Tuesday, March 17, 2015

90 ㅡ ♕ 박봄에게

I’m walking and walking
Across the times, the memories, on this street
The flowers you bought me on the evening street
They’re still in the vase, withering away

The memories scatter with the blowing wind
I still miss you so much, I’m going crazy



힘들었다 오늘....우리 너무 힘들어. 박봄아...괜찮을거야. 울지마. 니가 울면 나도 아파. 행복해라. 그 남자 진짜 나쁜 사람이야. 우리 그 사실 다 알아...근데 어쩔수가 없어서 너 계속 혼자 울어 나 계속 너 한테 아무것도 몰라...그냥 너 혼자 울면 됐어....내 생각은. 그래서 울었다...알았는데 그만 울어 잘 살아. 니가 진실을 알고있어 근데 왜? 니가 그 사람 앞에 왜 이렇게 웃어? 뭐가 그렇게 재밌어? 난 널 잘 몰라. 음....조금 알아....니가 그 남잔 진짜 좋아해 근데 난 널 상처를 받고 볼수 없잖아. 그래서 이제.....그만해 봄아....그만 상처를 받아...



But I can’t hate you

I miss you, I miss you
Why am I hurting so much?
I’m silently crying, I love you
I need you, I need you
Nights without you feel so lonely


The clock keeps ticking

But our time has stopped
I quietly close my eyes
And think about your voice that I hear
It’s calling out to me again

I’ll hate you as much as I loved you

But I still miss you so much, I’m going crazy


Hari ini adalah hari yang melelahkan...kami sangat lelah. Park Bom-ah...semuanya akan baik-baik saja. Jangan menangis. Apabila kau menangis, hatiku juga sakit melihatnya. Bahagialah. Ia memang jahat. Kita tau semua kenyataannya...tetapi kita tak dapat melakukan apapun, kau selalu menangis sendiri, aku selalu tak tau apa yang harus aku lakukan...aku hanya membiarkan kau menangis sepuas-puasnya sendiri...ini pemikiranku. Sehingga setelah itu...kau tau semuanya, berhenti menangis dan hidup dengan baik. Kau tau semua kenyataannya tetapi mengapa? Di depan dirinya mengapa kau tertawa seperti ini? Apa yang begitu menarik? Aku tidak tau kau. Hmm....aku tau sedikit...kau begitu menyukai dirinya tetapi aku tak dapat melihatmu menerima luka darinya. Jadi sekarang......Stop Bom-ah....berhenti menerima luka itu...



I’m filled with scars, I’m a coward in this breakup

Please don’t leave me, you know



#nowplaying: Shannon - Hate You 


It still feels like you’ll appear

Why am I hurting so much?
I’m silently crying, I love you
I need you, I need you
Nights without you feel so lonely

Monday, March 16, 2015

89 ㅡ ♕ Perasaan & Logika

mulai tertarik.

"Perempuan memberi dengan perasaan. Laki-laki memberi dengan logika." Begitulah tutur kata Kim Jiwon Unnie, seorang gadis bertubuh mungil dan berambut menarik ini berkata pada Ahn ketika ia memulai sesi curhat dengannya. "Mengapa?" Jiwon unnie menatap Ahn Youngyi jelas. "Perempuan memberikan perasaannya bersama dengan sesuatu yang diberikan pada seseorang. Berbeda dengan lawan jenisnya, laki-laki memberikan sesuatu dengan perasaannya." Sebelum selesai menjelaskan klimaks tentang hal tersebut, Jiwon unnie melarikan diri ke luar gua hijau milik Ahn dan melangkah masuk ke dalam surganya yaitu kamar berdinding merah muda yang rapih. "Aku mengantuk, maaf." Ujarnya pendek.

Ahn menengadah ke langit-langit kamar berdinding hijau muda yang disukainya, "Apa maksud unnie tadi ya..." Pernyataan yang belum bertitik akhir ternyata lebih menakutkan daripada pertanyaan yang belum terjawab. 




mulai mencari.


Perempuan adalah mahkluk yang sederhana. Meskipun kau berulang kali menyalahkan mereka. Meskipun kau berulang kali menghindari mereka. Meskipun kau berulang kali menyangkal mereka. Kau tak dapat lari dari kenyataan bahwa kau membutuhkan mereka. Perempuan adalah mahkluk yang sederhana. Sederhana hanya dengan memberinya seulas senyuman, ia tersenyum. Sederhana hanya dengan menyapanya halus, ia tersenyum. Sederhana hanya dengan sebatas berjalan bersama tanpa suara, ia tersenyum. Sederhana hanya dengan pemberian sebuah hadiah mungil, ia bahagia. Bukan materi yang dilihatnya. Bukan harga yang dinilainya. Tetapi, ketulusan ketika kau ingat akan dirinya. Kesabaran ketika kau mencari dan mencari sambil memikirkannya. Keberanian untuk mulai membuka diri pada orang-orang disekelilingmu. Kebahagiaan ketika kau menyadari ia....ada, ia hidup di sisimu. Happy White Day! Perempuan mudah tersenyum. Namun, mudah tersandung batu dan menangis. Menangis meraung-raung tanpa sebab yang dapat dipertanyakan. Apakah benar ia terluka karena batu itu? Ataukah ia hanya takut ketika ia terjatuh? Aku tidak ingin menyebut perempuan sebagai mahkluk yang lemah. Ingat itu. Aku tidak menyebut hal itu. Aku hanya ingin kau tau bahwa perempuan adalah mahkluk yang sederhana. Perempuan memiliki perasaan yang sederhana. Karena itu, mereka mudah tersenyum, tertawa, terjatuh, dan bahkan terluka. Semua itu karena mereka begitu sederhana. Perempuan itu sederhana. Perempuan memberi dengan perasaan. Mereka mengisi setiap sisi kotak dengan senyuman lembut membayangkan dirimu yang akan bahagia ketika membukanya. Sisi kiri berisikan sebuah kapas biru yang halus, ia harap kau mendapati hal itu sesuatu yang lucu karena ia sangat menyukai hal itu. Ia suka hal yang aneh. Ia suka hal yang unik. Ia suka sesuatu yang murung...gloomy, mirip dengannya. Mungkin kau harus tau itu. Sisi kanan terdapat sebuah kotak kecil nan keras beroda 4, hitam legam terlihat. Ia tau kau suka hal itu. Ia tau kalian pernah bercakap tentang hal itu dan bercanda bersama. Ia selalu ingat hal-hal yang pernah kalian bicarakan. ia mengingatnya. Sisi kanan bawah kau dapati sebuah kotak keras yang sangat lemah dan mudah pecah. fragile. Namun, satu hal yang ingin ia sampaikan melalui itu, ia ingin kau memandangnya hanya sebagai sebuah pajangan saja dan bukan sesuatu hal yang harus kau lalui setiap harinya. Ia hanya khawatir kau akan lemah karena hal itu. Ia ingin kau mencoba berhenti. Ia mendukungmu. Pelan-pelan kau lakukan, tak apa. Sisi tengah kau melihat sebuah lingkaran penuh bahan-bahan kecil sebagai hiasan perutmu, ia belajar membuatnya demi dirimu. Ia memikirkanmu. Happy Valentine's Day! Dengan dentuman jantung yang siap melawan badan, ia memberanikan diri melangkah maju dan melepaskan semuanya ke tanganmu. Ia berlari melewati kerumunan dan meraihmu. Ia tak pernah berharap kau meraihnya kembali. Senyuman, ia hanya ingin melihat seulas senyuman tersungging di bibirmu ketika kau membuka sebuah kotak berisikan perasaan darinya untukmu. Perempuan berfikir dengan sederhana. Terkadang terlalu sederhana sampai-sampai membuat mereka berjalan terlalu jauh dalam angan-angan. Semua itu karena mereka mudah mencintai. Semua itu karena mereka mudah terluka. Semua itu karena mereka mudah takut. Semua itu karena mereka sederhana. Oleh karena itu, menyayangi bukan hal yang sulit bukan? 


mulai menemukan.


