumah lain justru?

Kau adalah tanah lapang di padang gersang. Aku berjalan di atasnya, menunggu badai menyelimuti tubuh rentanku. Selanjutnya, rambutmu adalah hal yang paling kubenci setelah waktu. Sebab di situ kau menaruh banyak tanda tanya yang hanya bisa kujawab sendiri dengan menerka-nerka tentu saja. Kau datang ke setiap mimpiku, setiap waktu dalam satu minggu, menggerogoti tembok yang aku bangun setelah kau pergi kala itu. Kau melepasku, lalu bayangmu mengikuti tak kenal malu. Aku tak sanggup lagi mengemis padamu, hanya demi berlomba memenangkan piala perunggu. Aku mau menjadi yang kesatu, kasihku. Tetapi, aku kerap kali takut kembali menahanmu, walaupun rindu terkadang menjemput di sela-sela napasku. Esok hari, aku mencoba kembali menunggu. Lalu kau membunuh bayanganku dan berpura-pura menyelamatkanku.

Teruntuk orang-orang yang merasa kehilangan dan sulit untuk melupakan,
Kau tidak pernah sendirian.

Transkrip: Menjadi Manusia, Perihal Waktu.


Thursday, August 2, 2018

264 ㅡ ♕ Tidak menyerah dalam kehidupan yang nyatanya adalah hangat adanya.

Singkatnya seperti ini. Ketika perspektif kita digeser untuk bisa melihat bahwa orang lain mengalami cobaan yang sama, atau lebih berat bahkan, biasanya ada perasaan empati yang muncul terhadap kehidupan mereka, sekaligus kehidupan kita sendiri. 

Syukur bisa terbesit oleh rasa terima kasih atas setiap cobaan apapun yang dimiliki. Karena setidaknya, ada proses dan makna yang sedang dibentuk. Bukan tentang apakah masalah kita lebih sulit atau lebih mudah. Bukan juga sebagai bahan pembanding. Melainkan bagaimana kita melihat, mengatur perasaan, mengevaluasi sikap terhadap setiap masalah, kekhawatiran, kecemasan, dan keresahan apapun yang kita hadapi. Lewat perspektif orang lain yang juga sedang berjuang melalui cara mereka sendiri. 

Intinya... mari sama-sama utntuk tidak menyerah dalam kehidupan yang nyatanya adalah hangat adanya.

Transkrip: Menjadi Manusia, Belajar Memahami.

Wednesday, August 1, 2018

263 ㅡ ♕ 아직 어리지만 감당하지 못하겠어.

소나기 ☓ 한진희
멋대로 날 찾아와서 모든걸 다 적시고
작가는 류금영  | 문장 1,561

나를 사랑하는 법은 어렵지 않아,
지금 모습 그대로 나를 꼭 안아줘,
우리 사랑하는 법도 어렵지 않아,
매일 처음 만난 눈빛으로 서로를 바라봐 주면,
우리 사이 변해질까?


안녕. 난 한진희야. 날 보고싶지? 응, 그래. 그래야지. 듣기 좋아. 난 할얘기가 있어. 내 마음 들어줄수있어? 오늘밤도 네가 생각나. 네가 생각 했을때 이편지를 쓰고 너 한테 줄수없어도 그냥 마음이 편해지고싶어. 그래서 난 여기로 왔어. 


이 이야기는 너의 관한 이야기야. 잘 들었으면 좋겠어.


지금 새벽 3시. 잠이 안와. 넌 뭐하고 있을까 이 시간에. 자고 있으려나? 아니면 친구랑 아직 놀고 있으려나? 아무튼... 넌 잘지내고 있어? 그래... 잘지냈으면 좋겠어. 근데 난 요즘에 너무 힘들어. 네가 비밀을 가지고 있다고 생각해. 요즘에도 네가 보내는 메시지를 거의 없어. 미안해, 혼란스러워. 내가 나빠서 미안해. 내가 부족해서 미안해. 난 매일 매일 네가 생각나고 잠도 못자고 항상 울고 싶어서 너 한테 갔으면 난 큰일 뻔했네. 네가 날 미워해질까봐 너무 두려워. 그래서 용서해줘. 난 그냥 평범한 여자라서 부족해서 미안해. 난 그냥 행복해지고 싶은 여자야.