Nah, sudahkah kau tau apa perbedaan dari "Memberikan perasaan melalui sesuatu dan memberikan sesuatu melalui perasaan"? Dua hal yang berbeda. Namun, hopefully it means the same.  


thanks for the gift.
5102

#nowplaying: Love and Pain - Healer OST 

Sunday, March 15, 2015

88 ㅡ ♕ Mata Sembab Tanpa Sebab

Detik demi detik berdenting bagai dentingan piano yang lembut namun menggebu-gebu. Tanpa kau sadari, lembaran kertas tak selalu putih. Jam demi jam berlalu bagai kelinci yang cepat meninggalkan kura-kura di belakang. Tanpa sepengetahuan mu, kura-kura telah sampai di garis finish. Waktu demi waktu melangkah jauh darimu. Tanpa kau percaya bahwa waktu dapat menentukan akhir, semuanya hampir berhenti.

Seseorang berkata hari ini, "Jangan membuat kesimpulan sendiri." Bukan aku. Bukan aku yang membuat kutipan itu. Seseorang yang peduli menyampaikan, Lee Chaerin. Seseorang yang menyemangati. Seseorang yang tak mau ada kesakitan terjadi pada orang lain. Ia peduli.

Tak apa. Masuk ke kamarmu. Kunci pintunya. Dan tidurlah...kau mungkin lelah hari ini. Lelah meneteskan air mata tanpa alasan. Mata sembab tanpa sebab. Bodohnya dirimu. Tapi, apa boleh buat. Semua ternyata karena manusia punya hati. Begitu juga denganmu. Kau punya hati yang sedih. Kau punya hati yang menangis. Kau punya hati yang terluka. Kau manusia bodoh. Tetesan air mata penuh arti menetes satu per satu, tak deras namun melaju lurus melewati jalan berliku dalam hati

Kenangan masa lalu dapat menghantui jiwa. Kejadian masa lalu dapat mengingatkan hari akan waktu yang lelah berlari. Orang-orang masa lalu dapat membuat hati goyah. Kau hanya bisa menatap layar kaca kecilmu dengan perasaan gundah. Apa yang kau takutkan? tak akan terjadi apapun, kata orang itu. Apa yang kau tangisi? tak akan terjadi apapun, kata orang-orang itu. Apa yang kau pikirkan? tak usah dipikirkan, kata orang-orang dan orang itu. Kau terlalu banyak pikiran. Kau terlalu berpikir jauh. Benarkah? Aku tau, kau takut menatap hari esok. Tunggu dulu, bukannya selalu seperti ini? Memang tak pernah ada kabar. Memang tak pernah bercakap. Memang tak pernah tertawa bersama. Memang tak pernah dekat. so close yet so far....as always. Sudahlah. Jangan kau pikirkan. Sudahlah. Keluarkan semua. Sudahlah. Tangisan berhenti. Tidurlah. Tidur yang nyaman malam ini. Kau harus yakin bahwa someday you can be loved by someone...someday. Good night, Love!



*****************

Oh Ri On: "Get up! How long are you going to stay holed up in the corner of your room?"
Oh Ri Jin: "Just please leave me alone..."
Oh Ri On: "How long do i have to leave you alone? Until you die?!"
Oh Ri Jin: "I beg you to let me go!"
Oh Ri On:

If you're the one hurting, is that it?
Then what about us?
What do i say to Mom who cooks all day for you? 
"She said she'll have a hard time by herself. Act like you don't know." Should i say that?
What should i say to our Father who sobs in secret because his heart is so torn up because of you?
"She said she'll be in pain by herself. Ignore her." Should i say that?
Why do you have to make it that we can't help you? Why?!
Who do you think you are?!
I understand. You work this out yourself.
I don't like a sister who just cries. I like a vigorous sister.
If you're not going to be one, then you're not my sister.

Oh Ri Jin: "Don't be like this...I rely on you so much. I became so strong because of you. I'm not scared of anything when i think of the fact that you've got my back. I was wrong. I won't be like that. So...don't say that you won't be my brother. Ever since i was young, those were the words i was most afraid of."


Oh Ri On: "Are you going to eat then?"

Oh Ri Jin: "Yes..."
Oh Ri On: "Are you going to say that you're hurt when you're hurting?"
Oh Ri Jin: "Yes..."
Oh Ri On: "Are you going to say that you're tired when you're tired?"
Oh Ri Jin: "Yes..."
Oh Ri On: "Then after eating, are you going to take Ri Na out for a walk with me?"
Oh Ri Jin: "Yes..."
Oh Ri On: "That's enough. Follow me then."

*****************

Oh Ri Jin: "Hey, Brother."
Oh Ri On: "Why, Sister?"
Oh Ri Jin: "You know that i'm really thankful to you, right?"
Oh Ri On: "I'm not so sure."
Oh Ri Jin: "The love that you were supposed to receive alone from our parents, thanks for sharing it with me.  Thankyou for becoming my family. And thanks for being a reliable brother."
Oh Ri On: "Hey, give me the planer (for smoothing wood). I need it to push the goosebumps out of me."
Oh Ri Jin: "I love you a lot, Oh Ri On. You know that, right?"
Oh Ri On: "Yeah...thanks for loving me."

*****************


Saturday, March 14, 2015

87 ㅡ ♕ Youngyi-ah, bolehkah aku bertanya?

Banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu...
Youngyi-ah...
Bolehkah aku bertanya...
Sedikit saja...


Makin tekun kau mendengarkan suara di dalam hati, 
makin terampil kau mendengar suara-suara di luar dirimu.
- Dag Hammerskjold

Kau tak pernah mengenalnya dalam. Memang...ketika ia baik padamu rasanya begitu indah. Memang...ketika ia peduli padamu rasanya begitu tak tertahankan. Meskipun ia sebenarnya tak pernah melakukan itu. Meskipun itu semua hanyalah pikiran mu yg selalu ingin kau buat terjadi dalam hidupmu. Kau tak tau bagaimana rasanya menyayangi seseorang. Kau tak tau bagaimana harus peduli pada seseorang. Kau tak tau bagaimana harus memperlakukan seseorang. Kau tak tau bagaimana harus menanggapi semua itu. Apakah kau takut? Kau begitu takut sampai-sampai kau lupa akan semua yang dulu pernah kau lakukan. Apakah kau tak ingat? Ingatkah kau, Youngyi...dulu kau pernah mencoba. Dulu kau pernah berusaha. Dulu kau pernah menyayangi. Lalu...Mengapa sekarang semuanya sirna dari hidupmu? Ketika ia marah, kau tak tau harus berkata apa. Ketika ia sedih, kau bingung kapan waktu yang tepat untuk merangkul. Ketika ia bahagia, kau selalu bertanya kapan kau bisa tertawa bersamanya. Apakah perasaan ini? Ini aneh. Memang aneh dan kau mulai mempertanyakan sesuatu. Benarkah ia peduli padamu? Aku tak tau tentang itu. careless...super careless. Bagaimana kalau kau pun tak peduli juga? Kau bisa. Kau mampu. Aku tau. Benarkah ia melihatmu sebagai seorang perempuan? Ya, tentu saja. Teman perempuan. Nothing more and nothing less...that's it. Bagaimana kalau kau pun juga menganggapnya hanya sebagai teman laki-laki? Aku tau kau memang menganggapnya sebagai teman laki-laki. Hanya teman laki-laki karena sama seperti dulu...kau tak pernah mengenal seseorang dengan dalam. Sedang berbohong kah kau saat ini? No, i'm not lying. Kau memang menganggapnya hanya sebagai salah satu teman laki-laki mu. Mengapa? Karena kau begitu takut mengenalnya. Karena kau begitu takut tak bisa lepas. Karena kau tak tau harus melakukan apa. Karena kau sangat bingung, Karena begitu banyaknya pertanyaan yang memenuhi hari-hari tanpa suara. Ya, i know. Kau memang pernah berbohong tentang ekspektasi. Tetapi kali ini, Mungkinkah ini kejujuran? Aku pernah melihatmu terpaku menatapnya kosong tanpa memandang masa depan. Kau terpaku. Kau terlihat bingung. Kau terlihat bodoh...maafkan aku. Lalu...Benarkah ia menyadari keberadaanmu?...ia sadar. Namun, hanya sebatas itu. Benarkah ia mengkhawatirkan mu? Ketika kau harus berjalan cukup jauh menuju tempat dimana kau harus berjalan, ia hanya menoleh dan melambaikan tangan tanpa ada sedikit kekhawatiran akan perjalanan jauh yang harus kau lalui. "Hati-hati ya..." Is it hurt to even just saying something short like that? Tak pernah sepatah kata pertanyaan, "Sudah sampaikah kau?" Tak pernah ada kata-kata terucap. Kau tak kecewa, aku tau. Kau selalu berkata pada dirimu, kau selalu menghipnotis dirimu untuk tetap sendiri melakukan semua itu. "Aku memang selalu seperti ini bukan? So what's new? Memang tidak pernah ada yang menemaniku, rela berkorban demi diriku dan berada di sisi ku...It's okay...Aku, sudah terbiasa." Kau hanya bisa tersenyum memandang langkahmu menjauh dan menjauh dari tempat dimana ia berada. Kau bukan siapa-siapa. Kau hanya teman perempuan. Benarkah ia menyimpan perasaan? Kau benar-benar tak tau. Ini jujur. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang tak asing namun kau tau jawabannya bermakna tak asing bagimu. Well...kau memang dekat dengannya. But...so close yet so far. Kau tak pernah menyentuh sesuatu di dalam dadanya yang dingin. Kau harus menunggu, menunggu dan menunggu jawaban yang tak asing itu terucap dari bibirnya. Kau bingung. Kau takut. Dua hal itu selalu terngiang-ngiang dalam benakmu bukan? Ya memang. Setiap kali mereka berbicara tentangmu dengannya...kau merasakan sesuatu yang salah dalam dirimu. Kau ingin tau bagaimana ia menanggapi itu. Namun, sayangnya...kau tak pernah melihat apapun. Adakah keinginanmu untuk menemui jawaban itu? Ya. Kau sudah siap. Kau tak mau menunggu suatu pertanyaan terjawab yang mana jawaban itu tak asing di telingamu. Kau ingin tau. Kau harus tau...sehingga kau bisa dewasa menerima kenyataan. Yang terpenting, sehingga kau bisa menatap matanya kembali seperti dulu. Lalu, kau dapat mulai bercakap, tersenyum dan tertawa bersamanya kembali seperti dulu. Seperti pada awalnya semua itu belum dimulai. We were so happy.

Tak ada yang perlu ditakuti dalam hidup ini, Semua hanya perlu dipahami.
- Marie Curie

#nowplaying:아픔의 흔적  (A Trace of Pain) - Healer OST

Thursday, March 12, 2015

86 ㅡ ♕ Inikah Ketakutanmu, Youngyi-ah?

"Kau kenapa hari ini Pandae? Aneh sekali tingkahmu..." Ahn yang duduk tepat di hadapan seorang laki-laki tinggi, tanpa lemak dengan kacamata ala korean boy menghiasi wajah yang sedikit menarik itu menatapnya heran. "Wah...makanan ini enak sekali!" Laki-laki bernama Pandae itu tertawa sendiri, tak menghiraukan Ahn yang sedang menatapnya lekat. "Oh! Galau Syndrome detected." Ahn menyeringai, kemudian menyantap tali panjang berkuah yang tersedia di atas meja.

"Kita tak boleh dihujani masa lalu." Lubuk hati menyentuh pikiran sendu Ahn.


************************************
Masa lalu ada di belakang kita, cinta ada di depan dan di sekeliling kita.
- Emme Woodhull-Bache

************************************

Pandae yang sedari tadi memang bertingkah aneh tiba-tiba melingkarkan lengannya yang panjang di bahu Park Bom. Ya, Park Bom selalu ada kemanapun Youngyi pergi. Ini aneh? tidak juga. Ya sudahlah. Ahn Youngyi tersenyum lembut menatap keduanya yang sedang tertawa, bermain. 
"Oh ya, kalau dilihat-lihat yang paling anteng-anteng saja hanya kau, Youngyi. Aku tak pernah melihatmu dengan pria, Youngyi-ah." Sebuah suara berat terdengar membuyarkan lamunan Youngyi akan keinginan diperlakukan seperti Park Bom disana. "Hmm...? Pria?" Ahn tertegun. "Yoondo? Youngyi pernah dengan Yoondo bukan ketika ia masih menjadi Song Joohee." Park Bom mengambil alih keadaan untuk menjawab sambil terkekeh kecil. "Wah wah, lihatlah temanmu yang satu ini. Mengapa kau membawa masa lalu? Tidakkah harusnya kita melihat masa sekarang?" Laki-laki dibelakang kemudi yang tadi bertanya kini menambahkan pertanyaan lagi dan lagi. Ia, Bebe. "Maksudku, aku tak pernah melihat Youngyi bersama dengan seorang laki-laki." Bebe menambahkan sambil memutar setir mobil menuju ke kafe yang dituju. "Ya...kita tetap harus menerima masa lalu untuk masa depan yang lebih baik." Youngyi terdiam dan hanya bisa tersenyum menanggapi semua pertanyaan dan pernyataan yang tertubi-tubi menghantam kepala dingin dan hati panas Youngyi. Bebe dan Bom mengambil alih keadaan, membicarakan Youngyi di dalam mobil. Cara yang tepat untuk menghilang dari situasi semacam ini bagi Youngyi adalah dengan mengalihkan pandangannya ke sisi poninya yang terurai, melihat jalanan dari layar kaca mobil yang sedikit gelap. "Ya.." Ia menjawab pelan. "Aku pun tak tahu mengapa..." Senyuman halus ciri khas dari perempuan bernama Ahn Youngyi ini terlihat kembali. 