근데 너 멋대로 날 찾아와서 모든걸 다 적시고. 내 마음도 짙어져 널 원할때쯤에. 이내 떠나 가버렸던 네가 아직 그리워. 그땐 조금 더 젖게 내버려 둘걸.

어디서부터 어떻게 시작해야 할까? 너의 흔적들을 지우는 일 우리 함께였던 시간이 길지 않은데. 넌 참 많은 걸 남기고 갔네. 나 사실은 헷갈려 네가 날 원하는지 안해는지 난 잘모르겠어. 아직 하지 못한 말들이 너무 많아 너에게 주지 못한 맘들 갈 곳을 잃었나 봐. 조금만... 조금만 내게 머물러서 모두 가져줄순 없을까? 할얘기가 많은데...

사실은 나도 알아 네가 그냥 심심해서 날 찾아왔어. 네가 놀고싶어서 나 한테 왔어. 그건 알게 됐어. 근데 난 시작부터 진심이였어. 진심으로 널 알고싶어 그래서 언제부터 어디서부터 나도 모르게 그땐 상처 받았어. 너 진심이였어 생각했거든... 근데 아니였나봐. 시작부터 원래 그래... 난 방금 알았어. 넌 날 좋아하지도 않아.

넌 그거 알아? 나 정말 누군가를 다시 진심으로 사랑 할수 있는줄 몰랐었는데 네가 처음이야. 그 웃음은 너 한테 보여주는게 처음이야. 그 손잡고 너랑 처음이야. 남자랑 둘이서 영화보는게 너랑 처음이야. 쇼핑몰 둘이서 같이 걸어도 너랑 처음이야. 늦게까지 아직 못자도 저음이야. 그 전화 통화 너랑 저음이야. 그래서 너무 슬퍼. 네가 왜? 네가 뭔데 나 한테 이래? 이제 나도 그래야지. 너 처럼 너도 무시해. 어차피 난 누구랑 같이 있는지, 만났는지, 어디서, 어떻게 지내는지 궁금하지도 않아서 나 왜 널 계속 말해야됐는데? 소용 없다. 네가 계속 이러면 우리 미래가 없어. 난 노력했는데 넌 같은 마음이 가지고 않아서 난 이미 포기했어 이틀 전. 미안해... 난 이기적인 여자야. 난 누군가를 갖고 싶으면 하루종일 생각만 하고 마음도 너만 줄게 그래서 난 급히 상처 받아. 이건 내 이유야 왜 남자를 만날수 없어. 상처 받을까봐 두려워. 

믿어지지 않아서 내게 유일했던 너의 그 위로들이 저기 저 구름 뒤로 사라져. 근데 사실은... 제발 이 별들아 나를 도와줘. 영원히 이게 끝이 아니길 나에게는 우리 추억이 잊지 못할 선물 같아. 널 만나고 싶어 볼수없다해도 어디선가 나를 감싸줄 너의 기억. 힘든 내색 하나도 없이 웃어주던 그 모습 적어도 내게는 말해주지 왜 그랬어? 꿈이라고 말해줘. 내게 소중했던 너의 그 약속들이 저기 저 구름 뒤로 사라져. 널 만나고 싶어 되돌리고 싶어. 이뤄지지 않을 거란걸 알고 있어도 난 널 더 알고 싶어 진심이였어. 

안녕... 아직은 배우지 못한 말인데 이제 조금씩 알것 같아. 두 번째야. 혼자 기다리다 숨죽여 울먹이는 내 모습. 아직 어리기만 감당하지 못하겠어. 놀고 싶으면 다른 사람 찾아. 이젠 괜찮아. 나 두고 가려도 괜찮아.

네가 만약 이게 끝이라고 생각해, 날 돌아보지 말아. 참아왔었던 눈물이 쏟아져 버릴 때 난 괜찮으니까. 이별이 불어오는 곳으로 더욱 더 높이 저 멀리. 알아줘, 울고 싶지 않아. 내 사랑은 어디 가지 않아. 영원히 너의 그 마음을 언제까지 기억할게. 보고 싶을 거야. 내 곁에 없어도 어디선가 나를 감싸줘. 이젠 안녕.


Tuesday, July 31, 2018

262 ㅡ ♕ But, I would wake up with no one next to me.

I see you everywhere at where we used to be,
I see laughters, I see fights that we don't mean,
I see you everywhere even in my dreams,
but I would wake up with no one next to me.