"Aku tak pernah dekat dengan laki-laki. Laki-laki tak pernah mendekatiku. Begitulah hidupku. Aku tak percaya mereka, belum. Aku belum berani mengenal mereka, ya. Apakah mereka pun begitu? Mereka tak percaya padaku? Aku tak menarik. Aku tahu. Aku bingung bagaimana harus percaya dan mulai mengenal mereka. Aku tak punya daya tarik. Aku redup. Aku takut. Aku tak tahu harus bagaimana. Bagaimana cara mengenal mereka kembali? Aku lupa bagaimana caranya. Aku lupa bagaimana rasanya. Aku lupa semuanya. Orang-orang dalam masa laluku telah bahagia. Satu per satu dari mereka telah menemukan kebahagiaan yang terbaik. Aku tak iri, ya bohong. Aku sedikit iri. Bagaimana mereka dapat memulainya kembali? Apakah mereka pernah lupa bagaimana cara memulainya? Atau tidak? Aku rasa mereka tak lupa. Mereka hebat. Aku ingin mulai berjalan. Aku ingin mulai tertarik. Aku ingin menggapai kebahagiaan. Aku ingin melakukan semuanya. Tapi, aku tak tahu harus berkata apa. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku tak tahu harus berbuat apa. Apakah ini yang dinamakan ketakutan? Apakah ini yang dinamakan jalan buntu? Bisakah aku sembuh? Bisakah aku memulainya kembali? Inikah ketakutakanmu, Youngyi-ah? Inikah ketakutanmu selama ini yang tak bisa kau sembuhkan sampai detik ini? Hati itu terlalu mati untuk memulai. Otak ini terlalu rusak untuk berfikir. Badan ini terlalu bingung untuk melangkah. Haruskah aku tetap berada di tempat ini, memandangi diriku sendiri yang sangat tak menarik? Aku mohon, aku hanya ingin sembuh. Aku hanya ingin menemukan jawaban dari semua pertanyaanku..." Helaan napas panjang terdengar dari sisi Ahn Youngyi sebelum melangkahkan kaki turun dari mobil Bebe dan menuju ke pintu masuk kafe.


Hatimu sakit? Harusnya sih tak apa.
Lukamu belum sembuh? Pelan-pelan semuanya akan berakhir.
Kau bingung? Aku juga tak tahu.
Kau takut? Aku lebih takut.
Kau tak menarik? Aku terlupakan.
Kau suka berbohong? Aku tidak, hipnotis yang kulakukan.
Pernahkah kau rasakan hal yang sama? Mungkin kita bisa berteman. 


Aku takut, aku memang sendiri.

Perbedaan antara mencoba (try) dan kemenangan (triumph) hanyalah secuil tenaga (umph)
- ANONIM

Wednesday, March 11, 2015

85 ㅡ ♕ Putri Ma(lam)u

Ahn Youngyi, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa bahagia itu sederhana. Bahagia itu mudah. Syukuri apa yang kau lalui saat ini. Masa depan? Pikirkan nanti. Time can only tell the passion. All you need to do is just be happy and be strong. Don't lie to yourself. Don't expect anything. Don't hurt your own feelings. Just be bold and be brave. Be mature. Be loved.

Cinderella dan Maruko. Kau kenal mereka bukan? Kau pasti senang ketika mendengar nama mereka. Ahn menyeringai, menutup kedua matanya halus dan mulai terbang memutar scene tawa di tempat mereka berada. Sunggingan senyum manis yang tak kuasa ditahannya terukir di wajah yang mengantuk itu. Selamat malam, Maruko-chan...Putri Kecil! Selamat malam, Cinderella...Putri Malam! Selamat malam, Ahn Youngyi...Putri Malu!


Tuesday, March 10, 2015

84 ㅡ ♕ Ketertarikan, bahagia yang sederhana.

"Ketertarikan itu adalah hal yang wajar." Begitulah sepotong kalimat penuh arti terucap dari bibir Ahn, seorang perempuan yang dikatakan manja oleh orang-orang di sekelilingnya hari ini. Tak menyangka kalimat seperti itu dapat diucapkannya, ia mengedipkan mata berulang kali tanda ia kaget. "Semua orang di dunia ini pasti pernah merasa tertarik satu dengan yang lainnya."

"Hmmm...ciptaan Tuhan banyak macamnya sih." Ia menambahkan dan membuat seseorang di ujung telefon genggam terkekeh, terdengar suara berat dengan nada yang selalu dapat membuat orang yang mendengarnya tertawa dan merasa nyaman.

Ya, itu adalah hal yang wajar. Ketertarikan akan sesuatu adalah hal yang sangat wajar. Namun, benarkah ketertarikan pada seseorang merupakan hal yang benar? Coba kita lihat. Youngyi-ah, kau tertarik dengannya? Ya. Aku memang tertarik. Buktinya? Semua yang dilakukan orang itu selalu benar di mataku. Lalu, apa yang kau rasakan? Aku senang hanya dengan memandangnya tertawa. Hmm...pernahkan ada keinginanmu untuk memilikinya? Ya, tak berani bicara bohong, pernah. Pernahkah kau paksakan? Tidak. Tentu tidak. Mengapa? Bolehkah kini Ahn Youngyi mulai berbicara? Ketika kau merasakan ketertarikan itu, kau akan belajar dewasa. Kau akan mengetahui keadaan bagaimana yang harus kau lalui. Ketika kau mengerti akan keadaan itu, maka bersiaplah rasa sayang itu muncul. Ketika rasa itu muncul, kau tak akan sanggup menyakitinya. Menyakitinya dalam arti kau paksakan kehendakmu dan menentang keadaan yang semestinya. If you know what i mean. Tidakkah kau sakit karena tak mendapatkannya? Kau akan belajar dan belajar dan belajar sampai kau benar-benar dewasa bahwa jawaban itu pasti, Tidak. Kau tak akan sakit. Kau pasti bertanya, "Mengapa?" jika kau belum benar-benar memahami. Ya, jawaban dewasanya adalah tidak. Kau akan terus ingin berada di sampingnya dan memandangnya tertawa karena rasa sayang itu tak akan pernah hilang, meskipun kau tak memilikinya. Kau akan bahagia hanya dengan tertawa bersamanya. Kau akan bahagia hanya dengan bercanda gurau dengannya. Kau akan bahagia hanya dengan memandangnya tenang di sampingmu, dalam hidupmu. Sayang dan suka adalah 2 hal yang berbeda. Apa yang harus kau lakukan pada akhirnya? Syukuri hal itu. Karena kau telah mengerti arti yang sesungguhnya. Karena kau pernah merasakannya. Karena kau tulus. Karena kau telah dewasa. Ingatlah, setiap kali kau berada di sampingnya...bersiaplah untuk kembali jatuh hati. Mengapa? Karena rasa sayang tak akan pernah hilang.



Cinta bukanlah cinta bila berubah setiap kali ada perubahan. 
- William Shakespeare

Jadi....? Pernahkah kau merasa tertarik dengan seseorang? Apakah ketertarikan itu sama dengan yang dirasakan Ahn Youngyi? Persis? Jika Ya, mari bersama-sama dengan Ahn Youngyi menjadi dewasa setiap harinya dalam menyikapi perasaan ketertarikan ini. Jika Tidak, mungkin kau bisa melihat kembali benarkah itu suatu ketertarikan...ataukah hanya suatu keinginan untuk lepas dari kesendirian?

"Ketertarikan pada seseorang adalah hal yang wajar."
"Bahagia itu sederhana."

Monday, March 9, 2015

83 ㅡ ♕ Satu-satunya...


When I try to write a poem,
I can only write your name


"Oh, ternyata kau dengannya? Aku mendukungmu."
"Aku sangat mendukungmu."
"Berjuang ya...sedikit lagi." 
"Senang sekali apabila kau jadi dengannya, kita bisa duduk-duduk bersama." 
"Apalagi you're a good drinker."
"Kemarin aku melihat kau sangat menjaganya, ia pun merasakan hal itu."



It might hurt and be hard
But I promise to protect you


Youngyi mengirimkannya sebuah pesan dalam gambar yang memang sudah biasa dikirimkannya. Biasanya, ia hanya mendapat balasan satu atau dua kata saja. Mungkin ia sedang sibuk dengan teman-temannya. Tak apa. Aku mengerti. Kalimat tersebut telah menjadi lagu sehari-hari yang Youngyi dengar. Namun, hari ini sedikit berbeda. 

"Kau disana? Apa yang kau lakukan disana?" Pertanyaan yang cukup panjang.
"Kau tak ikut gunting rambut bersama unnie-mu?" Cukup aneh.
"Itu pasti milik appa-mu kan?" Tak seperti biasanya. 

Hari ini ia banyak bertanya. 




When I look into your eyes, my trembling heart flutters
When I look at you, I feel like the world has stopped

Senyuman Youngyi menghiasi wajahnya yang tak selalu tersenyum itu dan hari ini, ia banyak tertawa. Terima kasih pada sahabat, Bom dan Chaerin. Begitu banyak hal yang dapat ia tertawakan hari ini, termasuk hati kecilnya ikut bahagia bersama. Tak boleh, memang tak boleh bahagia sekarang. Tetapi, tak apa mensyukuri apa yang terjadi dan tersenyum menyikapinya bukan? Tak boleh, memang tak boleh berharap kembali. Tetapi, tak apa membayangkannya ia ada bersama cinta bukan? 




Just like how winter passes and spring comes
I believe you will come to me as well

***************************************

Oh Ri Jin: "Then...what is your name? What is...your name?"
Cha Do Hyun: "I, the one with this face and this gaze, am Cha Do Hyun."

***************************************

Oh Ri Jin:
Are you watching, Cha Do Hyun?
Are you listening, Cha Do Hyun?
You were going to eat medicine again, weren't you?
You're caught red-handed. Don't even think about lying.
The fact that you're watching this video right now means that you're having a hard time again 
and is about to rely on medicine.
I'm not saying that medicine is bad.
You said so yourself.
Whatever it is, you want to overcome it with me.
That you wanted to erase the bad memories with good memories with me.
So what is my point?
I'm saying, today let's go ride the snowflake train and make a lot of good memories.
So that you can get rid of all the medicine in your drawer,
and completely fill it with good memories instead.
Are you ready? I'm ready!

Ah, and i have something to confess.
Uh...me not being able to confess to you all that time 
was because i was being conscious of my duty as a doctor and professional.
Don't be surprised by this either!

Cha Do Hyun: I won't...
Oh Ri Jin:
Don't!
I like you.
I...
really...
like you a lot, Cha Do Hyun.





My one and only person
My treasure-like person who is like a dream
My first person who blossoms like a flower
Just looking at you makes me tear


Cigarettes. Smoke. Wine. Beer. 
I'm not saying those are bad medicine for your life. 
You're always lying to me. 
I know...
You did say that you want to stop.
But, you never say that you want to overcome it with me. 
You never say that you want to erase the bad memories with good memories with me.
So what is my point? 
Whatever it is, i have something to confess...
Uh...me not being able to confess to you all that time 
was because i was being happy in my comfort zone, seeing your smile from a far.
Don't be surprised by this either!


I'm attracted.




I only have you
I’ll be okay if only I have you
My first person, the only one in my life
Just looking at you makes me tear





kill me heal me, 17.


Sunday, March 8, 2015

82 ㅡ ♕ Bahagia-ku Untukmu.


"Youngyi...hari ini kau harus menahannya." Seorang perempuan terlihat sedang menceramahi dirinya dalam diam. "Tahan. Jangan melihat ke arahnya. Jangan ajak ia bicara. Jangan lakukan apapun. Jangan duduk dekat-dekat dengannya. Aku mohon..." Perempuan bernama Youngyi itu terus berusaha menghipnotis dirinya sendiri dalam kesunyian kelas yang masih sangat sedikit penghuninya. "Kau harus yakin pada dirimu. Pakai otakmu, jangan hatimu. Sesekali kau harus belajar menerima. Kenali dirimu dan jangan memaksa."





"Youngyi-ah!" Youngyi menoleh dan melihat ke arah suara yang memanggil namanya. "Ya, Nari?" Jawab Youngyi pelan, membuyarkan lamunan di pagi hari. "Aku punya kabar untukmu. Mau dengar?" Perempuan bernama Nari itu duduk di hadapan Youngyi sambil tersenyum manis. Ya, sangat cantik. "Apa itu? Tentang apa?" Perasaan campur aduk menghujani hati kecil Youngyi, penuh kegundahan...haruskah ia mendengarnya? atau tidak..? "Tentang seseorang yang sangat berarti bagimu tentunya." Mata Youngyi mulai terbuka lebar. "Baiklah, apa informasi itu?" Tanya Youngyi penuh keyakinan, kali ini ia siap menghadapinya. 

"Ia mulai banyak bercerita tentangmu padaku, well...tak banyak juga sih. Namun ada beberapa hal yang harus kusampaikan padamu." Youngyi mulai memperhatikan setiap gerakan bibir Nari dengan seksama. "Aku mengatakan padanya untuk tak menggantungkan hubungan kalian, karena aku tak mau hal seperti itu terjadi dan merusak pertemanan kita. Lalu ia menjawab bahwa ia bukan ingin menggantungkan hubungan kalian, melainkan ia hanya menghormatimu seperti halnya seseorang yang menghormati seorang lainnya dalam etika berkirim pesan. He just show some respect to you, to your messages." Youngyi terdiam mematung mendengar hal itu dan sebisa mungkin ia tak ingin terlihat lemah. Ia menarik bibirnya untuk menunjukkan seulas senyuman manis. Dengan segala kekuatan yang tersisa dalam dirinya, ia berusaha menahan tangis putus asa. "Ya...aku tau." Setelah mendengar jawaban itu, Nari berlalu dari hadapan Youngyi karena bel telah berbunyi dan kelas akan segera dimulai.



He replies you, not because he likes you.
He replies you, just because of  some respect.
He replies you, just because he respect someone who sends him messages everyday.
He replies you, just because he respect you.
 He just respect you, nothing more and nothing less. 

"Aku memang tak pernah mengharapkanmu membalas semua yang telah kuberikan padamu. Hati yang memilihmu. Waktu yang kuhabiskan untuk memikirkanmu. Mimpiku yang tak lain untuk terbang bersamamu. Tidak, aku tak mengharapkan apapun darimu. Aku gundah. Aku tak tau apa yang harus kulakukan. Aku menyalahkan diriku. Mengapa aku harus selalu kecewa? Tak ada yang menyuruhku untuk kecewa. Mengapa aku harus sakit ketika tak ada yang menyuruhku untuk sakit? Mengapa aku harus menyayangi ketika aku tak mampu untuk menyayangi? Aku bingung. Aku iri pada mereka yang mampu mencintai dan dicintai. Bahagia pastinya. Mengapa aku tak mampu dicintai? Mengapa mereka tak mampu menemukan sedikit kebahagiaan dalam diriku? Mengapa mereka tak bahagia ketika bersamaku? Aku hanya mampu menyalahkan diriku. Aku bahkan tak sanggup, tak berani menyalahkan keadaan bahkan tak mampu menyalahkan dirimu yang lebih bahagia di luar sana. Namun, semakin lama aku mengenalmu...aku semakin menginginkanmu dan aku tak sanggup tak menjadikanmu sebagai harapanku. Ya, selama ini aku berbohong. Aku berbohong pada diriku sendiri bahwa aku tak menginginkamu. Aku terus berbohong dan berbohong pada diriku sendiri. Dengan harapan selama berjalannya waktu, hatiku menjadi terlatih untuk menyayangimu seorang diri. Kau telah menemukan kebahagiaanmu sendiri dan itu bukanlah diriku. Aku bahagia melihatmu tertawa, meskipun hati ingin bahagia bersamamu. Aku hanya akan memandangmu dari kejauhan. so close, yet so far. Ahn Youngyi, kau memang perempuan bodoh." Ahn Youngyi terdiam.


Ia tersenyum tipis memandang lurus buku yang ada di hadapannya dengan tatapan kosong. "Aku akan meyakinkan diriku sendiri mulai saat ini bahwa aku tak akan lagi mencoba berharap. Aku belum benar-benar berharap. Aku hanya ingin mencobanya. Namun, semua itu tak akan kulakukan lagi." Youngyi bergumam halus.

"Bahagiaku untukmu...." 







Kita tak dapat benar-benar mencintai seseorang yang tidak dapat tertawa bersama kita.
Cinta adalah situasi yang membuat kebahagiaan orang lain jadi penting bagi kebahagiaanmu.





Saturday, March 7, 2015

81 ㅡ ♕ Pipimu merah sekali.

"Jangan lupa datang nanti malam, Youngyi-ah" Bongsoo menepuk pundak Youngyi sambil bercanda. "Usahakan oke?" 
"Baiklah, akan aku usahakan."

Youngyi POV
Aku takut untuk pergi pada awalnya. Aku sangat takut ketika kau mulai berbohong bahwa kau tak datang ke tempat itu. Kau bilang bahwa kau akan datang ketika ada waktu. Ya, baiklah aku mengerti. Aku hanya dapat mengatakan hal itu. Namun dalam hati kau harus tau bahwa aku sangat mengharapkan untuk bertemu denganmu disana. Bercakap-cakap denganmu. Bersenda gurau denganmu. Menunjukkan rasa peduli ku padamu. Menunjukkan rasa perhatian ku padamu. Itu semua adalah bentuk rasa sayangku padamu. 

21:15
Aku sampai bersama dengan dua sahabat karib yang menghiasi hari-hari sekolah menengahku. Dengan perasaan sedikit takut, perasaan tak enak...kami melangkah masuk ke dalam ruangan berasap penuh kata kasar. Aku segera mencari sesosok yang kukenal, pastinya dia. Mataku tertuju padanya dan tak lepas duduk tepat di sebelahnya. Teman-teman yang ada disana menyediakan sebuah tempat duduk tepat di sebelahnya. Aku sangat bahagia. Aku meneguk beberapa gelas minuman pahit penuh es batu. Berbincang-bincang dengannya yang setengah pusing. Bercanda dengannya yang sedang aneh. Menepuk tangannya yang jahil ingin mengambil sebuah kotak dengan cover yang mengerikan. 

"Tidak, jangan! Pipimu sudah cukup merah. Aku tak mau melihatmu seperti itu. Jadi hentikan!" Aku hanya bisa tersenyum semanis mungkin untuk membuatnya jatuh hati padahal sudah jelas tak akan terjadi hal seperti itu.

"Hehehe..." Seseorang itu hanya terkekeh memandangku lekat. "Oke?" Aku memantapkan kalimatku. Namun, tidak ada jawaban darinya. Ia hanya tersenyum dan tertawa sendiri, tanda ia telah terbang ke langit ke tujuh.

22:45
Aku berjalan menuju lift dengan Hyorin dan Bora. Kami berbincang-bincang mengenai sesuatu dan segera naik mobil, pulang bersama dengan Hyorin sang suara emas. Jemariku menggelitik handphone, "Tolong jaga dia. Aku khawatir."

Aku takut ia pergi.
Aku takut ia melihat yang lain.
Aku takut ia mulai melihat seseorang selalu ada di sisinya.
Aku takut ia tak membutuhkan aku karena aku tak ada untuknya.
Aku takut ia mulai melihat seseorang yang lain dan bukan aku... 


08:49
Chaerin dan Bom menghiasi layar handphone ku.
"Maafkan aku...aku tak mampu menjaganya. Perempuan itu sangat dekat dengannya. Aku sangat pusing semalam." 
"Maafkan aku...aku tak mampu menjaganya. Aku pun harus dijaga disana. Aku sangat pusing semalam. Perempuan itu sangat menempel dengannya. Tapi, aku punya sesuatu untukmu. Ia tak suka dengan perempuan itu, fake drunk he said. Aku bertanya padanya, yang mana yang tak kau suka? Ia menjawab yang ini ia tak suka, yang itu ia tak tau."

aku mengerti


Thursday, March 5, 2015

80 ㅡ ♕ a little white lies by blood.

"Ahn. Bagaimana hari ini? Perasaanmu sudah lebih baik?" Seorang perempuan cantik dengan rambut tidak begitu panjang, lebih sedikit dari bahu menatap seseorang yang dipanggil Ahn itu dengan lekat. "Hmm?" Ahn Youngyi tetap mematung. "Ya, aku baik-baik saja kok dan aku memang selalu baik-baik saja bukan?" Tambahnya sambil tersenyum. 

"Kalau begitu aku ingin bertanya tentang apa yang kita bicarakan kemarin. Apa yang membuatku berbeda dan lebih berutung darimu? Kita memiliki case yang serupa tapi tak sama. Lalu menurutmu apa yang membuatku terlihat lebih beruntung darimu?" Perempuan cantik itu kembali bertanya pada Youngyi dengan pandangan mata yang tak lepas dari kedua bola mata Youngyi. "Baiklah aku akan menjelaskannya padamu." Jawab Youngyi dengan cepat. 

"Kau pernah dan masih dapat terus menyentuh rambutnya sedangkan aku sama sekali tidak pernah dan bahkan tidak dapat melakukan itu. Kau pernah dan masih dapat terus menghabiskan waktumu dengannya sedangkan aku sama sekali tidak pernah dan tidak dapat melakukan itu. Kau berbeda. Kau dan dia saling mengungkapkan kejujuran hati sedangkan aku sama sekali tak tahu bagaimana rasanya berkata jujur tentang hati. Kau dan dia terbuka dan tak pernah ada yang ditutupi sedangkan aku tak tau sama sekali apa yang terjadi padanya. Aku dan kau memiliki case serupa tapi benar-benar tak sama, Paenda." Youngyi menjelaskan dengan tersenyum. Namun, perempuan dengan nama Paenda itu tau bahwa sekarang ini yang sangat membutuhkan sebuah pelukan hangat adalah Youngyi bukan dirinya. "Sudah, berhenti! Aku tau ini yang akan menjadi jawabanmu padaku. Aku hanya ingin kau bersyukur akan apa yang pernah kau lewati dengannya. Banyak hal yang pernah kau lalui dengannya." Paenda memegang tangan Youngyi hangat. "Orang yang butuh tempat bersandar adalah kau, Youngyi bukan aku. Aku tau sekarang kau tak tau harus maju atau mundur. Kau kehilangan arah dan tujuan." Lanjutnya. "Jangan menyerah, belum saatnya menyerah. Lakukan itu nanti!" 

Youngyi hanya terdiam, tidak ada jawaban ketika suara Paenda merasuki pikirannya yang kosong.
"Kini, aku tak akan lagi berdiri di sampingnya terdiam mendukungnya dalam kesedihanku. Namun, aku akan memberanikan diri untuk berjalan maju. Berjalan maju ke tengah-tengah keramaian sampai ia menemukanku. Aku tak akan menunggu lagi. Aku tak akan berusaha lagi. Aku akan berjalan sesuai kemana kakiku melangkah. Aku tidak lelah. Aku tidak menyerah. Aku hanya harus mengistirahatkan hatiku. Karena aku terlalu sering berusaha mengerti semua tentang apa yang dilakukan spesies-nya. Aku masih berusaha mengerti. Aku belum benar-benar mengerti. Luka lama masih berbekas. Luka baru tak memberi bekas namun kenangan akan bagaimana aku mendapatkan luka itu. Lukaku masih belum sembuh. Namun, kini aku menjadi lebih kuat menghadapi kenyataan pahit ini. Aku akan pergi. Cari aku. Jika tidak, maka aku akan benar-benar pergi dan ketika kau mencari aku kembali...maka saat itulah aku akan mulai menanyakan hatiku kembali. Apakah kamu masih berdiri disana menunggunya datang mencarimu? Ataukah kamu sudah berjalan pergi dari kerumunan itu karena terlalu berisik?" Suara hati Ahn Youngyi yang tak mau didengar siapapun terekam jelas dalam pikirannya. 

"Hmm...iyakah? Oke?" Ternyata di sisi lain, Paenda masih menunggu jawaban dari Ahn Youngyi mengenai saran yang diberikannya itu. "Ya...aku tak akan menyerah." White lies. Kebohongan putih terucap dari bibir manis Youngyi. Ia berbohong. "Tapi aku sudah didorong jauh olehnya. Apalagi yang dapat aku perbuat selain membuatnya berhenti mendorongku dan menjauh dari sisinya." Youngyi menarik seulas senyuman paksa. "Aku hanya tak ingin terus-terusan hidup dalam alur ceritaku sendiri." Youngyi terus menambahkan. "Aku harus menerima."
 
"Kebohongan putih kulakukan sebagai tanda terimakasih ku padamu. Tanda terimakasih ku karena kau pernah ada dalam hidupku. Dengan kebohongan putih ini, begitulah kutunjukan bagaimana aku tak akan pernah menunjukkan bahwa aku lelah dan berhenti memperjuangkanmu. Cause i never get tired. I just need to stop for now. I don't wanna make you keep pushing me away. You deserve someone better than me." 
 Hati Youngyi mulai menjawab semua pertanyaan yang belum terjawab. 
 

"Selamat beristirahat, hatiku." 


****************************
Blood episode 5.
For the first time in century, that cold hearted vampire Park Jisang tells a white lies to his patient. For thanking Yoo Rita for doing the same. A white lies for a white lies. 

****************************
This white lies of us:

"Your white lies adalah ketika kau tak membalasku dan tak menginginkanku, namun kau tetap memperlakukan ku dengan sangat baik. Terimakasih. Here's my white lies, aku tak akan bilang pada mereka bahwa aku berhenti memperjuangkanmu karena kau pantas untuk diperjuangkan."


Tuesday, March 3, 2015

79 ㅡ ♕ 3 Hal Berbeda, Youngyi-ah.

03-03-2015: Ahn Youngyi.

File not found. Song Joohee is no longer exist.


Seorang gadis berambut pendek di atas bahu dengan riang duduk di lantai dingin depan kelas, bergabung bersama dengan teman-temannya yang lain. "Mari teman-teman kita mulai berlatih!" Ia tersenyum, menatap semua anggota kelompoknya itu. Jangan panggil aku Song Joohee. Ia sudah mati, ia hanyalah sebuah masa lalu yang telah menghancurkan hatiku hingga aku tak benar-benar berani mengenal spesies mereka. Mereka tidak mencintai. Mereka hanya membutuhkan. Aku hanyalah perempuan bodoh yang terlalu baik. Aku kini juga tak ingin benar-benar mengenal mereka. Sakit. Ahn Youngyi lahir dari rasa sakit itu. Sejak itulah Song Joohee mati terkubur dalam-dalam. "Baiklah ssaem, Ibu Ahn Youngyi." Sahut salah satu dari mereka sambil menyikut lengan gadis yang bernama Ahn Youngyi itu seraya tertawa lebar, menunjukkan keakraban. Ya, ia adalah sahabat karib Ahn Youngyi. Ia adalah Park Bom. "Apa kau senggol-senggol?!" Youngyi segera menyikut balik legan Bom sambil kembali meledek.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

drrt...drrt...

Youngyi merasa handphone-nya bergetar, tanda ada pesan masuk. Ia pun lekas mengecek pesan tersebut. Takut ada yang penting, pikirnya.


Bongsoo: "Youngyi, kau dimana? Aku sudah selesai dan ingin menemuimu." 


Wahhhh, Park Bongsoo! Ketikan secepat kilat menggelitik badan handphone dengan merek terkenal itu.


Youngyi: "Naiklah ke lantai atas. Aku disana."


Setelah menunggu beberapa menit, Seorang lelaki yang dikenal bernama Park Bongsoo ini akhirnya datang juga. Bom juga sangat senang bertemu dengannya. Seketika saat Bongsoo menghampiri Youngyi dan Bom yang sedang berbincang-bincang, Youngyi segera menarik tangan Bongsoo dan meninggalkan Bom bersama dengan teman-teman anggota kelompok lainnya disana.

"Aku penasaran. Sangat penasaran. Cepat katakan padaku!" Youngyi memukul-mukul tangan Bongsoo sedikit sambil menghentakkan kaki, tanda tidak sabaran. "Tapi, kau harus janji padaku kalau kau tidak akan sakit hati ketika mendengarnya. Oke?" Bongsoo mengingatkan."Ya. Apapun itu. Cepatlah!" Akhirnya Bongsoo mulai bercerita tentang informasi yang didapatnya......sakit sih, sedih sih, memang sih, tapi apa boleh buat. Pikiran Ahn Youngyi mulai membuat esai tentang perasaan campur aduknya saat itu."Jangan sedih, jangan galau, jangan terbawa perasaan." Cerita dongeng di siang hari yang dilantunkan Bongsoo mulai menemui akhir. "Kau berhak mendapatkan seseorang yang baik, mencintaimu apa adanya dan rela berkorban untukmu karena bukan kau yang harusnya berkorban untuknya. Bahasa kerennya sih...you deserve better, Youngyi-ah." Bongsoo menepuk pundak Youngyi yang hanya terdiam mematung. "Jangan sia-siakan hari-harimu untuk orang yang tidak menganggapmu apa-apa dan hanya bisa menyakitimu. Aku yakin ada laki-laki yang mencintaimu diam-diam tanpa sepengetahuanmu karena kau adalah perempuan yang baik." Youngyi merasa seperti dunianya runtuh saat itu. Namun, ia tak ingin terlihat lemah di hadapan Bongsoo dan ia sudah berjanji bahwa ia harus kuat ketika ia siap mendengar semua cerita itu. "Ya, Bongsoo-ya. Sampai saat ini aku tidak pernah berharap apa-apa karena aku merasa tak bisa untuk mengharapkan sesuatu. Aku tidak berani berharap karena aku tau, sampai detik ini pun aku bukan siapa-siapa. Aku tidak sakit, hatiku tidak sakit. Ya....sedikit sih. Percayalah, hati ini sudah terlatih." Bongsoo melihat kebohongan di setiap kata yang terucap Youngyi, ia tahu Youngyi memaksakan diri. Namun, Bongsoo hanya ingin yang terbaik bagi Youngyi. "Aku percaya kau akan menemukan yang terbaik, Youngyi-ah." Youngyi tersenyum, tulus. "Terimakasih Park Bongsoo, kau memang sahabatku yang terbaik. Terimakasih atas informasi yang kau kumpulkan itu. Aku tau, aku tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintaiku. Aku juga dari awal tidak memintanya untuk mencintaiku. Aku hanya ingin berada di sampingnya, mendukungnya, melihatnya tertawa dan bahagia untuknya. Aku hanya ingin ia bahagia. Itu saja." Youngyi mulai menunduk sambil sesekali mengehala napas panjang sebelum melanjutkan kalimat panjang yang masih belum selesai itu. "Sebenarnya sudah sejak lama aku merasa bahwa ia mendorongku jauh darinya. Aku sudah lama merasa ia memberikanku sinyal merah tanda berhenti. Namun, aku belum benar-benar menetapkan hatiku untuk memberhentikan pertukaran pesan yang biasa aku lakukan dengannya setiap harinya, meskipun hanya sehari 2x." Youngyi terdiam setelah itu. Bongsoo melihat Youngyi dengan kening berkerut. "Lalu?" Sahut Bongsoo, membuyarkan pikiran Youngyi seketika. "Baiklah, aku tidak akan mengirimkan pesan lagi. Aku akan berhenti." Youngyi berlagak menetapkan hati. Terlihat dari wajahnya bahwa ia ingin sekali berhenti berusaha karena ia merasa sudah sangat berusaha selama ini, namun di satu sisi ia juga tak ingin berhenti karena ia belum lelah berusaha dan sangat menyayangi Mr.X, seorang laki-laki yang selama kurang lebih 30 menit dibicarakan oleh Youngyi dan Bongsoo. Helaan napas panjang juga terdengar keluar dari sisi Park Bongsoo. Ia menepuk pundak Youngyi sebelum berlalu meninggalkan Youngyi yang masih larut dalam perasaan, pemikiran dan kenyataan yang harus ia hadapi. "Tanya hatimu tapi pakai otakmu. Perasaan, pemikiran dan kenyataan di sini adalah 3 hal yang berbeda."


Perasaan, pemikiran dan kenyataan adalah 3 hal yang berbeda. Ya. Perasaan Youngyi yang mengatakan bahwa ia menyayanginya. Itu adalah perasaan yang benar-benar nyata. Namun, pembicaraan dengan Park Bongsoo yang berlangsung selama 30 menit itu membuatnya berfikir keras. Apa yang harus ia lakukan? Haruskah ia berhenti berusaha? Haruskah ia berhenti menyayangi? Haruskah ia terus berusaha meskipun akhirnya hanyalah kenyataan pahit yang didapat? Pikiran Youngyi berlari maraton yang tak tau dimana garis akhirnya. Yang pasti, ada 2 jalan yang salah satunya harus dipilih oleh pelari itu agar mampu menjalani kehidupan nyata. Kenyataan mendorong Youngyi untuk menjatuhkan dirinya ke dalam jurang yang sangat dalam. Tidak sakit, hanya luka lecet yang didapat karena ia sangat suka olahraga ekstrim.

Apa pilihan Ahn Youngyi? Terus maju atau mundur? Akankah Ahn Youngyi membuat alur ceritanya sendiri dengan terus berusaha? atau akankah Ahn Youngyi berhenti berusaha dan menyayanginya seorang diri...?


Monday, March 2, 2015

78 ㅡ ♕ If you confident enough...

Cha Do Hyun: "오리진씨..."
Cha Do Hyun: "Oh Ri Jin-ssi..."
Oh Ri Jin: "알아요. 무슨 말하는지. 신군에게 있구 차군에게 없는 기억이 돌아온고조? 그 기억속에 혹시 내가 있어요? 떠올리면 기분이 좋아지는 그런 기억이 아니에요? 그래서 내가 옆에 있는게 많이 힘들어요? 그래서 지금 이별 하려는거에요?
Oh Ri Jin: "I know. I know what you're going to say. The memories that Mr. Shin has that you don't have have come back to you, haven't they? Am i possibly in those memories? Are they memories that won't make me feel good if i remember them? So...is that why me being by your side is really hard for you? So... are you planning to say good bye now?"

Cha Do Hyun: "오리진씨...그동안 고마웠습니다. 회장님과 어머니께서 내 병 알게됐슴니다. 가족에게 비밀로 할 필요가 없게 되었습니다. 내가 앞으로 할일이 있어서 오리진씨는 필요하지 않습니다. 그동안 수고하셨습니다."
Cha Do Hyun: "Oh Ri Jin-ssi...I was thankful all that time. The Chairwoman and my mother found out about my ilness. I don't need to keep it as a secret from my family anymore. I have things i have to do in the future. So...Oh Ri Jin-ssi, I don't need you. 
Oh Ri Jin: "알았어요. 대신 먼저 가요. 내 앞에서 뒷모습을 자신 있으면 먼저 가라고."
Oh Ri Jin: "I got it. Instead, you leave first. If you have the confidence to show your back to me...then leave first..."




Secretary: "잘 보내주구 오셨슴니까?"
Secretary Ahn: "Did you send her off well?"

Cha Do Hyun: "뒷모습을 자신 있으면 가라길래...멋지게 갔습니다. "
Cha Do Hyun: "She told me to turn away if i had the confidence to show her my back, so i coolly turned away."

Secretary: "쑬을 마셨슴니까?"
Secretary Ahn: "Did you drink?"

Cha Do Hyun: "네"
Cha Do Hyun: "Yes."

Secretary: "취한 슴니까?"
Secretary Ahn: "Are you drunk?"

Cha Do Hyun: "아니요. 취하고싶은데. 미치게 취하고싶은데. 말이 끝까지 취에서 세기든 페리박이든 나와서 시간을 한달 일연 패주시면 좋겠습니다. 나~하~ 이것들 안 도와주기."
Cha Do Hyun: "No...I want to get drunk. I want to get crazily drunk. I want to get drunk up until the last drop, so that Segi or Perry Park would come out and take away a month or a year of my time away. Ah ha~ These guys, they're not helping at a time like this."



kill me heal me - 16


I write the hangul all by myself. Sorry if there's misspelling. I'm not an expert hangul translator kekeke.

Sunday, March 1, 2015

77 ㅡ ♕ right to be loved.

Oh Ri On: "Please do me a favor. Cha Do Hyun, please let go of Ri Jin. The only one who can stop Ri Jin is you, Cha Do Hyun."
Cha Do Hyun: "Then...can you also do me a favor? Before i send away Oh Ri Jin, please give me just one day. Now that i think about it, i only received things. I didn't give her anything. Because of me, she was always anxious, waiting and crying. I never saw her smile brightly. One day, only one day, i want to spend it solely on Ri Jin. I want to make her smile brightly. Because Oh Ri Jin..."

Because Oh Ri Jin...
Come into my castle that has always been desolate and cold, she was the first person to enter it.
She was the first person to held out her hand.
She was the person who noticed that our eyes were different with one glance.
She was the person who asked for my name.
She was the person who waited anxiously for me to come back.
She was the person who gave me the warmest snowman in the world.
She was the person who said to me words that were more consoling than a 1000 words.
She was the person who could make me happy just by looking at her.
And, She was the person who i can't make it up to even if i atone it for the rest of my life.

One day in the far future, when time has passed a lot and Oh Ri Jin is forgetting me, when she doesn't feel anything even if she thought of me, and if Oh Ri Jin happens to be pained from her past, tell her this....

"It's not because you did something wrong or because you didn't have the right to be loved, that you were abused. You definitely have the right to be loved. That you shine so brightly and so lovely that it's only right for you to be loved. So to forget about it, so live while being loved from now on." 



kill me heal me - 16.